Header Ads

TIDAK KULIAH ,APAKAH ITU TERMASUK TAKDIR?

TIDAK KULIAH ,APAKAH ITU TERMASUK TAKDIR?

Shofi Hanifa Fauziah mahasiswi STEI SEBI

TIDAK KULIAH ,APAKAH ITU TERMASUK TAKDIR?



Takdir berasal dari kata qadara yang artinya ketentuan karena sesungguhnya Allah SWT,telah menentukan suatu perkara atas kehendak-Nya,sebagaimana diterangkan dalam hadist arbain hadist ke 4 tentang fase-fase penciptaan manusia dan perjalanan akhirnya .Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud, ia berkata :

"Rasulullah menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan, Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai bentuk mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. 

Kemudian diutus kepadanya malaikat lalu ia meniupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan sehingga dia pun melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. 

Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan hadist diatas ,bahwasanya Allah telah menetapkan empat perkara sebelum kita lahir kedunia ini  yaitu :menetapkan perkara rezeki,ajal,amal,dan kecelakaan atau kebahagiaan.Namun takdir itu terdapat  2 macam :

1.Takdir Mutlaq / Mubram  ,yaitu takdir yang sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah lagi meskipun dengan segala cara,takdir ini tidak ada unsur campur tangannya dengan manusia,contoh takdir mutlaq adalah penciptaan langit dan bumi dan proses kelahiran manusia daro orangtuanya ,manusia tidak dapat menentukan tentang bapak atau ibunya dan waktu kelahiranya,termasuk ajal atau kematian ia adalah takdir mutlaq karena itu merupakan ketetapan allah yang tidak bisa diubah.

2.Takdir Ikhtiar / Takdir Mualaq,yaitu sesuatu yang Allah tentukan di lauhil mahfudz  untuk setiap manusia,apa yang akan dilakukan sehari-hari dimana sudah ditentukan di lauhil mahfudz dan tidak akan berubah lagi  tetapi Allah catat sesuai pilihan hambanya saat  itu,pada saat dia hidup  dan allah tidak memaksa tidak seperti halnya takdir mutlaq tadi ,dan takdir ikhtiar in ada campur tangan manusia didalamnya,seperti hal nya tentang   “jodoh” jodoh termasuk takdir ikhtiar äpabila ada 3 opsi jodoh oranngnya yaitu : A,B,C, apabila  kita memilih yang C maka  itu adalah pilihan kita meskipun allah sudah mengetahui pilihan kita adalah C ,maka ketika kita sudah memilih, disitukah allah tetapkan takdir kita kemudian takdir kehidupan yang selanjutnya.amal,ibadah dan perilaku,memilih jurusan kuliah itu adalah takdir ikhtiar .Adapun rezeki, yaitu termasuk dalam 2  takdir  yaitu mutlaq dan ikhtiar 

“Diibaratkan seperti pohon,terdapat  buah  yang berjatuhan dan ada buah yang bergelantungan,yang berjatuhan ini dia termasuk rezeki dimana semua orang akan dapat tanpa usaha pun dia akan mendapatkannya,seperti halnya udara yang kita hirup,tidak ada hal usaha yang khusus  untuk mendapatkan  udara,karena itu sudah datang sendirinya,sedangkan buah yang bergelantungan , untuk bisa mengambilnya kita harus dengan tangga, nah tangga ini ibaratkan ilmu pengetahuan ataupun keterampilan,sekolah perguruan tinggi, dan usaha dengan berdagang,tangga ini sebagai  fasilitas untuk bisa mengambil buahnya dengan kita memilih jurusan yang kita impikan. 

Apabila sudah mencapai diatas, maka kita bebas memilih buah itu, dengan syarat  kita harus memilih buah yang bagus ,baik,halal, dan tidak haram.

Tentang  Qadha ( Takdir) dan Qadhar  ,kita khususnya sebagai kaum muslim dalam islam terdapat rukun iman,dan salahsatu rukun iman  islam yang ke  6  yaitu : Beriman kepada Qadha Qadhar .

"Yaitu beriman kepada ilmu pengetahuan Allah yang qadim, dan beriman kepada kehendak Allah yang berlaku serta kepada takdir Nya yang mencakup segala sesuatu." (Al-Iman, hal 110)

Beriman kepada ketetapan (taqdir) yaitu meyakini bahwa Allah menciptakan dan mengatur segala sesuatu itu terjadi sesuai dengan ketetapan dan ilmu-Nya Semua kejadian dan pekerjaan makhluk terjadi atas takdir Allah, maka semestinya manusia meneriman apa-apa yang terjadi itu dengan ridha. Sebagaimana Allah Swt,berfirman : 

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar 54: 49) 

Qadha atau sering disebut dengan takdir adalah keputusan dan ketetapan Allah.Sedangkan Qadhar adalah kapasitasnya dari keputusan Allah atau secara makna yaitu suatu ketapan Allah berdasarkan ukuran  pada setiap diri umat manusia sesuai kehendak-Nya semenjak zaman azali .

Apa itu Kuliah ?


Kuliah sendiri merupakan proses pembelajaran lanjutan dibidang formal setelah jenjang Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Alliyyah bahkan SMK , dimana dalam kuliah memiliki banyak jurusan dan pertimbangan sesuai minta dan bakat setiap orang.

Dan untuk memulai perguruan tinggi ini memang membutuhkan banyak pengorbanan,mulai dari waktu,energi,pikiran dan biaya,betapa banyak orang yang berlomba-lomba  ingin mewujudkan impian dan cita-citanya agar bisa  kuliah di tempat yang di idamkan,karena dengan  kuliah  lebih banyak dilihat orang sebagai jaminan hidup, juga salahsatu jalan untuk  bisa mencapai cita-cita tiap orang.

Akan tetapi kuliah bukan hal yang mudah bagi sebagian orang yang mempunyai keterbatasan khususnya dalam ekonomi,sering kita jumpai dimana banyak orang yang ingin kuliah akan tetapi mereka tak mampu karena keterbatasan ekonomi ataupun restu dari orang tua ,kemudian banyak  juga orang yang  mampu untuk kuliah tetapi  tidak  masuk jurusan, sesuai yang diimpikan  .Lantas  ketika orang yang tidak kuliah apakah  itu termasuk dari  takdir ? walaupun mereka sudah beikhtiar sekeras mungkin .

Yang termasuk dalam jenis takdir ikhtiar yakni kesuksesan seorang siswa dalam proses belajar,ketika ia tekun belajar,tidak bermalas-malasan,usaha,maka jika sudah takdirnya ia akan berprestasi  dibidangnya dikemudian hari.Sama seperti hal nya ,Orang yang tidak kuliah apakah itu takdir ? 

Misalkan  ketika ada seseorang  yang ingin kuliah akan tetapi mempunyai keterbatasan untu berkuliah karena ekonomi, tetapi jika jika mempunyai tekad yang kuat dia bisa mengubah takdirnya untuk bisa berkuliah,jika bersungguh-sungguh ia akan memperjuangkan ,usaha,mencari jalan agar bisa kuliah,karena zaman sekarang banyak peluang seperti hal nya beasiswa dari lembaga atau pun sejenisnya ,untuk membantu orang yang mempunyai keterbatasan agar bisa terwujud impiannya,atau hal nya kita ingin kuliah di universitas ini,kita berikhtiar,begitu test di universitas tersebut tidak lulus,lulus nya ke Lembaga Tahfidz Qurán,harap-harap masuk universitas tetapi masuk LTQ ,atau hal lainya,kemudian  ingin masuk universitas akan tetapi malah belok, bekerja di suatu perusahaan atau membantu orang tua dalam bidang lainnya.

Bagaimana memahaminya ? ?

Kadang jalan kehidupan yang telah Allah tetapkan  bukan harus menentukan hasil sesuai dengan yang anda inginkan ,tetapi Allah menetapkan sesuai dengan apa yang kita  butuhkan,kita ingin ke universitas negeri ini,tapi apa yang kita dapatkan bukan maslahat (kebaikan)  buat kebutuhan diri kita ,maka dibelokan oleh Allah ke hal lain,supaya kita mendapat apa yang diri kita butuhkan dalam kehidupan kita nantinya.Karena Allah mengabulkan hanya  apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang diinginkan.Sebagaimana Allah  Swt, dalam firmannya  Surat Al-Baqarah  ayat  216 :
 
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Setelah itu, hendak lah  kita sebagaimana manusia, tetap  harus berusaha sekuat mungkin untuk menggapai impian kita,urusan Allah kabulkan atau tidak ,itu sudah menjadi kehendaknya.

Dengan menulis artikel ini penulis berharap semoga dengan memahami pemahaman tentang  takdir dengan benar , agar menjadi manusia yang slalu menyandarkan dirinya kepada Allah SWT ketika melakukan usaha, sehingga tidak bersandar pada usaha itu sendiri karena segala sesuatu itu yang menentukan Allah.Menimbulkan ketenangan dalam kehidupan dan jiwa  kita karena kita telah mengimani rukun islam yang ke 6 ini .

Takdir itu pilihan hidup, dimana yang pilihan kita itu,kemudian ditetapkan Allah swt, setelah itu  manusia diberi kemampuan untuk memilih,baik atau buruk,bahwasannya Allah ciptakan kebaikan dan keburukan,yang buruk ini diciptakan bukan untuk menjadikan kita berperilaku buruk akan tetapi menguji supaya sifat  yang baik-baik ini muncul kepermukaan seperti hal nya Allah ciptakan tawadhu dibuat lawanya sombong,allah menciptakan sombong ini bukan menjadikan seseorang menjadi sombong akan tetapi menguji agar sifat tawadhu nya muncul,sebab apabila tidak diciptakan sombong tidak akan terlihat tawadhu,jadi ini dibuat supaya sifat yang baik muncul, ini adalah konsep Al-Quran Surat As-Syams ayat  :7-10.