Header Ads

Mitra Shopee Express Bekasi Mogok, Protes Penghapusan Insentif

Mitra Shopee Express Bekasi Mogok, Protes Penghapusan Insentif

WajahBekasi.Com - Ratusan Mitra Shopee Express di wilayah Kabupaten Bekasi menggelar aksi mogok kerja per hari ini, Sabtu, 10 September 2022.

Aksi mogok kerja itu digelar lantaran mereka menolak penghapusan insentif yang dilakukan manajemen PT Nusantara Express Kilat.

Salah seorang Mitra Shopee Express, Syarif Hidayat, menjelaskan aksi ini diharapkan penghapusan insentif batal diterapkan.

“Insentif itu sendiri dihapuskan oleh pihak manajemen secara sepihak tanpa adanya mediasi terlebih dahulu terhadap para mitra itu sendiri,” jelasnya saat dihubungi. Sabtu, 10 September 2022.

Manajemen, kata dia, beralasan efek global menjadi penghapusan insentif itu.

“Jika para kurir mengirimkan 30 paket per harinya, itu kita mendapatkan insentif Rp40.000,” jelasnya.

“Harusnya mitra itu dengan mengirimkan 30 paket mendapatkan Rp115.000 dan sekarang hanya mendapatkan Rp 60.000 itu sangat jomplang sekali,” tambahnya.

Syarif menegaskan, bahwa penghapusan instensif yang dilakukan pihak manajemen akan berlaku mulai 13 September 2022 sehingga 5 hub kompak melakukan mogok kerja.

Berdasarkan informasi yang didapat pojoksatu.id, hub yang menggelar aksi mogok adalah Hub Tambun Selatan, Hub, Cikarang Barat, Hub Cibitung, Hub Cikarang, Hub Mustikajaya, dan Hub Setu.

“Mangkanya sebelum dilakukan penetapan itu kita melakukan aksi mogok kerja karena tidak setuju dengan skema yang baru,” tutupnya.

Pojoksatu.id juga menghubungi salah seorang kurir Shopee yang menyebut ada 2 jenis kurir di Shopee Express. Pertama, dedicated atau yang menerima gaji bulanan. Kedua, mitra Shopee.

Kurir dedicated mendapat target yang sama setiap harinya, dan kerja 5 hari dalam sepekan. Sementara, kurir Shopee berstatus mitra dibayar per paket dengan besaran Rp2.500 per paket dengan insentif Rp45.000 apabila mengirim 30 paket.

Jika mitra shopee express mengirim di atas 30 paket, maka harga per paket yang berhasil dikirim Rp2.200 dengan insentif Rp115.000.

Dengan penghapusan insentif, maka setiap paket yang terkirim diharga Rp2.000, sehingga ketika seorang mitra mengirim 40 paket, hanya menerima Rp80.000. (Adika Fadil/Andi Saddam/Pojoksatu.id)