Header Ads

Rawan Aksi Kriminal, Warga Minta Lampu Penerangan di Ujung Harapan Babelan Ditambah

Rawan Aksi Kriminal, Warga Minta Lampu Penerangan di Ujung Harapan Babelan Ditambah

Warga Jalan Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi mengaku resah dengan tingginya angka kriminalitas di wilayahnya yang terjadi akhir-akhir ini.

Seperti yang terbaru dan viral di media sosial kasus pembegalan terhadap pelanggan warung kopi yang sedang asyik ngobrol pada Minggu 24 Juli 2022, kemarin. Begal bercelurit tersebut diduga merampas satu unit handphone milik korbannya. 

Salah satu warga yang juga pemilik kios toko pemancingan, Dirman mengungkapkan, bila akhir akhir ini kriminalitas kerap terjadi di lingkungannya.

"Kalau menurut saya sekarang memang lagi rawan, kemarin baru aja kejadian dan bulan ini udah ada 4 Motor hilang di jalan jalan ini ujung harapan," ujar Dirman kepada Poskota, Rabu 27 Juli 2022.

Bahkan diungkapkan terhadap warung kopi yang berlokasi di samping kiosnya kerap disasar oleh para pelaku kriminal. 

"Iya pernah, tabung gas, sama duit ada beberapa lah, sekitar dua minggu yang lalu," ungkapnya.

Tak hanya itu, terdapat warung kelontong yang berjarak tak jauh dari lokasi kiosnya pada akhir tahun 2021 sempat disasar oleh bandit dengan modus yang sama yakni dengan mengancam korban menggunakan senjata tajam.

Dirman menyebut bila lingkungan tempat kejadian memang sangat gelap dan memicu kawanan pelaku kejahatan berkasi. 

"Yak karena jalanan sepi, lalu kalau di toko-toko juga sepi. Lampu penerangan kurang. Kalau bisa ditambahin lagi lampu penerangannya," bebernya.

Diungkapkannya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan para pemilik warung ataupun kios menutup lebih cepat usahanya.

"Yak kita tutup lebih awal lah, jam 9 udah tutup. Kejadian biasanya jam 11 keatas," kata Dirman.

Sementara itu warga lainnya bernama Cahyo Nugroho (27) yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, meminta masyarakat harus lebih waspada.

"Kalo lingkungan sih tempat ramai, itu kan dekat toko, dan berhubungan jam 2 pagi. Si pelaku melihat situasi itu memungkinkan, dan pengusaha itu buka jam 2, masih menerima orang datang jadi mengundang pelaku kesempatan buat mereka," tutur Cahyo Nugroho.

Adapun menurutnya, aturan buka tutup operasional warung kopi harus dikaji lagi oleh pemerintah kabupaten Bekasi. Ia juga meminta pemerintah memperhatikan unsur penerangan jalan yang minim di wilayahnya.

"Untuk peraturan buka usah harus di sosialisasikan karena itu jam jam anak muda, tempat nongkrong kayak gitu, SMA orang tua sosialisasi di RT dan RW. Polisi harus patroli rutin, efek dari Covid-19 Karena gak punya kerjaan efek dari sana, masih dari sana," pungkasnya. (ihsanfahmi - poskota.co.id)