Header Ads

Adoption of the COSO Methodology for Internal Shariah Audit (Adopsi Metodologi COSO untuk Audit Syariah Internal)

Adoption of the COSO Methodology for Internal Shariah Audit (Adopsi Metodologi COSO untuk Audit Syariah Internal)

Adoption of the COSO Methodology for Internal Shariah Audit (Adopsi Metodologi COSO untuk Audit Syariah Internal)


Pengawasan syariah dan audit syariah merupakan bentuk kontrol administratif untuk memastikan bahwa operasional dan transaksi Islamic Financial Institutions (IFI) atau lembaga keuangan Islam sudah sesuai dengan ketentuan syariah. Karenanya, Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) menyerukan untuk menggunakan metodologi COSO dalam pengendalian internalnya.

Model COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) dipandang sebagai metode pengendalian internal yang canggih lagi komprehensif. AAOIFI mencanangkan untuk memasukkan fungsi kepatuhan syariah dalam struktur manajemen risiko COSO.

Dikutip dari accounting.binus.ac.id, COSO adalah sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:
  1. Effectiveness and efficiency of operations (Efektivitas dan efisiensi operasi)
  2. Reliability of Financial Reporting (Keandalan pelaporan keuangan)
  3. Compliance with Applicable laws and regulations (Kepetuhan kerhadap hukum dan peraturan yang berlaku)
COSO didirikan pada tahun 1985 di bawah kepemimpinan James Treadway—mantan komisaris komisi sekuritas dan bursa AS. COSO ini mencakup lima organisasi terbesar sektor swasta di AS yaitu American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), the Institute of Internal Auditors (IIA), the Financial Executives International (FEI), the American Accounting Association (AAA), dan the Institute of Management Accountants (IMA). 

Perkembangan COSO terjadi beberapa kali revisi. Kerangka pengendalian internal versi pertamanya dibentuk pada tahun 1992. Versi penyempurnaan dari versi tahun 1992 terjadi pada tahun 2013 yang mana isinya adalah komponen yang diterapkan COSO 1992 dengan penambahan seperangkat prinsip dan konsep. Terakhir COSO diperbaharui pada tahun 2017 berjudul “Enterprise Risk Management (ERM) Integration of Strategies and Performance”. 

Menurut COSO, penerapan kerangka pengendalian internal itu menjadikan alasan kuat dalam menentukan tingkat jaminan yang diberikan oleh kontrol regulasi yang dirancang di tingkat institusional. Beberapa komponen COSO diantaranya:

  1. Kontrol lingkungan, yaitu filososi dan visi lembaga, atau budaya tata kelola manajemen.
  2. Manajemen risiko, yaitu pengaturan atas kemungkinan bahwa suatu peristiwa akan terjadi dan dapat mempengaruhi pencapaian tujuan dari suatu organisasi.
  3. Aktivitas kontrol, yaitu prosedur yang membantu mengecek dan memastikan penerapan instruksi manajemen.
  4. Informasi dan komunikasi, yaitu proses keberlanjutan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dan komunikasi merupakan sarananya.
  5. Pemantauan kegiatan, yaitu aktivitas untuk memastikan komponen-komponen yang telah disebutkan diatas berjalan dengan baik dan benar.
Pada dasarnya, antara tata kelola syariah dan tata kelola perusahaan konvensional tidak terdapat perbedaan signifikan, kecuali dalam hal undang-undang yang mengaturnya. Jika tata kelola perusahaan berkiblat pada undang-undang, maka tata kelola syariah berkiblat juga pada hukum Islam.

Dari sini, usul AAOIFI terkait menerapkan COSO untuk pengendalian internal dan memasukkan unsur Islam di dalamnya menimbulkan kekhawatiran para pakar industri tentang seefisien dan seefektif apa metodologi COSO dalam mencapai tujuan pengawasan syariah, apakah metode ini sejalan dengan prinsip serta tujuan syariah, dan apakah mungkin untuk mengintegrasikan metodologi COSO dalam proses audit syariah.

Berlatarbelakang dari kekhawatiran para pakar industri tersebut, penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan menjelaskan bagaimana metodologi COSO, komponen dan prinsip-prinsipnya serta sejauh mana ia dapat diadopsi dalam proses audit syariah.

Dari penelitian terdahulu yang terlampir dalam tinjauan literatur, beberapa penelitian hanya terfokus kepada pemeriksaan efisiensi kerangka pengendalian internal COSO dan pentingnya bagi kontrol syariah. Namun mereka belum membahas sepenuhnya terhadap persyaratan syariah dan bagaimana memasukkannya ke dalam SGF (Sharia Governance Framework) IFI yang ada. Suatu lembaga keuangan Islam atau IFI yang penerapan SGF-nya kuat maka akan kuat pula kepercayaan dari pemangku kepentingan dan industri keuangan Islam.

Setelah membaca jurnal ini, satu hal yang perlu diingat bahwa walaupun COSO merupakan langkah maju untuk audit yang efektif, namun belum ada klaim bahwa ini adalah langkah terakhir dalam disiplin ini atau bahwa hal tersebut tidak memerlukan amandemen lebih lanjut. Karena kerangka ini dikembangkan sebagai respon terhadap perubahan besar dalam operasional kelembagaan yang mana mengharuskan pengembangan metodologi yang komprehensif dan berwawasan luas.

Sehingga menurut pandangan peneliti, penerapan metodologi COSO ke proses audit syariah bukan hanya mungkin tapi juga diinginkan. Namun tetap, dalam penggunaan metodologi COSO masih perlu peningkatan terkait memasukkan fungsi kepatuhan syariah dengan memperluas penggabungan metodologi COSO.

Penemuan lain adalah bahwa kerangka COSO ini menyajikan sistem pengendalian internal yang terintegrasi dan sistematis, dan ia menggunakan metode yang bisa diterapkan dengan mudah pada audit syariah IFI. Audit syariah merupakan bagian penting dari fungsi manajemen dengan tujuan untuk memastikan pencapaian tujuan syariah dan mengurangi risiko-risiko yang mungkin akan terjadi atau dihadapi oleh organisasi.

Daftar Pustaka
  • Sistem Pengendalian Menurut COSO. (2015, September 25). Retrieved October 31, 2022, from accounting.binus.ac.id: https://accounting.binus.ac.id/2015/09/25/sistem-pengendalian-menurut-coso/
  • Bouheraoua, S., & Djafri, F. (2022). Adoption of the COSO Methodology for Internal Shariah Audit. Islamic Finance.

Review Jurnal : Adoption of the COSO Methodology for Internal Shariah Audit
Penulis : Said Bouheraoua and Fares Djafri
Publikasi : Emerald Publishing Limited
Oleh
Nama : Hanifatul Ibtihal Muhngin
Domisili : Depok, Jawa Barat
Instansi : STEI SEBI