Header Ads

Seorang Pemuda Dibacok di Medan Satria, Diduga Akibat Saling Tantang di Media Sosial

Seorang Pemuda Dibacok di Medan Satria, Diduga Akibat Saling Tantang di Media Sosial

WajahBekasi.Com - Polsek Medan Satria, Bekasi, mengungkap motif pelaku pembacokan terhadap pemuda di Kampung Tanah Apit RW 09 Kelurahan Medan Satria Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/12/2021). 

Kapolsek Medan Satria AKP Yudo Dwi S mengatakan, kejadian tersebut bermula dari konflik antar dua kelompok pemuda melalui media sosial. 

"Mereka dua kelompok pemuda lewat medsos tantang-tantangan," ujar Yudo saat dikonfirmasi media, Senin (20/12/2021).

Yudo mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 06.00 WIB ketika korban sedang menuju tempat kerja. Diduga, korban merupakan bagian dari kelompok yang berseteru. 

"Kemarin pukul 06.00 WIB di Tanah Apit yang mengakibatkan 1 pemuda luka bacok pada punggung dan pantat," ujar dia. 

Atas kejadian itu, korban mengalami luka bacok sebanyak 10 titik dan pada saat ini korban juga sudah menerima penanganan medis.

"Korban luka bacok sebanyak 10 titik di sekujur tubuh, serta untuk kondisinya juga sudah ditangani di Rumah Sakit dan tidak kenapa-kenapa," ungkap Yudo. 

Kepolisian sudah menerima laporan korban dan pelaku sedang dalam proses penulusuran lebih lanjut.

"Pelaku masih dalam penyelidikan. Tapi informasi sudah kita dapat dari wilayah mana sudah, ini sedang kita selidiki," ujar Yudo.

Sebelumnya ramai diberitakan mengenai penyerangan secara brutal yang dilakukan oleh 8 orang tak di kenal kepada Ahmad Nurjati (22) tahun ini terjadi saat korban akan berangkat menuju kantor pada hari Minggu (19/12/2021) pukul 6 pagi.

Kejadian nahas tersebut bermula ketika Ahmad Nurjati akan berangkat menuju toko kue tempat ia bekerja yang hanya bejarak 500m dari tempat ia tinggalnya.

Ketika korban sedang ingin menyeberang jalan, tidak lama datang 8 orang yang langsung menyerangnya secara membabi buta.

Beruntung korban hanya luka luka dan langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.

Penulis : Djati Waluyo
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com