Header Ads

Sustainability Report bagi Bank Syariah, Pentingkah?

Sustainability Report bagi Bank Syariah, Pentingkah?

Jajang
Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah STEI SEBI

Sustainability Report bagi Bank Syariah, Pentingkah?


Keberhasilan sebuah perusahaan saat ini tidak hanya dilihat dari profitabilitas, tetapi lebih luas lagi dilihat juga dari bagaimana capaian kinerja sosial dan lingkungannya. 

Kinerja sosial dan lingkungan tersebut dapat memengaruhi reputasi sebuah perusahaan, yang sangat penting untuk mendapatkan legitimasi dan kepercayaan dari masyarakat sehingga dapat menjadi gerbang utama menuju keberlanjutan. 

Setiap perusahaan harus memasukkan perspektif ini dalam tujuan fundamentalnya untuk memaksimalkan kinerja perusahaan, termasuk bagi bank syariah.

Konsep keberlanjutan dapat diartikan sebagai kemampuan sebuah perusahaan untuk melakukan sebuah aktivitas yang berguna dalam menghadapi peristiwa serta perubahan yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta managemen risiko yang dihasilkan darinya. 

Capaian kinerja non finansial yang mencakup laporan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan ini diungkapkan dalam sebuah laporan yang disebut dengan sustainability report atau laporan keberlanjutan. 

Menurut Global Reporting Initiative (GRI), sebuah laporan keberlanjutan menyampaikan pengungkapantentang dampak organisasi baik positif maupun negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.
 

Laporan keberlanjutan tidak hanya memuat informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga informasi non keuangan yang terdiri dari aktivitas lingkungan dan sosial yang memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkesinambungan.

Laporan keberlanjutan menjadi penting karena dampak jangka panjang yang berkaitan dengan kesinambungan perusahaan. Nilasakti dan Falikhatun (2020) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa menurut World Business Council for Suistainable Development, beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan melalui laporan keberlanjutan adalah; 
  1. memberikan informasi secara transparan kepada pemangku kepentingan, 
  2. membangun reputasi perusahaan, 
  3. sebagai sumber daya dalam mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta membangun kepercayaan jangka panjang kepada pemangku kepentingan.

Di Indonesia sendiri, mengenai laporan kerberlanjutan telah tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)  No. 51 /POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. 

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa LJK, emiten, dan perusahaan publik wajib menerapkan keuangan berkelanjutan dalam kegiatan usahanya serta wajib menyusun laporan keberlanjutan. 

LJK yang dimaksud dalam peraturan tersebut adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya. 

Tentu, dalam pearturan ini bank syariah termasuk di dalamnya. Adanya peraturan ini, mengindikasikan bahwa penyusunan laporan keberlanjutan sangatlah penting termasuk bagi bank syariah.

Bank syariah yang merupakan sebuah perusahaan tentu keberadaanya tidak dapat dipisahkan dari para pemangku kepentingan (stakeholders). Para pemangku kepentingan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi dan dipengaruhi oleh perusahaan. 

Perusahaan harus mampu meyakinkan bahwa aktivitas dan kinerja perusahaannya dapat diterima oleh stakeholders tersebut. Laporan aktivitas tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan dapat digunakan untuk memperoleh kepercayaan stakeholders.

Kepercayaan stakeholders merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan dalam melangsungkan usahanya, tanpa adanya kepercayaan tersebut, bisnis tidak dapat berlangsung dengan baik. 

Kepercayaan stakeholders tersebut dapat berupa investasi maupun kerjasama yang memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan. 

Bank syariah, dalam menjalankan kegiatan usahanya tentu mengharapakan pengembalian dari kegiatan operasional keuangan dan investasinya. Sehingga, laporan keberlanjutan memang penting bagi bank syariah.

Referensi
Nilasakti, A. O., & Falikhatun. (2020). Determinants of sustainability reporting of Islamic banks in emerging countries. Muqtasid, 149-161.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51 /POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Global Reporting Initiative. 2013. G4 Pedoman Laporan Keberlanjutan – Prinsip-prinsip Pelaporan dan Pengungkapan Standar.