Header Ads

Independensi Komite Audit bagi Efektivitas Audit Internal di Lembaga Keuangan Syariah

Independensi Komite Audit bagi Efektivitas Audit Internal di Lembaga Keuangan Syariah
Oleh: Jajang
Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah STEI SEBI

Independensi Komite Audit bagi Efektivitas Audit Internal di Lembaga Keuangan Syariah

Pentingnya komite audit dan audit internal yang efektif sebagai fondasi tata kelola perusahaan yang baik, semakin diakui saat banyak terjadi kolaps pada perusahaan. Pada tahun 2000-an banyak perusahaan yang mengalami keruntuhan, hal tersebut menyebabkan kepercayaan di pasar modal menurun. 

Akhirnya perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap fungsi audit internal dan peran komite audit dalam membantu dewan direksi menjalankan perannya. Selain itu, runtuhnya perusahaan besar seperti WorldCom dan Enron telah mengakibatkan penekanan pada audit internal yang meningkatkan permintaan terhadap auditor syariah internal.

Di Indonesia sendiri, mengenai komite audit telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit

Dalam kaitannnya dengan audit internal, dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa komite audit memiliki tugas untuk melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh direksi atas temuan auditor internal. 

Selain itu, komite audit berwenang untuk berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, serta akuntan terkait tugas dan tanggung jawab komite audit.

Audit internal pun memiliki tugas dan tanggung jawab yang mesti dipenuhi, beberapa di antaranya adalah menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan, menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan, serta membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada direktur utama dan dewan komisaris (POJK no. 56 tahun 2015). 

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya,  komite audit memiliki peran dalam menciptakan efektivitas bagi audit internal.

Khalid (2020) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa efektivitas merupakan perhatian penting bagi semua pihak yang berkepentingan dalam audit seperti auditor, dan juga mencakup dewan direksi serta komite audit. Telah dilakukan banyak penelitian yang berkaitan dengan efektivitas internal audit. 

Salah satunya adalah penelitian mengenai karakteristik komite audit dan dampaknya terhadap pelaksanaan rekomendasi audit internal (Alzeban & Sawan, 2015). Salah satu temuan penting yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah pentingnya independensi bagi komite audit. 

Pentingnya independensi komite audit disoroti dalam POJK no. 55 tahun 2015 yang mengatur bahwa komite audit paling sedikit terdiri dari 3 (tiga) orang anggota yang berasal dari komisaris independen dan pihak dari luar emiten atau perusahaan publik. 

Hal ini mengindikasikan pentingnya independensi dalam tatanan komite audit serta dapat menjadi landasan kuat bagi efektivitas komite audit dalam menjalankan tugasnya. 

Independensi komite audit dapat menciptakan pemantauan pengendalian internal dan pelaporan keuangan perusahaan yang lebih efektif karena anggota lebih cenderung untuk mempertahankan reputasi mereka sendiri, lebih kecil kemungkinannya untuk dipengaruhi oleh keinginan orang lain, serta cenderung membutuhkan kualitas audit yang lebih tinggi. 

Alzeban & Sawan (2015) menjelaskan bahwa dalam mempertahankan reputasi pribadi dan untuk menghindari risiko yang terkait dengan litigasi yang timbul dari pelaporan yang salah, hal memengaruhi anggota untuk bertindak secara independen, sehingga mendorong optimalnya fungsi audit internal. 

Independensi komite audit menuntut pengawasan fungsi audit internal yang lebih dalam dari prosedur organisasi dan meningkatkan cakupan kegiatan, meningkatkan kontrol internal, serta meningkatkan efektivitas fungsi audit internal secara keseluruhan.
 
Khalid (2020) dalam penelitiannya juga menjelaskan bahwa, secara teoritis, sesuai dengan pandangan Islam, peran komite audit adalah untuk membantu direksi melakukan pengawasan yang tidak memihak dan independen melalui peran-peran sebagai berikut: 
  1. mempertahankan integritas pemrosesan laporan keuangan, 
  2. melindungi kepentingan investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan, 
  3. komite audit yang efektif mampu memberikan penegasan tambahan atas data keuangan yang diberikan kepada direksi dan 
  4. sebagai pihak independen dalam hubungan manajer senior dan pemangku kepentingan lembaga keuangan syariah. 
Independensi komite audit dapat meningkatkan efektivitas fungsi audit internal.  Hal tersebut dikarenakan independensi komite audit menuntut pengawasan fungsi audit internal yang lebih baik, meningkatkan kontrol internal, serta meningkatkan efektivitas fungsi audit internal secara keseluruhan.  

Selain itu, peran komite audit yang tidak memihak dan independen juga selaras dengan pandangan Islam, sehingga penting untuk memerhatikan independensi komite audit pada Lembaga Keuangan Syariah.

Referensi

  1. Alzeban, A., & Sawan, N. (2015). The impact of audit committee characteristics on the implementation of internal audit recommendations. Journal of International Accounting, Auditing and Taxation, 24, 61–71. https://doi.org/10.1016/j.intaccaudtax.2015.02.005
  2. Khalid, A. A. (2020). Role of audit and governance committee for internal shariah audit effectiveness in Islamic banks. Asian Journal of Accounting Research, 5(1), 81–89. https://doi.org/10.1108/AJAR-10-2019-0075
  3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55 /POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. 
  4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. (2015). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56 /POJK.04/2015 Tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.