Header Ads

Pentingnya Filosofi Stoisisme dalam Kehidupan Masa Kini

Pentingnya Filosofi Stoisisme dalam Kehidupan Masa Kini

Oleh : Andreas Anton Priyambodo

Pentingnya filosofi Stoisisme dalam kehidupan Masa kini

Setiap orang pasti selalu mencari kebahagiaan dan kehidupan yang tenang, akan tetapi tanpa sadar malah pikiran kita sendiri yang membuat sesuatu itu menjadi rumit.

Pada kehidupan modern ini semua bergerak secara cepat, dan majunya teknologi dapat mempermudah manusia dalam bekerja. Akan tetapi di balik kehidupan yang hingar bingar ini, apakah kebahagiaan orang-orang di zaman modern ini sudah terpenuhi?. 

Isu mengenai kesehatan jiwa merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Berdasarkan data beberapa tahun terakhir, sekitar 20% masyarakat Indonesia berpotensi terdampak masalah kesehatan mental dan jiwa.

Membayangkan hidup bersama dengan pasangan yang dicintai atau bekerja di perusahaan besar itu sangat menyenangkan, sehingga orang-orang akan berusaha maksimal  untuk mencapai itu semua, tapi bagaimana kalau yang dibayangkan itu tidak sesuai harapan? pasti akan menimbulkan keresahan dan depresi. 


Pentingnya Memahami Filsafat Stoisisme

Filsafat Stoisisme hadir dengan membawa angin segar dan menjadi tren di beberapa kalangan karena dapat menjauhkan dari prasangka buruk. 

Mengutip dari Buku Filosofi Teras oleh Manampiring (2018), pemikiran Stoisisme ini digagas oleh Zeno pada awal abad ke-3 SM di Yunani. Di masa selanjutnya pemikiran ini kemudian dikembangkan oleh Seneca, Marcus Aurelius, dan Epitectus. 

Stoisisme ini digagas oleh Zeno pada awal abad ke-3 SM di Yunani
 Zeno Pengagas Filsafat Stoisisme 


Menjadi sebuah pertanyaan apakah pemikiran yang muncul di zaman Yunani kuno ini masih relevan dengan kehidupan sekarang? jawabannya “Iya”. 

Filsafat Stoisisme sendiri membahas hal yang berkaitan dengan kebahagiaan hidup dan cara mengatasi kejenuhan dan pikiran negatif dalam diri kita, sehingga filsafat ini sering disebut sebagai aliran yang mengajarkan jalan hidup

Setiap orang pasti selalu mencari kebahagiaan dan kehidupan yang tenang, akan tetapi tanpa sadar malah pikiran kita sendiri yang membuat sesuatu itu menjadi rumit. Stoisisme mempunyai manfaat untuk mengatasi itu semua, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan refleksi untuk melatih emosi dan kontrol diri. 

Jenis emosi negatif yang dapat mengganggu kebahagian batin antara lain yaitu; iri hati, takut, dan rasa sesal. Untuk mengontrol itu semua bergantung pada bagaimana cara kita menangapinya.

Stoisisme mengajarkan kita bahwa kebahagian itu terletak di dalam diri sendiri (batin), bukan dari hal-hal yang di luar kendali kita, seperti omongan orang lain, status, karir, opini dan sebagainya yang sewaktu-waktu dapat berubah dari apa yang diharapkan.

Kebanyakan dari kita sangat bergantung pada pikiran yang bisa kendalikan, padahal di balik itu semua ada faktor x yang di luar kendali pikiran manusia sendiri. 

Filosofi Stoisisme ini mengajarkan kita untuk melatih kebijaksanaan diri dalam menanggapi sebuah permasalahan, sehingga menjauhkan kita dari pikiran negatif yang disebabkan oleh pikiran kita sendiri tanpa mengubah esensi permasalahannya. 

Pada dasarnya kita mempunyai sebuah pilihan dalam pikiran kita untuk menanggapi permasalahan, jadi kebahagiaan yang dimaksud pada filosofi Stoisisme ini adalah bagaimana cara memfokuskan diri dan mengontrol dari apa yang bisa kendalikan yaitu mindset.