Header Ads

KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi dan 8 Orang Lainnya Sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Walikota Bekasi dan 8 Orang Lainnya Sebagai Tersangka

WajahBekasi.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Tahun 2022. 

Rahmat diamankan tim KPK bersama 13 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (5/1/2022) siang. 

"KPK berkesimpulan ada sembilan tersangka dalam operasi tangkap tangan. Sebagai pemberi empat orang. Sedangkan penerima adalah lima orang," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, (6/1/2022).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga menerima ratusan juta rupiah dari hasil minta "uang jabatan" kepada pegawai Pemerintah Kota Bekasi. 

Sebagai informasi, pria yang akrab disapa Pepen itu telah ditetapkan selaku tersangka penerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah itu pada Rabu (5/1/2022). 

"Tersangka RE juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai pada Pemerintah Kota Bekasi, sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diembannya di Pemerintah Kota Bekasi," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers, Kamis (6/1/2022).

Uang itu diduga dipakai untuk operasional Pepen, dikelola oleh Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong. Pepen dan Mulyadi sama-sama ditangkap KPK kemarin di rumah dinasnya. 

"Pada saat dilakukan tangkap tangan, tersisa uang (hasil mengutip para pegawai Pemkot Bekasi) sejumlah Rp 600 juta," kata Firli. Dari hasil OTT ini, KPK menyita barang bukti uang tunai dengan jumlah Rp 5 miliar.

Selain Pepen, ada 8 orang lain yang turut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dari hasil OTT ini. Empat orang merupakan penerima suap yakni Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin, Lurah Kati Sari Mulyadi alias Bayong, Camat Jatisampurna Wahyudin, dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi. Empat orang lainnya merupakan pemberi suap, yakni Ali Amril Direktur PT MAM Energindo, Lai Bui Min alias Anen (swasta), Suryadi dari PT Kota Bintang Rayatri, dan Makhfud Saifudin Camat Rawalumbu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 
Penulis : Vitorio Mantalean, Irfan Kamil
Editor : Sabrina Asril