Header Ads

Puluhan Ibu-Ibu Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Arisan di Kabupaten Bekasi

Puluhan Ibu-Ibu Diduga Jadi Korban Penipuan Modus Arisan di Kabupaten Bekasi



WajahBekasi.Com - Puluhan ibu-ibu di Desa Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi mendatangi Polres Metro Bekasi. Mereka melaporkan dugaan penipuan yang berkedok tabungan dan arisan.

Dugaan penipuan ini terungkap dari kecurigaan peserta arisan. Mereka curiga adanya nama fiktif yang mendapat arisan.

"Dapat arisannya Rp11 juta. Setiap Senin bayar Rp100 ribu, tapi belum ada yang dapat sama sekali. Yang di Desa Karangsatu itu gak ada namanya, kalau dikocok ya yang dapat nama dari dia panitia, fiktif," ucap Lahin, salah seorang peserta arisan, Senin (24/10).

Lahin mengaku pernah mendapat arisan tersebut sebesar Rp5 juta pada putaran sebelumnya. Karena yakin dengan sistem arisan yang dijalankan ibu rumah tangga berinisial SR itu, dia kembali ikut dengan iming-iming bisa mendapat Rp11 juta.

"Dulu saya pernah ikutan arisan, benar dapat Rp5 juta, sekarang ikutan lagi, dapatnya lebih besar Rp11 juta, tapi belum dapat juga, ada 35 orang yang keluar," katanya.

Peserta Rugi antara Rp2 Juta-Rp30 Juta

Untuk menentukan peserta yang mendapat giliran terima uang pada arisan ini, lanjut Lahin, dilakukan dengan cara dikocok melalui Facebook secara live.

"Dikocoknya lewat Facebook, enggak ada nama kita yang keluar, katanya yang dapat orang-orang jauh mulu," ucapnya.

Shindi, peserta arisan lainnya mengatakan, kecurigaan muncul sejak September 2022. Dari 110 orang peserta arisan, masing-masing mengalami kerugian antara Rp3 juta sampai Rp30 juta.

"Arisannya sudah hampir dua tahun, nah tanggal 23 September 2022, kita tanya yang dapat siapa, tapi dia (pengelola arisan) jawabnya orang sana, orang sini, tapi orang itu nggak ada namanya pas kita cek," ucapnya. [yan - merdeka.com]