Header Ads

Terpaut 2 Derajat Celcius dengan Mekah, Bekasi Pecahkan Rekor Daerah Terpanas di Indonesia

Terpaut 2 Derajat Celcius dengan Mekah, Bekasi Pecahkan Rekor Daerah Terpanas di Indonesia

 Oleh Dedi Kurniawan,  S.  Sos
 
Terpaut 2 Derajat Celcius dengan Mekah, Bekasi Pecahkan Rekor Daerah Terpanas di Indonesia

Memasuki pertengahan September  2021 goncangan  air mata mulai memenuhi warga di Bekasi.  Wilayah  Paling Selatan  yang merupakan dataran tertinggi di Kabupaten  ini pelan tapi pasti memasuki musim  kering ekstrim yang sudah 2 bulan lalu menghinggapinya.  

Mereka menyikapinya sebagai langganan tetap bencana kekeringan. .  Lalu,  bagian  tengah tak kalah  memprihatinkan.  Kecamatan  Cikarang Timur, Cikarang barat, Tambun Selatan,  Jatimulya  yang dianugrahi Tuhan  dengan empat  Sungai  yaitu Kali Cikarang,  Kali Cibeet,  Kali Jambe,  Kali Sadang   hari  ini lebih mirip  sebagai saluran pembuangan limbah B3 atau Bahan Beracun dan Berbahaya.

Keadaan ini terus berlanjut secara periodik dan pemerintah  pun mulai massif menanggulanginya dengan cara konvensional yaitu berupa pengerukan dengan alat berat dengan objek mengangkat sampah permukaan yang bercampur lumpur akibat sendimentasi yang sangat terlihat jelas manakala sedang dalam fase kekeringan.  

Sampai hari  ini belum ada program atau Roadmap  yang Komprehensif  terkait penanganan kerusakan jangka panjangnya. 

Sementara di 11 Kawasan  Industri  mesin canggihnya menghasilkan  Karbondioksida (C02)   ribuan  kubik setiap harinya terbang bebas ke udara dan  dalam reaksinya akan terperangkap di lapisan atmosfir menjadikan sinar matahari terperangkap serta cahayanya tak memantul kembali ke angkasa. 

Zat ini yang disebut Gas Efek Rumah Kaca, Zat itu melubangi lapisan Ozon dan pada kesimpulan akhirnya menurut  data BMKG menyebabkan kenaikan rekor suhu tertinggi yaitu 40  Derajat  Celius  hanya terpaut 2 derajat dengan kota Mekah di Jazirah  Arab. 

Bencana ancaman iklim ini disebabkan karena berbagai faktor.  Ruang terbuka hijau yang di dalam peraturan perundangan  harus diangka 25% dalam prakteknya tak lebih dari 12%. Sementara penyelamat dari pemanasan global di Bekasi ada pada GSS atau Garis Sempadan Sungai yang merupakan ruang hijau terbuka untuk publik sebagai pengatur ekosistem, mitigasi bencana, penghijauan dan sumber air bersih,  makin hari makin habis dibabat oleh pabrik,  disusul  oleh warga yang menduduki  yang dengan alasan menambah kapasitas produksi dalam rangka menyerap pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.  Padahal dibalik itu hanya menambah pundi Oligarki. 

Kita telah  dihadapkan dengan mahakarya manusia yang mengedepankan  "untung/laba" demi mencapai kebahagiaan  semu dengan mengorbankan hak Alam sebagai mahluk Tuhan  sehingga feed back (umpan balik)  alam terhadap kita akan sesuai dengan perbuatannya masing masing.

bersambung ke edisi selanjutnya 

Penulis adalah Ketua Harian  dari komunitas save kali cikarang dan Direktur Lembaga Kajian Strategis  dari  Bambu foundation.