Header Ads

Pentingkah Lembaga Keuangan Syariah?

Pentingkah Lembaga Keuangan Syariah?

Syafiqoh Allathifah Husna RM
Mahasiswa STEI SEBI

Pentingkah Lembaga Keuangan Syariah?


Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Didasari dengan hal itu,dewasa ini semakin banyak lembaga keuangan syariah yang bermunculan dan terus didukung oleh masyarakat muslim di Indonesia. Selain itu, terlepas dari kata ‘syariah’, memang lembaga keuangan syariah dapat mendukung kegiatan bisnis dan investasi masyarakat—yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. 

Seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan Rasulullah SAW dahulu adalah berwirausaha atau berbisnis, yang dapat menciptakan manfaat bagi banyak orang yang terlibat di dalamnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Kalau keduanya (pedagang dan pembeli) bersifat jujur dan menjelaskan (keadaan barang dagangan atau uang pembayaran) makan Allah akan memberkahi keduanya dalam jual beli tersebut, tapi kalau keduanya berdusta dan menyembunyikan (hal tersebut) maka akan hilang keberkahan jual beli tersebut.”

Lembaga keuangan, menurut SK Menkeu RI No. 792 Tahun 1990, ialah semua badan yang kegiatannya di bidang keuangan, melakukan perhimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Yang pada intinya bukan hanya membiayai investasi, namun juga hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keuangan dan perekonomian. 

Lembaga keuangan terbagi menjadi dua, yaitu konvesional atau lembaga keuangan yang umum ada di masyarakat. Dan ada lembaga keuangan syariah, yaitu tempat dimana umat Islam dapat melakukan praktek ekonomi yang didukung dengan metode-metode juga konsep yang diajarkan dalam Islam—tepatnya syariah. 

Lembaga keuangan syariah sendiri, dibedakan lagi menjadi dua. Yaitu lembaga keuangan depository syariah yang lebih dikenal dengan lembaga keuangan bank syariah, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaan uang. 

Kemudian ada lembaga keuangan syariah non depository, yaitu yang selain bank syariah, contohnya seperti asuransi, pegadaian, reksa dana, dan pasar modal. Di dalam semua lembaga keuangan syariah tersebut, dalam semua kegiatan keuangannya diawasi oleh Dewan Pengawasan Syariah. 

Dalam menjalankan sistemnya, ada beberapa prinsip yang dimiliki oleh lembaga keuangan syariah. Yang pertama yaitu keadilan, ini berlaku dalam pembagian keuntungan di masing-masing pihak. Kemudian, kemitraan, disini posisi nasabah investor, pengguna dana, dan lembaganya sendiri adalah sama—sejajar. Ketiga, yaitu transparansi, memberikan kebebasan pada nasabah atau pihak terlibat lainnya untuk mengetahui keterbukaan laporan keuangan. Terakhir, yaitu universal, dimana lembaga keuangan syariah dapat digunakan oleh siapapun, terbuka bagi seluruh kalangan, bagi seluruh umat manusia. 

Jadi, meskipun dalam prakteknya menggunakan metode-metode yang sesuai hukum di dalam Islam, lembaga keuangan syariah dapat digunakan oleh semua kalangan dan tentunya bukan hanya masyarakat muslim. 

Contohnya saja pada lembaga bank syariah Mandiri pada tahun 2010, mendapat banyak sekali peminat dari masyarakat non muslim, bahkan hingga lebih dari 60% partisipannya berasal dari masyarakat selain muslim. Itu membuktikan kepercayaan masyarakat Indonesia pada lembaga keuangan syariah.

Selain prinsip-prinsip yang telah dikemukakan di atas, ada beberapa poin-poin penting dalam menjalankan lembaga keuangan syariah, antara lain yang pertama adalah tidak boleh ada perbedaan di dalam nilai pembayaran pinjaman dengan kesepakatan sebelumnya, lalu keuntungan dan kerugian dalam proses peminjaman dana harus terbagi rata antara lembaga keuangan dengan pemberi dananya, kemudian dalam lembaga keuangan syariah tidak ada unsur menghasilkan uang dari uang karena hal tersebut adalah masuk ke dalam riba, keempat yaitu tidak diperbolehkan adanya unsur gharar atau ketidakpastian, dan terakhir adalah dalam prakteknya tidak diperbolehkan mengandung unsur-unsur yang haram, seperti makanan atau minuman haram. 

Dan secara garis besar keseluruhannya, prinsip lembaga keuangan syariah yaitu bebas dari maysir atau judi, gharar, haram, riba, dan bathil atau yang tidak bermanfaat. Yang kedua, keuntungan yang sah menurut syariat Islam. Dan ketiga, menyalurkannya pada zakat, infaq, juga shadaqah. 

Dengan semua prinsip dan karakteristiknya, lembaga keuangan syariah penting dalam perekonomian di masyarakat kita. Dengan berdirinya lembaga keuangan syariah berarti menciptakan sistem keuangan yang sehat yang efisien dan adil, juga mampu mengembangkan peran masyarakat dalam perekonomian dan pembangunan, bahkan sampai ke daerah-daerah terpencil. 

Selain itu, dengan lembaga keuangan syariah juga dapat mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas sosial ekonomi di masyarakat. Lembaga keuangan syariah dalam kegiatan-kegiatan ekonominya sangat membantu dalam mengurangi ketidaksejahteraan dan memulihkan ekonomi melalui program-program pemberdayaan usaha masyarakatnya. Dan pada akhirnya meningkatkan pemikiran masyarakat di bidang ekonomi dan bisnis.