Header Ads

UPAYA MENGURANGI RISIKO BANJIR DI KOTA BEKASI

UPAYA MENGURANGI RISIKO BANJIR DI KOTA BEKASI

Disusun oleh Fatan Rafiudin 
Mahasiswa aktif STEI SEBI

UPAYA MENGURANGI RISIKO BANJIR DI KOTA BEKASI

WajahBekasi.Com - Berita yang tersebarluas terkait data bencana yang terjadi di tahun 2022 memiliki banyak perbedaan. Saya mengambil langsung data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah terjadi 2.322 bencana di Indonesia mengakibatkan 90 jiwa meninggal dunia, 26 jiwa hilang, 136 jiwa terluka, 178.340 jiwa menderita, dan 30.522 jiwa mengungsi. 

Dari dampak bencana yang terjadi fasilitas banyak yang mengalami kerusakan baik ringan maupun berat. Terjadi kerusakan 12.699 rumah, 110 pendidikan, 27 kesehatan, 112 peribadatan, 288 fasilitas umum.

Bencana yang paling mendominan di Indonesia yaitu Banjir. Telah terjadi 584 bencana banjir di seluruh penjuru Indonesia 164 titik banjir di Sumatera, 307 titik banjir di Jawa, 1 titik banjir di Bali dan Nusa Tenggara, 25 titik banjir di Kalimantan, 81 titik banjir di Sulawesi, dan 6 titik banjir di Papua. 

Dari data di atas paling banyak titik lokasi banjir pada pulau Jawa karena memiliki penduduk paling banyak di Indonesia. 

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan dan dari data Badan Pusat Statistik yang liput pada tahun 2020 memiliki jumlah 2.543.676 jiwa. 

Kota Bekasi merupakan salahsatu pusat perindustrian selain Jakarta tidak menuntut kemungkinan menjadi kota yang padat penduduk dan sering terjadi banjir sampai pada puncaknya pada awal tahun 2020 Kota Bekasi memiliki 46 titik banjir diberbagai kecamatan. 

Berbagai macam upaya pemerintah Kota Bekasi dalam mengurangi risiko bencana banjir, dari peringatan sampai pembangunan sudah diupayakan. 

Saya sendiri masih sering melihat oknum masyarakat membuang sampah sembarangan yang menjadi salahsatu dampak paling serius terhadap risiko bencana banjir. Oknum yang tidak bertanggung jawab ini hanya memikirkan kepentingannya sendiri. 

Bencana banjir yang terjadi di Kota Bekasi disebabkan oleh Cuaca extreem atau curah hujan dengan volume yang besar dan berkelanjutan dengan saluran yang tersumbat oleh sampah yang menyebabkan air meluap kejalanan sehingga mengakibatkan banjir, dan ada beberapa kejadian banjir disebabkan tanggul sungai jebol tetapi sangat jarang sekali. 

Hujan yang terjadi pada 31 Desember 2019 dan 01 Januari 2020 awal tahun yang diguyur hujan cukup deras mengakibatkan terjadi banjir pada 53 titik banjir di Kota Bekasi. 

Pada saat itu kedalaman mencapai 1-2 meter pada 49 titik banjir. Dari laporan BPBD Kota Bekasi pada pukul 11.00 WIB menyampaikan data dari dampak bencana banjir ada 5 jiwa meninggal dunia dan 149.537 jiwa mengungsi yang terdiri dari 49.716 anak-anak, 68.038 dewasa, dan 31.783 lansia. 

Menurut saya ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian terhadap risiko bencana banjir. Berikut pemaparannya:
  1. Menyadarkan masyarakat akan bahayanya dari risiko buang sampah sembarangan, pemerintah harus selalu menegaskan kembali kepada masyarakat atau menetapkan hukuman yang serius untuk para oknum tersebut. Dan kita selaku masyarakat harus sadar bahwa apa yang kita lakukan sangat berdampak bagi kehidupan kita. Pemerintah dan masyarakat harus pandai berinovasi terhadap pengelolaan sampah  sebagai suatu limbah yang dapat dimanfaatkan kembali, guna mengurangi risiko bencana banjir dan mengurangi volume sampah.
  2. Pengecekkan secara rutin terhadap tanggul yang tersedia di Kota Bekasi. Seperti pada kejadian banjir pada awal tahun 2020 ada cukup banyak tanggul air yang jebol karena tidak kuat menahan derasnya air. Maka pembangunan yang pemerintah upayakan harus terus dikawal dan diperhatikan atau diperkuat dari bahan bangunannya dan bersifat permanen.
  3. Masyarakat dalam membantu pemerintah dalam meminimalisir risiko yang terjadi terhadap banjir harus memperhatikan saluran disekitar tempat tinggalnya. Masih cukup banyak masyarakat yang bersikap acuh terhadap lingkungannya. Karena saluran atau sungai kecil yang tidak mengalir seringkali air tumpah kejalanan dan mengakibatkan genangan yang lama-lama akan menjadi banjir jika cuaca extreem atau volume air cukup banyak.
Berikut kutipan pendapat dari saya yang berharap bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar terjaga lingkungan tempat tinggal kita menjadi aman, nyaman, dan tentram. Saya memohon maaf atas segala kekurangan atau kata yang membuat anda selaku pembaca tersinggung.