Header Ads

Warga di Babelan Diduga Tertipu Milyaran Rupiah Pengembang Rumah Bodong

Warga di Babelan Diduga Tertipu Milyaran Rupiah Pengembang Rumah Bodong

Belasan Warga kavling griya rizqiya, RT 04 / RW 015 kampung jati, kelurahan kebalen, kecamatan babelan, kabupaten bekasi, kamis (15/12/22). Diduga menjadi korban penipuan rumah murah dengan cicilan jangka pendek tanpa bank.

selain status tanah bermasalah sebagian korban mengaku belum mendapatkan unit rumah setelah menyetorkan sejumlah uang  hingga milyaran rupiah.

Rata rata korban membeli dengan cara kredit pribadi kepada pemilik perumahan tanpa melalui proses bank, sebagian lainya membeli secara cash dan menyetorkan sejumlah uang tunai mulai dari 100 hingga 200 juta rupiah,

Salah seorang korban Rahmat aziz, menjelaskan berawal mendapatkan info dari media sosial Facebook lalu korban di antar oleh pihak marketing kemudian ketemu dengan pemilik rumah..

” Awal nya saya dapet info dari Facebook lalu saya di anter pihak marketing dan saya ketemu sama pemilik rumah nya itu M dan AR setelah itu saya langsung memberi DP buat pembelian rumah tersebut dengan DP 5 juta rupiah pada tahun 2017 bulan 9 waktu itu.” Jelasnya.

Rahmat aziz juga menambahkan diri nya dijanjikan pemilik rumah Sedia menjual dengan harga 160 juta rupiah dengan harga tersebut Sudah termasuk pengurusan surat-surat tanah atau SHM namun hanya cuma janji.

” Saya dijanjikan pemilik rumah sedia menjual dengan harga 160 juta rupiah dengan harga tersebut sudah termasuk pengurus surat surat tanah atau SHM, dalam sekian tahun ternyata apa surat tersebut blom saya dapatkan.” Tambahnya.

Namun setelah dibayar dan dihuni lebih dari setahun rumah tersebut justru bermasalah lantaran tidak sesuai dengan sertifikat surat tanah tersebut melainkan sudah digadaikan oleh pengembang ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan korban.

Salah seorang korban E, mengatakan diri nya berkomunikasi di media sosial Facebook menanyakan rumah yang mau di jual dengan KPR pribadi lalu diri nya bertemu dengan marketing bernama Nur dan di tawarkan ke rumah tersebut.

“Awalnya saya chat di Facebook saya menanyakan rumah yang mau dijual Dengan KPR pribadi lalu saya bertemu dengan Marketing bernama Nur dan langsung dia nawarin rumah Yang posisinya ada di deket masjid salman karena di sanah katanya mau diapresalin dan saya diarahkan ke rumah ini setelah ditempatin ternyata rumah ini sertifikatnya Sudah milik orang lain.” Katanya.

Para korban mengaku merugi kurang lebih dari empat milyar rupiah dari total 14 orang ironis nya sebagian korban bahkan tidak kunjung mendapatkan unit rumah yang dibelinya sejak dua tahun terakhir .

Kemudian para korban yang merasa tertipu Akhir nya salah satu korban sudah melaporkan ke pihak kepolisian polres metro Bekasi dengan nomor : LP/B/574/III/2022/SPKT/ Polres metro Bekasi/Polda Metro Jaya , tapi hingga kini belom ada tindakan apa apa alias mandek , sementara korban lain nya akan berencana melaporkan pihak pengembang dengan membawa bukti bukti kwitansi pembayaran rumah tersebut ke polres metro bekasi , Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

(drt)