Header Ads

Korelasi Antara Kerugian dan Manajemen Risiko

Korelasi Antara Kerugian dan Manajemen Risiko

Oleh : Luthfi Alwan Pratama, Mahasiswa STEI SEBI Depok

Korelasi Antara Kerugian dan Manajemen Risiko


Pada hakikat nya, sebuah bisnis akan muncul dari keberanian yang di sertai dengan action, namun action seperti apa yang diperlukan agar setiap hal yang kita terapkan dalam bisnis atau usaha kita tersebut menjadi efektif untuk mendapat keuntungan dan meminimalisir segala kemungkinan risiko bangkrut yang bisa saja terjadi  pada suatu hari ? 

Membuat perencanaan risiko adalah salah satu solusi yang dapat di terapkan dalam setiap bisnis yang akan dijalankan, pada tahap ini kita akan didorong untuk berfikir jauh kedepan dengan tujuan dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih baik. 

Dari segala pertimbangan di atas, maka akan muncul pemikiran dimana penting nya sebuah sistem untuk di terapkan pada segala aspek bisnis khusus nya untuk mengatasi minimnya pengalaman yang akan menimbulkan risiko.

Risiko memiliki asal-usulnya baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan tertentu. Misalnya, banyak risiko yang akan kita hadapi berada di luar kendali kita karena berasal dari luar wilayah operasional kita. Peraturan pemerintah termasuk dalam kategori ini. 

Contoh saja perusahaan yang memproduksi zat berbahaya, misalnya perusahaan kimia, selalu khawatir bahwa pemerintah akan mengubah undang-undang lingkungan sedemikian rupa sehingga menjadi sulit untuk memproduksi produk mereka dengan biaya yang efektif.

Saat kita sudah membuat perencanaan risiko hal yang akan terjadi selanjutnya adalah kita akan mengetahui celah risiko yang mungkin saja bisa terjadi pada bisnis kita. 

Berbagai hal yang bisa terjadi seperti perubahan peraturan, pajak yang semakin tinggi, inflasi, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan di tipu atau bangkrut dalam usaha yang sedang di jalankan, hal hal seperti inilah yang di hasilkan oleh identifikasi risiko yang baik dan efektif.

Maka membangun aset lancar dapat menjadi opsi dan pilihan yang baik untuk dapat mencapai kesuksesan manajemen risiko. Dimana aset tersebut dapat digunakan untuk membiayai operasional perusahaan, perputaran kas perusahaan dan juga investasi. 

Dari fungsi nya saja sudah sangat terlihat jelas bahwa aset dapat menolong kita dari risiko bisnis yang bisa saja terjadi tanpa dugaan untuk menutupi berbagai macam masalah finansial yang terjadi.

Manajemen risiko yang efektif tidak terjadi secara otomatis, namun secara matematis. Manajement yang bercita-cita untuk menjadikan perusahaan mereka menjadi baik dalam mengelola risiko harus menyadari bahwa jalan menuju manajemen risiko yang efektif butuh waktu yang panjang, berliku-liku, dan terkadang berbahaya.

Untuk mengatasi ketidak pastian risiko yang akan di dapat maka kita perlu mengukur dampak risiko secara kualitatif dan kuantitatif, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan data yang dimiliki dengan data yang ada di lapangan agar tidak hanya sebatas perkiraan saja. 

Maka pada intinya penerapan proses manajemen risiko yang efektif dalam perusahaan tidak akan terjadi secara kebetulan. 

Manajemen risiko harus secara sadar tertanam dalam perusahaan. Agar berfungsi dengan baik, itu harus disesuaikan untuk mengatasi keadaan khusus suatu bisnis. 

Ini berarti bahwa sumber daya perlu disediakan untuk menerapkan proses manajemen risiko, yang menyiratkan bahwa manajemen risiko harus mendapat perhatian dari manajemen puncak.