Header Ads

Kerangka Kerja Enterprise-Wide Risk Management dan Hubungannya dengan Governance, Risk, Compliance

Kerangka Kerja Enterprise-Wide Risk Management dan Hubungannya dengan Governance, Risk, Compliance

EWRM (Enterprise-Wide Risk Management)

Manajemen risiko di seluruh perusahaan (Enterprise-Wide Risk Management) mengelola risiko dan memanfaatkan peluang yang membantu perusahaan untuk menggapai tujuannya. 

Pengelolaan risiko terhadap munculnya peluang sangat penting dalam menjaga keberhasilan perusahaan. Sehingga manajer perusahaan dapat menciptakan nilai tambah berupa modal kepada pemegang saham/shareholders.

Keberhasilan perusahaan dapat dicapai dengan melihat peluang yang ada di ruang lingkup bisnis dan secara konsisten mengelolanya untuk memastikan kepentingan pemegang saham dapat terjaga. Oleh karena itu, EWRM didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang digunakan untuk mengelola perusahaan dengan mengendalikan risiko.

Perlu diketahui bahwa perusahaan didirikan atas dasar tujuan dan keberhasilan tujuan inilah yang membedakan kesuksesan perusahaan dari yang lainnya. 

Dalam mencapai tujuan terdapat beberapa risiko yang muncul dan strategi perlu diterapkan manajemen untuk mengurangi dampak atau mengevaluasi dampak risiko tersebut terhadap perusahaan.

Hepworth, Rooney & Rooney berpendapat bahwa “Tujuan perusahaan hanya dapat dicapai dengan membuat perencanaan yang tepat dan memaksimalkan semua sumber daya”

Dan itu betul bahwasanya perusahaan perlu menempatkan strategi yang jelas untuk menghadapi risiko dalam setiap situasi yang terjadi untuk menghindari kerugian.

Berangkat dari kondisi tersebut, EWRM bisa dikatakan merupakan aspek penting keberhasilan perusahaan di tengah situasi pasar yang makin masif. Manajer risiko mengadopsi manajemen risiko sebagai acuan untuk menhidentifikasi keberhasilan perusahaan. 

Perusahaan yang baik harus mampu mengelola semua aspek risiko dalam menempatkan diri mereka di persaingan pasar.

Sejauh yang saya amati, perusahaan yang berhasil dalam dalam ranah bisnis yang berisiko telah banyak mendapatkan keuntungan untuk para pemegang saham. Dan perusahaan yang memiliki risiko yang tinggi harus mempunyai kerangka kerja manajemen risiko yang kokoh untuk meminimalisir kerugianyang terjadi.

Enterprise Wide Risk Management (EWRM) sejalan dengan konsep dalam ISO 31000:2009 dan digunakan sebagai alat penjamin. Hal ini rupanya cukup relevan dengan situasi yang ada pada saat ini. 

Perkembangan risiko yang ada pada saat ini juga membuat perusahaan menyadari bahwa risiko ini sangat penting untuk dalam hal meningkatkan posisi dalam persaingan global.

Kerangka Kerja Enterprise-Wide Risk Management dan Hubungannya dengan Governance, Risk, Compliance



Hubungan EWRM (Enterprise-Wide Risk Management) dengan GRC (Governance, Risk, Compliance) 

 
GRC (Governance, Risk, Compliance) / tata kelola, risiko dan kepatuhan adalah perangkat manajemen yang terdiri dari tiga aspek. 

Pertama, (governance) tata kelola yang mengacu pada proses di mana manajemen puncak berlaku untuk mengendalikan, merencanakan, mengatur dan mengarahkan sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemegang saham termasuk keterlibatan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen puncak dengan menggunakan informasi yang tepat.

Kedua, manajemen risiko melibatkan identifikasi, analisis, dan respons terhadap risiko yang berpengaruh terhadap perusahaan. Untuk mengelola risiko suatu perusahaan dapat mengendalikan, menghindari, menerima, atau mengalihkan risiko tersebut kepada pihak lain. Terakhir, (compliance) kepatuhan berhubungan dengan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemangku kepentingan terkait.

GRC (Governance, Risk, Compliance) / tata kelola, risiko dan kepatuhan ada kaitannya dengan EWRM di mana manajemen menempatkan langkah-langkah untuk mengatur kegiatan perusahaan untuk memastikan bahwa semua aturan dan peraturan dipatuhi. 

Dengan mematuhi aturan dan peraturan perusahaan, manajemen memastikan bahwa mereka menghindari risiko hukuman yang terkait dengan sistem hukum pada suatu negara.

Manajemen juga mengevaluasi biaya yang terkait dengan penerapan di berbagai strategi dan ini juga membantu memecahkan beberapa masalah yang dapat memengaruhi kelancaran operasi sebuah perusahaan. 

Kepatuhan meningkatkan pengendalian risiko yang terkait dengan pelaksanaan keputusan yang dibuat oleh manajemen suatu perusahaan.

Oleh karena itu, saya menemukan bahwa ada hubungan yang erat antara GRC dan EWRM karena keduanya saling berinteraksi. Namun, ada sedikit perbedaan antara GRC dan EWRM karena GRC menangani bagaimana perusahaan dikelola dan bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan ketika semua aturan dan peraturan dipatuhi oleh semua stakeholders. 

Hal Ini juga menjelaskan bahwa hubungan antara elemen lingkungan internal dan eksternal dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Di sisi lain, EWRM didasarkan pada manajemen risiko di tingkat perusahaan dan memberikan sedikit interaksi di ruang lingkup internal dan eksternal.


Penulis: Umar Hasan, Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah STEI SEBI