Header Ads

Peran Pemuda Muslim dalam Kemajuan Peradaban

Peran Pemuda Muslim dalam Kemajuan Peradaban

Oleh : Nabila Khoirunnisa,mahasiswi STEI SEBI

Peran Pemuda Muslim dalam Kemajuan Peradaban


”Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi : 13)

PEMUDA. Berdasar pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda adalah warga Indonesia yang berusia antara 16 sampai dengan 30 tahun. Pemuda adalah masa transformasi dari remaja menjadi dewasa, yang dinamis namun sangat bergejolak dan penuh optimis serta memiliki sifat egois yang tidak stabil. 

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya, karena merekalah yang kelak akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam segala kontes kehidupan. Yang jika para pemuda dalam suatu negara mengalami kerusakan moral dan agama, maka sangat disayangkan nasib bangsa itu nantinya. 

Berbicara tentang pemuda berarti berbicara tentang masa depan, sebab pemuda adalah generasi pewaris yang akan menggantikan estafet kepemimpinan sebuah generasi baik dalam keluarga, kelompok, organisasi, bangsa dan negara. 

Pemuda merupakan motor penggerak peradaban, mereka merupakan harapan besar bagi kemajuan bangsa, negara dan agama. 

Oleh karenanya jika kita ingin mengetahui bagaimana suatu negara dimasa yang akan datang, maka lihatlah pemudanya di masa sekarang. Untuk itu amat diperlukannya pendidikan moral, agama, hingga pengembangan wawasan agar suatu negara kelak dapat menghasilkan pemuda-pemuda yang hebat serta taat pada perintah agama. Yang in shaa allah kelak akan menjadi tonggak kesuksesan suatu negara, juga menjadi inspirasi bagi siapapun yang melihat dan mengenalnya. 

Di pundak pemudalah harapan dan cita-cita bangsa digantungkan, sehingga pemuda dituntut untuk dapat berperan aktif dalam garda terdepan pembangunan bangsa baik fisik maupun mental.

Dalam sejarah peradaban bangsa sendiri, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran suatu bangsa tergantung pada kaum mudanya sebagai agen of change (agen perubahan), yang mana pada setiap perkembangan serta pergantian peradaban selalu ada darah muda yang memeloporinya. 

Namun, pemuda indonesia dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme (cinta tanah air) indonesia. Yang oleh sebab itu dibutuhkan adanya re-thinking (pemikiran kembali) dan re-inventing (penemuan kembali), dalam nation character building (pembangunan karakter bangsa) bagi para pemuda yang kurang berwawasan kebangsaan dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa. 

Sepanjang sejarah peradaban dunia, Islam memiliki pemuda-pemuda hebat pada zamannya masing-masing. Yang mana di usianya yang cenderung masih sangat muda, mereka mampu menorehkan karya-karya luar biasa untuk kelangsungan peradaban dunia.

Yang pertama, ada Muhammad Al-Fatih. Mehmed dikenal sebagai pemimpin yang cakap dan mempunyai kepakaran dalam bidang kemiliteran, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. 

Dia dikenal sebagai pahlawan di Turki maupun dunia Islam secara luas. Dalam sejarah peradaban Islam sendiri, Mehmed dikenal sebagai salah seorang pemimpin yang hebat yang mana sebelumnya telah diramalkan Rasulullah SAW kehadirannya. 

Yang kedua, ada Ibnu Battuta, yang mana ia dikenal sebagai penjelajah dunia paling andal dari Maroko. Gairahnya berpetualang ke dunia luar begitu membara, ia berharap kelak dapat belajar lebih banyak. 

Dalam perjalanannya ia menulis buku berjudul ‘Rihlah’, yang mana di dalamnya ia mengungkapkan alasan mengapa ia meninggalkan kota kelahirannya dan memutuskan menjelajah. Yakni “Tujuanku untuk berziarah ke Kabah (di Makkah), dan untuk mengunjungi makam Nabi”, berbekal tujuan ini Ibnu Battuta mengembara dengan keledainya meninggalkan kota kelahirannya di Tangier, Maroko. 

Ia pergi seorang diri ke arah timur di sepanjang wilayah Afrika Utara, melewati lembah, sungai, dan daratan-daratan kering yang diapit serangkaian pegunungan.

Ketiga,dari tokoh wanitanya ada Fatimah Al-Fihri, perempuan hebat yang semangat menjadi duta kebaikan dari Kairouan Tunisia. Universitas al-Qarawiyyin dan pendirinya ‘Fatima al Fihri’ adalah permata mahkota dan simbol kuat aspirasi perempuan serta pemimpin kreatif dalam sejarah peradaban Muslim. 

Didirikan pada tahun 859 (hampir seratus tahun sebelum pendirian Al Azhar di Kairo) dan terletak di medina tua Fez, Universitas al-Qarawiyyin di Maroko sendiri telah lama diakui dalam Guinness Book of World Records sebagai lembaga tertua di dunia yang beroperasi sebagai universitas pemberi gelar akademik.

Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh pemuda inspiratif islam lainnya yang memiliki peran penting dalam kelangsungan peradaban dunia, namun belum bisa saya sebutkan.

Lantas apa yang dapat kita lakukan sebagai generasi muda bangsa untuk dapat menciptakan suatu ledakan perubahan? Jawabannya simple, kita sebagai generasi penerus peradaan bangsa dan agama harus mampu beradaptasi pada 10 hal di bawah ini.

Peran Pemuda Muslim dalam Kemajuan Peradaban


 
Agar mampu beradaptasi pada sepuluh perubahan besar tersebut, visi untuk Indonesia Emas 2045 telah mempersiapkan empat pilar pembangunan, yaitu 
  • “Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”, 
  • “Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan”, 
  • “Pemerataan Pembangunan”, serta 
  • “Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan”. 

Yang mana masing-masing pilar tersebut memiliki poin-poin yang menjadi fokus target pembangunan.