Header Ads

Tempat Tinggal Akan Digusur Warga Temui Komisi I DPRD Kab Bekasi

Tempat Tinggal  Akan Digusur Warga Temui Komisi I DPRD Kab Bekasi

Tarumajaya  - Wajahbekasi.com, Perwakilan warga yang rumahnya akan digusur di Kampung Tanah Baru Menemui Ketua  Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi.

Perwakilan warga dan sejumlah mahasiswa datang menemui Ani Rukmini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Rumah Aspirasi Partai Keadilan Sejahtera yang berada di Pondok Ungu Permai, Sektor V, Kelurahan Bahagia, Babelan pada Minggu 26/09/2021.

Warga yang datang meminta agar rumah mereka yang rencananya digusur yang berlokasi di Kampung Tanah Baru, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi untuk Dibatalkan.

Een Andriani (29) selaku perwakilan warga Tanah baru mengungkapkan dirinya meminta agar rencana penggusuran paksa warga kampung tanah baru untuk dihentikan.

"Saya mewakili warga kampung tanah baru berterimakasih sebelumnya kepada ibu Dewan Ani Rukmini yang telah menerima kami disini, dan meminta kepada ibu sebagai wakil kami  untuk bisa menyuarakan aspirasi kami sebagai warga yang meminta keadilan agar penggusuran yang akan dilakukan kepada kami untuk segera dibatalkan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut Ani Rukmini berpendapat bahwa akan melakukan tugas sebagaimana mestinya, dirinya menyatakan sebagai wakil rakyat yang memang permasalahan tersebut ada dalam wilayah kerja dapil IV dan bidangnya sebagai Ketua komisi I akan meminta keterangan dari beberapa pihak terkait permasalahan tanah yang sedang menjadi polemik bagi masyarakat di Tanah Baru, Tarumajaya.

"Kita akan coba panggil dan minta keterangan terkait tanah tersebut terutama dari pihak Satuan polisi Pamong Praja sebagai penegak perda, Pihak Camat Tarumajaya, BPN, PJT II, dan pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan permasalahan tersebut, kemudian kita akan audiensi juga dengan warga setelah mendapat keterangan agar permasalahan ini segera menemui titik terang. Sehingga warga tanah baru menjadi lebih tenang," terang Ani Rukmini.

Sementara itu Abdul Muhaimin atau biasa disapa Awe sebagai mahasiswa pendamping warga mendesak agar pemerintah kabupaten bekasi membatalkan rencana eksekusi lahan yang ditempati oleh warga di masa pandemi seperti sekarang ini, dan meminta kepada Perum Jasa Tirta 2 untuk memperjelas status tanah yang ditempati oleh warga. (red).