Header Ads

Patuh Agar Selamat

Patuh Agar Selamat

Oleh : Luthfi Alwan Pratama

Patuh Agar Selamat

Saat ini bumi sedang dihebohkan dengan suatu wabah yang menjangkiti berbagai negara di berbagai belahan dunia ini. Wabah yang menimbulkan ketakutan maupun luka yang mendalam bagi orang-orang yang sudah terinveksi maupun yang belum,virus yang dinamai COVID-19 (Corona) ini telah menyebar ke seluruh dunia.

Dengan jumlah kasus yang melampaui 284.000 di seluruh dunia per 20 Maret 2020, ini adalah suatu ujian bagi manusia yang diberikan oleh Sang Pencipta agar manusia mengambil pelajaran dari virus ini untuk hidup yang lebih sehat dan bersih.

Lantas bagaimanakah sikap kita sebagai manusia untuk menghadapi peristiwa besar ini? Tentunya berbagai macam aturan-aturan dari pemerintah dan tenaga medis bermunculan seiring dengan semakin buruk nya kondisi suatu negara yang terkena wabah virus ini termasuk Indonesia.Pemerintah pun menerapkan beberapa system untuk mengisolasi daerah yang terjangkit virus tersebut,seperti social distancing (jaga jarak antar individu),stay at home (tetap di rumah),dan lock down di berbagai daerah agar menekan virus tersebut untuk tidak mudah berkembang dan menyebar ke daerah lain yang belum terjangkit.

Ini adalah suatu terobosan dan manajemen yang tepat yang dilakukan oleh pemerintah,maka tugas kita sebagai masyarakat harus patuh dan taat pada aturan pemerintah dan tim medis yang sedang berupaya mencegah berkembang nya virus ini,karena pemerintah tidak bisa menerapkan aturan tersebut sendirian tanpa adanya dukungan dari warga dan masyarakat sekitar di karenakan virus ini sangat mudah menular jika kita berada di dekat orang yang sudah positif COVID-19 ini,bahkan saat ini tim medis pun kewalahan menangani pasien yang kian bertambah setiap harinya,dengan peralatan dan vasilitas yang terbatas sangat rendah kemungkinan para tim medis bisa merawat pasien nya dengan maksimal.

Dengan kondisi seperti ini, hhususnya Indonesia yang mayoritas warganya memeluk agama islam pasti sangat mengenal sosok Rasulullah Muhammad SAW,beliau adalah contoh dan panutan bagi umat nya yang saat ini sedang di landa wabah penyakit COVID-19, pada saat itu ketika Madinah sedang dilanda suatu wabah Rasulullah SAW menerapkan juga beberapa system guna menekan agar wabah tersebut tidak menyebar, salah satunya lockdown yang berdasarkan Hadist yang di riwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya.Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya” (HR.Bukhari & Muslim).

Berdasarkan Hadist di atas,membuktikan bahwa lockdown sudah di lakukan sejak zaman rasulullah dan para sahabat nya,jika pada saat itu para sahabat pun patuh pada perintah Rasulullah SAW yang memimpin para sahabat dan sampai saat ini masih kita ikuti keteladanannya.

Maka kita pun harus patuh pada aturan pemerintah yang juga telah menerapkan beberapa system untuk melindungi rakyat nya dan juga agar wabah ini dapat segera hilang dari muka bumi.

Selain kita patuh pada kebijakan pemerintah,kita juga harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita di sebabkan virus COVID-19 ini sangat rentan terhadap hal-hal yang kotor di sekeliling kita.

Maka dari itu  pemerintah pun menyiapkan beberapa vasilitas kebersihan di tempat umum yang di anggarkan oleh pemerintah seperti hand sanitizer agar terjaga dari bakteri yang menempel pada telapak tangan kita, dan juga sarana-sarana kesehatan untuk menampung para pasien yang terkena virus pun juga di sediakan semaksimal mungkin oleh pemerintah. 

Penyemprotan disinfektan pun juga dilakukan di sejumlah tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat, maka tugas kita untuk mensupport kinerja pemerintah dan tim medis adalah patuh pada aturan yang telah di tetapkan agar wabah ini dapat segera hilang dari negara kita.

Dampak virus corona juga telah mebuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil,Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020, dari 5,0-5,4 persen menjadi 4,2-4,6 persen.Pasca berakhirnya COVID-19, pertumbuhan ekononomi 2021 diperkirakan kembali meningkat menjadi 5,2-5,6 persen.

Menurut gubernur BI, Perry Warjio, pulihnya perekonomian pada tahun depan,di pengaruhi upaya pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dan Perpajakan.