Header Ads

KAPAN PEMKAB BEKASI MAMPU MEMBANGUN JALAN YANG NYAMAN DIKENDARAI?

KAPAN PEMKAB BEKASI MAMPU MEMBANGUN JALAN YANG NYAMAN DIKENDARAI?

Oleh Gunawan, Ketua Umum LSM SNIPER INDONESIA


KAPAN PEMKAB BEKASI MAMPU MEMBANGUN JALAN YANG NYAMAN DIKENDARAI?


Terkait dengan program kegiatan peningkatan jalan di Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi tahun anggran 2021 yang masih mengunakan metode konvensional yaitu melaksanakan pekerjaan jalan yang dibangun/direhab dilakukan dengan cara jalan cor beton lama ditimpa coran beton baru tanpa pengangkatan dan pemadatan LPB terlebih dulu sehingga jalan yang dibangun menjadi bertingkat tinggi layaknya membangun sebuah gedung bertingkat.

Karena itu, untuk tahun anggaran 2022 Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi penting melakukan evaluasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan jalan agar hasilnya bermutu dan berkualitas. 

Selama ini dari tahun ke tahun pembangunan jalan yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bekasi belum mampu menciptakan jalan mulus dan rata dilalui kendaraan bermotor, bahkan jalan yang baru dibangun setiap tahunnya dari APBD yang mencapai milyaran dan dalam beberapa tahun kemudian kembali rusak (pecah/belah), bahkan sudah ada yang hancur. 

Karena apa?, sebab perencanaan pembangunan jalan yang dilakukan oleh dinas teknis tidak melalui perencanaan yang benar-benar matang sehingga membangun jalan asal terlihat pisiknya tanpa memperhatikan mutu dan kualitas.

Kalau Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (DSDABMBK) melakukan perencanaan pembangunan secara baik dan benar yaitu jalan yang akan dibangun/diperbaiki terlebih dahulu diangkat lapisan tanah atau betonnya dan kemudian dilakukan perkerasan/pemadatan dengan vibrator dan setelah itu baru dilakukan pemasangan pembesian lalu pengecoran, tentu hasilnya akan bermutu dan berkualitas. 

Selain dengan perencanaan yang matang dalam membangun jalan harus pula dibarengi pembuatan tembok penahan tanah (TPT) kiri kanan jalan ketika kondisi tanahnya labil, dan ini diperlu dilakukan untuk menjaga jalan yang baru dicor tidak mudah belah atau patah.

Juga peran konsultan perencanaan dan pengawas sangat berpengaruh atas kualitas dan mutu pembangunan jalan karena keduanya itu memang sudah dibiayai APBD untuk berkerja dan bertugas mengawasi jalannya pembangunan. 

Tapi, kenyataannya jarang sekali ditemukan pihak konsultan ada di lokasi kegiatan proyek pembangunan. Ini semestinya dinas teknis bertanggungjawab.

Jadi, berapapun besarannya APBD Kabupaten Bekasi yang dikucurkan setiap tahunnya untuk program pembangunan infrastruktur jalan, tidak akan berhasil membangun jalan baik selama perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur jalan tidak dievalusai secara komfrehensif. 

Dampaknya masyarakat kabupaten bekasi selamanya tidak akan pernah mendapatkan kepuasan pelayanan publik dari pemerintah.