Header Ads

Menjadi Pribadi Yang Berilmu Luas Untuk Mencapai Visi dan Misi Seorang Muslim

Menjadi Pribadi Berilmu Luas untuk Tercapainya Visi Misi Seorang Muslim

 Oleh : Nabila Khoirunnisa, Mahasiswi STEI SEBI

Menjadi Pribadi Yang Berilmu Luas Untuk Mencapai Visi dan Misi Seorang Muslim



Ilmu dalam islam merupakan suatu pengetahuan yang dihasilkan dari usaha-usaha yang sungguh-sungguh yang berasal dari ulama muslim atas persoalan-persoalan duniawi maupun ukhrawi yang merujuk dari firman Allah.Kita sebagai seorang muslim diberi perintah pada firman Allah di dalam Q.s Al-Alaq:1 yaitu pada intinya kita sebagai seorang muslim haruslah bisa untuk membaca dan bacalah apa-apa yang telah Allah firmankan kepada kita agar menjadi orang yang berilmu.

Lalu apakah penting bagi seorang muslim memiliki ilmu yang luas? 


Jawaban nya ‘YA’ tentu saja. Karena dengan ilmu sendiri membuat suatu peradaban manusia terus maju dan berkembang dari zaman ke zaman.

Dengan ilmu,seseorang muslim pun akan menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki prilaku baik dikehidupan sosial masyarakat.

Ilmu apa yang dapat membuat kita sebagai muslim menjadi baik? tentunya ilmu yang bermanfaat, yang artinya dengan kita mempelajari suatu objek ilmu tersebut dapat berguna bagi kemaslahatan umat.

Cara-cara yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim untuk menjadi pribadi yang berilmu luas yaitu :

Pertama, kita harus berfikir cerdas.

Ali bin abi thalib menyatakan bahwa cerdas ditempatkan pada syarat yang pertama dalam menuntut ilmu. Karena dengan cerdas maka seorang muslim akan cepat menyerap ilmu, terutama ilmu yang bermanfaat.

Kedua, yaitu Sabar.

Ali bin abi thalib mendefinisakan sabar adalah tahan menghadapi cobaan dan tidak cepat putus asa.

Ketiga, yaitu Biaya.

Biaya yang dimaksud ialah ongkos sebagai penunjang kita sebagai seorang muslim untuk menuntut ilmu. Agar seseorang yang menuntut ilmu dapat berkonsentrasi secara penuh dalam mencari ilmu.

Seseorang di zaman sekarang, bahkan seorang muslim tidak akan bisa menuntut ilmu dengan baik apabila tidak mempunyai biaya untuk membeli alat-alat kebutuhan belajar seperti, buku dan alat tulis. Atau seorang muslim tidak bisa belajar dengan tenang apabila kekurangan biaya untuk kebutuhan sehari-hari musalnya, kebutuhan untuk makan.

Keempat, yaitu Guru. 

Guru adalah orang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan rohani dan jasmani muridnya dimana tentunya seorang muslim yang menuntut ilmu sangat membutuhkan sosok guru yang membimbingnya. Dan dalam memilih guru, seorang penuntut ilmu haruslah mencari guru yang dapat memberikan bimbingan yang dapat menghasilkan sesuatu yang baik kepada muridnya, bukan hal yang buruk.

Kita sebagai seorang murid pun haruslah memiliki etika yang baik kepada guru sebagai mana yang telah diajarkan oleh agama islam yaitu, menghormati guru.

Kelima, yaitu Waktu.

Yang dimaksud dengan waktu yaitu seorang yang menuntut ilmu agar benar-benar menguasai suatu ilmu, membutuhkan waktu yang lama sebab hal yang berhubungan dengan ilmu maka haruslah mempelajari ilmu tersebut dalam waktu yang relatif lama. Sebab suatu ilmu yang saling berhubungan sangatlah banyak, sehingga tidak bisa ditempuh dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan : Semakin banyak kita belajar, maka kita akan semakin merasa bodoh. Karena banyak ilmu yang belum kita ketahui.