Header Ads

Jenis, Fungsi, dan Peran Wirausahawan

Jenis, Fungsi, dan Peran Wirausahawan

Fajri Nurul Izzati mahasiswa STEI SEBI


Jenis, Fungsi, dan Peran Wirausahawan


Jenis-Jenis Wirausahawan

Para ahli mengungkapkan bahwa kewirausahawan dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu berdasarkan pada pemilikan, perkembangan, dan kegiatan usaha yang dilakukannya. 

Roopke mengelompokkan kewirausahawan berdasarkan pada perannya menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut:

  1. Wirausahawan rutin, yaitu wirausahawan yang berfokus pada pemecahan masalah dan perbaikan terhadap standar tradisional. Wirausahawan ini berusaha untuk menghasilkan barang, pasar, dan teknologi, misalnya seorang pegawai atau manajer.
  2. Wirausahawan arbitrase, yaitu wirausahawan yang mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Kegiatan kewirausahaan arbitrase tidak melibatkan pembuatan barang dan penyerapan dana pribadi wirausahawan. Namun, melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan beli.
  3. Wirausahawan inovatif, yaitu wirausahawan yang menghasilkan ide-ide baru yang berbeda. Ia merupakan promotor yang memperkenalkan teknik dan produk baru, sumber pengadaan, peningkatan teknik manajemen, dan metode distribusi baru.

Sementara itu, Thomas Zimmerer mengelompokkan wirausahawan berdasarkan pada profilnya menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut:
  1. Part-time entrepreneur, yaitu wirausahawan yang melakukan usaha sampingan selama setengah waktu, biasanya dijadikan sebagai hobi.
  2. Home-based new ventures, yaitu usaha yang dirintis dari rumah atau tempat tinggal.
  3. Pamily-owned business, yaitu usaha yang dimiliki oleh anggota keluarga secara turun-temurun.
  4. Copreneurs, yaitu usaha yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang wirausahawan yang bekerja sama sebagai pemilik.


Fungsi Wirausahawan

1. Fungsi Makro

Fungsi wirausahawan secara makro yakni berperan dalam ekonomi nasional sebagai penggerak, pengendali, dan pemacu perekonomian suatu bangsa. Para wirausahawan berfungsi menciptakan investasi baru, pembentuk modal baru, menghasilkan lapangan kerja baru, menciptakan produktivitas, meningkatkan ekspor, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteran. 

Sementara itu, peran wirausahawan melalui usaha-usaha kecil adalah memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha, seperti fungsi pemasok, fungsi produksi, fungsi penyalur, dan fungsi pemasaran bagi hasil produk industri besar. Usaha kecil juga dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dalam menyerap tenaga kerja dan sumber daya lokal serta meningkatkan sumber daya manusia agar dapat menjadi wirausahawan yang tangguh.

2. Fungsi Mikro

Fungsi wirausahawan secara mikro dalam perusahaan adalah menanggung risiko dan ketidakpastian, mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda, menciptakan nilai tambah, menciptakan usaha baru, dan menciptakan peluang baru.
Peran Wirausahawan

Menurut Marzuki Usman, peran wirausahawan dalam melakukan fungsi mikro terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
  1. Sebagai penemu, wirausahawan berperan dalam menemukan dan menciptakan produk baru, teknologi baru, ide-ide baru dan organisasi usaha baru
  2. Sebagai perencana, wirausahawan berperan dalam merancang perencanaan perusahaan, strategi perusahaan, ide-ide dalam perusahaan dan organisasi perusahaan.

Werner Shombart, membagi peran wirausahawan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
  1. Pemimpin industri, yaitu sebagai teknisi yang memiliki keahlian dalam suatu bidang, kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru.
  2. Usahawan, yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan dan keinginan masyarakat serta meningkatkan penjualan dan memperbanyak konsumen.
  3. Pemimpin keuangan, yaitu orang yang berada dalam bidang keuangan, mengumpulkan uang, dan menggabungkan sumber-sumber keuangan.