Header Ads

Memimpin Diri Sendiri

Memimpin Diri Sendiri

 Nursyakiah - STEI SEBI Depok


Berbicara tentang pengembangan diri atau biasa disebut juga dengan self development ini pastinya setiap orang memiliki suatu hasrat untung menegembangkan dirinya agar menjadi sosok orang yang bisa sukses, baik itu secara fisik, intelektual, emosional, sosial, finansial, maupun spritual. 

Bisa dibilang secara fisik kita mampu, sehat dan dipenuhi dengan energi. Tapi secara intelektual kita ingin lebih mampu memecahkan suatu masalah.

Diambil contoh dari secara finansial sebenarnya kita sangat ingin meningkatkan kondisi keuangan dari posisi kita yang telah berjuang ke posisi yang lebih aman, dan bila memungkinkan akan lebih baik jika bisa mencapai posisi paling atas dan berkelimpahan. Tetapi di samping itu secara spritual yang tak kalah lebih penting yaitu kita ingin meninggal dalam keadaan yang baik.

Dari kendala berat yang dihadapi, pasti ada kelompok yang masi gigih memperjuangkan apa yang masi diinginkannya, dan berkembang dalam aspek kehidupan mereka dari waktu ke waktu. Sementara itu ada juga kelompok yang menjalani kehidupan yang gagal dan biasa- biasa saja.

Dapatkah tergambar dipikiran kita bahwa termasuk kelompok manakah kita? Dan apa sesungguhnya yang telah menghalangi kita dalam menuju sukses? Apakah impian kita dapat terwujud?  Jika pemikiran itu ada dibenak kita maka mungkin dari sekarang sudah saatnya kita melakukan suatu penyesuaian. Untuk apapun yang kita impikan dapat terwujud di kemudian hari.

Definisi sukses adalah suatu perjalanan, bukanlah suatu tujuan. Jangan biarkan setiap proses kita berlalu tanpa adanya membangun sebuah jalan menuju kesuksesan.
 

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan sedikit tentang kiat perjalanan menuju kesuksesan yang kita impikan yaitu mampu untuk Memimpin Diri Sendiri terlebih dahulu.

Menurut Stephen R. Covey bahwa kesadaran diri adalah sebagai kemapuan unik dan rahasia kesuksesan manusia. Inilah satu kunci utama dari empat kunci menuju kebebasan memilih antara perilaku yang dikendalikan orang lain dan perilaku yang kita yang mampu kita kendalikan sendiri. 

Kunci lainnya untuk menuju sikap mengendalikan diri sendiri  adalah dari hati nurani dengan cara memandunya dalam suatu perbuatan benar atau salahnya dari yang dilakukan, kehendak mandiri yaitu kesiapan bertindak sesuai dengan kesadaran diri, dan yang terakhir yaitu imaginasi dengan penggunaan kreativitas, sisi kanan dari otak kita.

Jika kita mampu dalam melatih dan mengembangkan kunci tersebut, yakinlah kita dapat memimpin diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih efektif. Yang kita peroleh yaitu suatu kekuatan untuk melakukan hal yang kita inginkan dari diri sendiri, bukan untuk apa yang diinginkan orang lain untuk diri kita. 

Dengan kebebasan memilih inilah yang dapat memberdayakan diri kita untuk mampu mengendalikan kemauan takdir kita kelak dan mampu memaksimalkan sesuai dengan potensi diri kita sendiri.

Pertama, berhati- hatilah dalam berbicara, perkataan yang keluar dari mulut kita merupakan sebuah indikator atas tanggapan orang terhadap kita atau suatu kejadian. Maka disini kita haruslah mampu menggunakan kata dengan berbahasa yang mampu kita kendalikan sendiri untuk mengarah kepada hal yang positif dari bagaimana kita dapat memandang diri kita sendiri dan bagaimana orang lain menanggapi kita juga.

Kedua, mampu mengambil inisiatif untuk mengembangkan perilaku mengendalikan diri sendiri, menggunakan imajinasi, dan berfikir dalam pengaruh kedepannya. Untuk mengembangkan perilaku mengendalikan diri sendiri kita seharusnya memiliki sutu komitmen dan mampu melaksanakannya seperti; kita mampu menjadi bagian dari suatu solusi bukan bagian dari masalah, menjadi orang yang teladan bukan menjadi orang yang pengkritik, tidak menjadi orang yang menuduh bahkan menyalahkan, dan harus mengakui jika melakukan suatu kesalahan, serta melakukan pengoreksian dari kesalahan yang dilakukan dan mengambil hikmah dari segala kesalahan yang dilakukan secepat mungkin.

Ketiga, menetapkan suatu tujuan. Kita sebaiknya bisa menentukan kemanakah tujuan kita dan bagaimana caranya agar kita dapat sampai ke tujuan tersebut. Ajukan pertanyaan ini ke diri kita sendiri: dimanakah aku sekarang? Di manakah aku ingan berada selanjutnya? Dan kapan sekiranya aku bisa ada disana? Apa saja yang harus dilakukan sehingga sampai pada tujuan tempat itu? Apakah aku sudah memiliki bekal untuk mencapai tujuan itu? Apakah yang perlu dikembangkan dari bekal itu  sekarang? Apakah aku mencari bekal lagi? Apa saja tahapan yang harus aku lalui sebelum mencapai tujuanku? Pertolongan apa yang kelak aku butuhkan dan dari siapakah pertolongan itu?.

Keempat, mengoptimalkan kemampuan. Mampu mengoptimalkan kemampuan untuk memperluas pengendalian atas nasib, menentukan tujuan yang memiliki nilai kebermanfaatan, memproritaskan penggunaan waktu, bekerja sama dengan orang lain juga, mendengarkan, mampu mengkoordinasikan pekerjaan, dan meningkatkan bekal fisik, manusia dan keuangan.
“ Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri. Jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri. Dengan kata lain terapkan dulu 3M. M pertama, mulai dari diri sendiri. M kedua, mulai dari hal yang kecil. M ketiga, mulai saat ini juga.”
( KH. ABDULLAH GYMNASTIAR)