Header Ads

Percaya Zodiak Merusak Keimanan Pemuda Generasi Islam

Percaya Zodiak Merusak Keimanan Pemuda Generasi Islam

Perhitungan ramalan bintang didasarkan pada rasi bintang, yaitu sekumpulan bintang yang terletak berdekatan, membentuk suatu pola yang dinamai dengan zodiak. 

Menurut perhitungan zodiak, satu tahun ada dua belas bintang, yang masing-masing bintang itu mempunyai pengaruh pada karakteristik dan nasib seseorang, seperti cara berpikirnya, sikapnya, perbuatannya, bahkan pada nasib baik buruknya. Ramalan bintang atau zodiak biasa digambarkan untuk mengetahui keadaan seseorang dalam janga waktu 1 minggu atau sebulan mendatang bahkan setahun ke depan. 

Cara memperoleh ramalan bintang di era modern ini tidak perlu susah payah untuk datang ke dukun atau peramal, setiap orang dapat mengakses banyak aplikasi yang terdapat di smartphone, diaplikasi tersebut kita dapat mengetahui ramalan-ramalan yang terjadi untuk diri kita pada hari ini esok maupun nanti. Zodiak populer di kalangan remaja. 

Kepopuleran zodiac merangkak naik karena hadirnya berbagai macam ramalan yang di sesuaikan dengan bulan kelahiran, Sebagian orang percaya dan beberapa lainnya mengangapnya sebagai candaan.(Fairuzyana Safiera,2016)

Ramalan Zodiak termasuk kedalam suatu perilaku ataupun perbuatan khurafat karna dapat diartikan khurafat adalah cerita-cerita yang mempersonakan yang dicampur adukan dengan pekara dusta, khayalan, ajaran-ajaran, pantang larang, adat istiadat, ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang amat bertentangan dengan ajaran Islam. 

Semua pekara yang berkaitan perlu dijauhi oleh semua orang Islam, kerana ia merupakan dosa. tegasnya, khurafat adalah amalan atau fahaman atau tingkah laku atau perbuatan yang bercanggah dengan aqidah dan syariah Islam, oleh itu khurafat boleh diketagorikan sebagai ajaran sesat.(Salamah Anita,2018)

Menurut Hussin ‘Abdul Wahid, khurafat adalah perkara yang saling bersilih ganti dengan dongeng yang asasnya tidak wujud. Khurafat adalah merupakan dongeng yang berubah-ubah yang dikhayalkan dan digambarkan oleh masyarakat sebagai makhluk halus yang boleh berubah kepada menyerupai sesuatu. (Salamah Anita,2018) 

Seperti halnya bintang-bintang zodiak mempunyai bermacam macam bentuk hewan yang disebut dengan “Shio” hewan-hewan tersebut diambil dari sifat dan juga bentuk yang mengambarkan suatu sifat dan karakter seseorang contohnya seperti Tikus dikenal memiliki jiwa dermawan, Kerbau dikenal sebagai pemimpin yang baik dan teman yang setia, Macan yang pemberani dan heroik, kelinci yang lembut dan elegan, Naga yang Ambisius,cerdas, dan penuh percaya diri, Ular bisa membaca pikiran orang lain, kuda suka kebebasan, Kambing yang begitu baik, Monyet yang Humor tinggi, Ayam yang perhatian, Anjing yang jujur dan setia, Babi yang suka membantu sesama. 

Ramalan Zodiak termasuk kedalam jenis Khurafat Thiyarah yauitu seseoran merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk (menganggap firasat jelek) karena melihat sesuatu seperti mengantungakan kepada ramalan-ramalan bintang, mempercayainya dan bahkan sampai meimplementasikannya kedalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara yang gaib baik di langit maupun di bumi selain Allah, maksud perkara gaib disini ialah persoalan-persoalan yang ada hubungannya dengan keadaan dan kehidupan di akhirat dan persoalan-persoalan di dunia yang berada dalam lingkungan hidup manusia, dapat dirasakan tetapi di luar kemampuan manusia mencapainya. disebutkan salah satu di antara yang gaib itu ialah mereka tidak mengetahui bila akan dibangkitkan dari kubur pada hari Kiamat, karena kiamat itu datangnya secara tiba-tiba, sesuai dengan firman-Nya :

“ Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”(QS. Lukman [31]:34) (Salamah Anita,2018)

Meskipun demikian, manusia tidak boleh pasrah begitu saja pada ketentuan Allah, bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa.seperti halnya ketika kita mendapatkan nilai buruk karena tidak belajar lantas mengatakan “ Ini kan sudah menjadi ketentuan dan takdir Allah jadi gapapa dong.” 

Tanpa adanya keinginan melakukan usaha dan bersungguh-sungguh dalam belajar, ini merupakan sebuah tindakan yang salah.  

Manusia tetap diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa bekerja dan berusaha agar dapat memperoleh nasib hidup yang lebih baik dan selamat di dunia dan akhirat. Sebagaimana ayat Al-Qur`an berbunyi:

“….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….” (QS. Ar-Raad [13]: 11) 

Penyebab lain seseorang percaya dan menggantungkan nasibnya kepada ramalan bintang ialah kerena ia tidak menyadari bahwa percaya dan menggantungkan nasib kepada ramalan bintang merupakan bagian dari perbuatan syirik (menyekutukan Allah), karena beriman kepada takdir Allah merupakan salah satu rukun iman yang keenam. 

Jika ada seseorang yang mengingkari ketentuan Allah serta percaya kepada ketentuan ramalan bintang, berarti telah rusak imannya dan telah menyekutukan Allah, sedangkan orang yang menyekutukan Allah termasuk orang yang melakukan dosa besar, yang tidak akan diampuni kecuali dengan cara bertobat. (Fairuzyana Safiera,2016)

Coba saja kita bayangkan, bagaimana mungkin ratusan juta orang yang berzodiak Leo atau Capricorn di seluruh dunia menghadapi kejadian yang sama dalam hidupnya pada hari atau minggu yang sama. Selain itu di setiap majalah yang mencantumkan rubrik “Ramalan Bintang” mempunyai ramalan yang berbeda-beda. 

Ini membuktikan bahwa ramalan atau prediksi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan serta sandaran untuk menjalani hidup, karena ramalan tersebut dibuat oleh manusia.(Fairuzyana Safiera,2016)

Inilah yang ditolak oleh Islam. Bintang-bintang itu tidak lain hanyalah sebagian makhluk Allah di dalam alam semesta yang luas terbentang ini, ada yang tinggi dan ada yang rendah, ada yang terang dan ada yang redup, berkilauan di langit angkasa. Dengan jaraknya yang sangat jauh terlihat berdekatan dan membentuk pola yang disebut dengan rasi bintang.Tidak ada hubungannya dengan nasib manusia di bumi.(Fairuzyana Safiera,2016)

Kesimpulan


Mengimani al-qadha dan al-qadar merupakan salah satu dasar keimanan seorang muslim, dengan meyakini sepenuhnya akan takdir yang telah ditetapkan Allah atas dirinya serta memahami benar akan kemaslahatan dari takdir itu sendiri, maka tidak akan sia-sialah hidupnya, karena ia akan senantiasa semakin bersungguh-sungguh dalam berusaha dan beramal.

Rasulullah saw, telah mengisyaratkan kepada kita untuk tidak pasrah begitu saja terhadap takdir, karena manusia sendiri mempunyai peran penting dandipermudah dalam setiap amalan mereka. 

Kita harus senantiasa berusaha mencari yang terbaik dan berikhtiar semaksimal mungkin dalam beribadah dan beramal demi memcapai tujuan hidup, baik untuk kebahagaian dunia maupun akhirat. Manusia akan terhina bila terjerumus ke dalam amalan-amalan yang tidak disukai Allah Swt

Ramalan Zodiak termasuk kedalam suatu perilaku ataupun perbuatan khurafat karna dapat diartikan khurafat adalah cerita-cerita yang mempersonakan yang dicampur adukan dengan pekara dusta, khayalan, ajaran-ajaran, pantang larang, adat istiadat, ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang amat bertentangan dengan ajaran Islam. 

Semua pekara yang berkaitan perlu dijauhi oleh semua orang Islam, kerana ia merupakan dosa. tegasnya, khurafat adalah amalan atau fahaman atau tingkah laku atau perbuatan yang bercanggah dengan aqidah dan syariah Islam, oleh itu khurafat boleh diketagorikan sebagai ajaran sesat.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda islam yang hidup di zaman modern ini dimana teknologi sudah sangat mempermudah kita untuk bisa mengakses  ramalan-ramalan bintang sebisa mungkin kita menjauhi terhadap hal-hal yang dapat merusak aqidah dan keimanan kita terhadap Qadha dan Qodar, karena Semua kejadian yang telah terjadi adalah kehendak dan kuasa Allah SWT. 

Allah mempunyai hak untuk menciptakan, mengatur, memelihara, dan memerintah apa yang dikehendakinya. Segala sesuatu pun telah ditetapkan oleh Allah sebelum ia menciptakan makhluknya, Meskipun demikian, manusia tidak boleh pasrah begitu saja pada ketentuan Allah, bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. 

Maka kita harus berlomba-lomba menjadi hamba yang shalih-mushlih dalam hal beribadah maupun dalam hal bermuamalah, berusaha keras untuk mencapai cita-cita tertinggi yang diinginkan oleh setiap muslim yaitu menggapai ridho serta karunia dan dimasukan kedalam surganya Allah SWT.


Penulis: Abdul Furqon Luthfi Ali
Universitas Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Sawangan Depok