Header Ads

KPK Masih Periksa Dokumen hingga Saksi soal Proyek Toilet Mewah Bekasi

KPK Maish Terus Periksa Dokumen hingga Saksi soal Proyek Toilet Mewah



WajahBekasi.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi keterangan dari sejumlah pihak serta data-data pendukung terkait pembangunan toilet sekolah sebesar Rp96,8 miliar di Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan toilet miliaran rupiah tersebut diketahui sedang diselidiki KPK. 

"Terkait toilet Bekasi, sudah ada beberapa pihak yang dipanggil untuk diklarifikasi. sudah ada beberapa mungkin petugasnya sudah melakukan pengumpulan data, informasi, termasuk dokumen," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Setyo Budiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021).

Setyo masih enggan membeberkan secara detail soal hasil permintaan keterangan sejumlah pihak terkait pembangunan toilet sekolah miliaran rupiah di Bekasi tersebut. Sebab, kata Setyo, dugaan korupsi pembangunan toilet sekolah ini masih dalam proses penyelidikan. 

"Detailnya tidak akan kami sampaikan karena tahapannya masih di penyelidikan. Nanti kalau tiba waktunya, apakah prosesnya memenuhi kecukupan bukti, nanti disampaikan," tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya juga sudah memintai keterangan sejumlah pihak terkait guna mengusut kasus tersebut.

"Betul, itu ada laporan masyarakat seperti yang disampaikan ke kami dan kami sudah menerbitkan surat penyelidikan untuk dilakukan verifikasi, klarifikasi, terhadap para pihak yang diduga mengetahui," ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (26/10).

Permintaan keterangan, lanjut dia, penting dilakukan guna menemukan kecukupan alat bukti untuk kemudian bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Nanti ketika di internal Kedeputian Penindakan itu sudah cukup alat bukti, diekspose di internal dulu yang menyangkut penyelidik, penyidik, penuntut, dan ditetapkan cukup alat bukti," kata Alex.

"Baru nanti dipresentasi ke pimpinan untuk memaparkan temuan-temuan apa yang bisa menjadi dasar untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka," ucap dia.

Pemerintah Kabupaten Bekasi diketahui telah menganggarkan dana sebesar Rp98 miliar untuk pembangunan 488 toilet di sejumlah institusi pendidikan.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mempertahankan predikat Kabupaten Sehat melalui program mewujudkan daerah yang bersih, aman, nyaman dan sehat menuju Indonesia Sehat. Terlebih di masa pandemi Covid-19 dan rencana pembukaan sekolah tatap muka di 2021.

Anggaran ratusan juta itu digunakan untuk pembangunan tiga unit toilet dengan luas bangunan 2,7 x 2,6 meter. Dua toilet dilengkapi dengan kloset jongkok dan satu keran air.

Sementara, satu lainnya hanya diperuntukkan sebagai urinoar atau ruangan khusus untuk buang air kecil (seni). Pintu toilet menggunakan bahan aluminium dengan lapisan kertas tebal mirip kayu atau high pressure laminate (HPL). Terdapat ventilasi di masing-masing toilet.

Di depan bangunan toilet tersedia dua unit wastafel atau sarana cuci tangan dan dua cermin, serta lima keran injak yang berada di sejumlah titik di selasar bangunan toilet. Keran injak sengaja dipilih untuk mencegah penularan virus corona (covid-19).

(cnnindonesia.com -inews.id)