Header Ads

PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI UMKM

PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI UMKM

Oleh: Siti khoifah 
MAHASISWA STEI SEBI

PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI UMKM



Globalisasi menjadi arus yang sangat cepat dan tidak dapat diprediksi dengan seakurat mungkin, melihat bagaimana dampak yang ditimbulkan, Di mana Bidang ekonomi memiliki peran yang sangat berpengaruh bagi sektor keuangan masyarakat di indonesia. 

Pembangunan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah memiliki peran yang sangat signifikan (Audretsch, Van der Horst, dan Thurik 2009, Carrter, dan Jones-Evans, 2006).

UMKM (Usaha mikro kecil dan Menengah) adalah usaha yang menghasilkan yang harus terus dikembangkan agar bisa mendukung perkembangan ekonomi di indonesia baik secara mikro dan bisa lebih dikembangkan skala besar secara makro. Jika melihat kebelakang akan peran UMKM. 

Ketika indonesia mengalami krisis pada nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS dan krisis moneter yang berdampak pada perekonomian indonesia pada awal tahun 1997-1998, menurut Anggraini, D., Nasution, .S.H (2013). 

Data badan pusat Statistik melalui penelitiannya  menyatakan bahwa pasca krisis ekonomi, UMKM di indonesia tidak berkurang justru meningkat sekitar 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja pada tahun 2012, jumlah UMKM sebanyak 56.534.582 unit atau sebesar 99.99% ( Suci, 2017).

Menurut Anggraini (2015) Literasi keuangan mempengaruhi cara perfikir seseorang terhadap kondisi keuangan serta mempengaruhi pengambilan  keputusan strategis dalam hal keuangan dan juga pengelolaannya untuk kemajuan ekonomi Indonesia dengan UMKM. 

Pengetahuan atau dasar keuangan harus dimiliki dan dipahami oleh masyarakat indonesia supaya bisa mengetahui konsep-konsep keuangan yang ada di Indonesia. Pemahaman masyarakat terhadap produk keungan syariah bisa terbilang cukup minim karena kurangnya akan literasi keungan syariah, padahal keungan syariah saat ini semakin berkembang pesat dengan banyaknya lembaga-lembaga yang menawarkan produk dan jasa keuangan  berlandaskan syariat islam. 
 

Apa itu literasi keungan syariah? 

Literasi keungan syariah merupakan suatu pemahaman individu mengenai pengelolaan dana, akad-akad dalam keuangan syariah, dan juga investasi syariah agar kesejahteraan hidup dimasa mendatang dapat terwujud. 

Literasi keuangan syariah sangat bermanfaat dan sangat berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan, serta saling membutuhkan satu sama lain, semakin tinggi literasi keuangan syariah maka semakin tinggi pengaruhnya  terhadap kinerja UMKM di indonesia, karena secara spesifik keberadaan UMKM dipercaya akan mampu berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja. 

Indonesia memiliki penduduk mayoritas beragama islam, namun sayangnya besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah masyarakat muslim yang memang memahami produk jasa keuangan syariah. 

Manfaat literasi keungan diantaranya, mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keungan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik, dan terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas. 

Karena seiring pesatnya perkembangan pasar keuangan, selain pasar keuangan  konvensional juga akan mumunculkan pasar keuangan berbasis syariah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar beralih ke produk keuangan syariah seperti sektor UMKM yang ada di Indonesia. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat menjadi penopang perekonomian suatu negara karena UMKM mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Namun disamping itu banyak permasalahan yang seringkali muncul pada pelaku UMKM, dimana banyak yang kurang mengetahui dan memahami kemampuan untuk mengelola keuangannya dengan baik. Hal ini disebabkan karena pada umumnya UMKM tidak memiliki informasi yang terorganisir mengenai kondisi keuangan pangsa pasar, dan sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki akses dan informasi ke pasar global. 

UMKM memang mimiliki beberapa kelemahan dalam beroprasi. Misalnya, kesulitan pemasaran, akses ke sumber pembiayaan yang sangat terbatas, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang belum bisa mengelola dengan baik, kesulitan bahan baku, dan keterbatasan teknologi.

Rendahnya daya saing UMKM di Indonesia disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan keahlian, sulitnya dalam pengurusan perizinan, kurangnya akses pemodalan, dan kurangnya dukungan infrastruktur. Hal ini dapat disebabkan oleh minimya pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap keberadaan lembaga keuangan, maka dari itu sangat penting untuk memahami, mengetahui dan menerapkan bahwa literasi keuangan syariah itu sangat penting supaya UMKM di Indonesia bisa semakin lebih pesat lagi. 

Diharapkan keuangan syariah dapat menjadi solusi bagi praktik-praktik keuangan yang mengarah pada riba, maysir, dan gharar. Dengan literasi keuangan syariah maka akan memberikan pengetahuan keuangan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga menjadikan usahanya berkembang dan berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang.


DAFTAR PUSTAKA
  • Djuwita, D. & Yusuf, A, A. (2018). Tingkat Literasi Keuangan Syariah Di Kalangan UMKM Dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Usaha. Al-Amwal, Vol. 10, No. 1, 105-127
  • Kasendah, S, B. & Wijayangka, C. (2019). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM. Al-Mana: Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol. 3, No. 1, 153-160
  • Subardi, P, M, H. & yuliafitri, I. (2019). Efektivitas Gerakan Keuangan Syariah Dalam Mengedukasi Masyarakat Memahami Produk Keuangan syariah. Banque syar’i: Jurnal Ilmiah Perbankan Syariah, Vol. 5, No. 1, 31-43