Header Ads

Analisis Kuantitatif Manajemen Risiko

Qualitative Analysis

Penulis: Sabrina Indah Larasati, Mahasiswi STEI SEBI

Analisis Kuantitatif Manajemen Risiko

Dalam menentukan risiko yang terjadi dalam suatu organisasi. Proses pertama yang dilakukan adalah membuat daftar risiko, kemudian menganalisis daftar risiko dengan mengklasifikasi dan menentukan apakah daftar daftar risiko tersebut memeiliki tingkatan dampak dan kemungkinan yang terjadi contoh terjadinya hujan meteor,  kemungkinan kecil dan dampaknya besar. 

Untuk menganalisis dibagi menjadi dua yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, penggunaan analisis tergantung kesediaan data yang ada. 

Pengggunan analisis kualitatif bermaanfaat dalam situsi pengalaman yang baru, kondisi dimana keputusan politik sangat dominan, dan situasi dimana output ditentukan melalu hasil negoisasi. 

Efektifitas analisis kuaitatif bergantung kepada pengalaman, logika yang baik. Metode-metode kualitatif yang digunakan yaitu scenario building, likelihood-impact matrix, attribute analysis, dan delphi forecasting.

Scenario building, analisis yang kurang lebih sama dengan scenario planning. Analisis tersebut menggunakan metode penceritaan detail yang mendekati kennyataan berupa baik dan buruknya scenario dengan berdasarkan logika. Scenario building di bagi menjadi 2 yaitu jenis ekstrapolatif, dimulai dari masa kini dan diproyeksikan ke masa depan dan jenis normative, dimulai dari masa depan dan di proyeksika ke masa kini.

Likelihood-impact matrix, analisis yang di lakukan dengan memeperhatikan kemungkina dan dampak. Contohnya adalah kesambar petir tidak berbahaya kemungkinan jarang terjadi tetapi dampak nya sangat berbahaya. 

Analisis ini bermanfaat untuk menunjukan risiko mana yang perlu mendapat perhatian karena analisis ini akan Menyusun atau merangking risiko mana yang memiliki keungkinan dan dampak yang tinggi dan hasil dari risiko yang tinggu itu akan lebih di perhatikan atau di prioritaskan.

Selanjutnya adalah Attribute analysis yaitu suatu metode yang lebih banyak digunakan di bidang pemasaran contohnya adalah skemasa subsidi BBM melalui kartu e-money, kupon, rekening bank. Menganalisis apakah dampaknya Ketika skala diperbesar, bagaimana jika konsentrasi di wilayah yang kecil, bagaimana pengaruhnya kepeserta non target, dan lain sebagainya. 

Kemudian yang terakhir adalah delphi forecasting yaitu suatu proses untuk memperoleh kesepakatan (consensus) dari sekumpulan tenaga ahli (expert) tanpa mereka mengetahui satu sama lain. 

Metode ini dikembangkan oleh RAND Corporation tahun 1960-an sebagai alat untuk forecasting (peramalan). Metode bersifat interaktif. Kuesioner dikirimkan ke setiap pakar, dan hasilnya disintesiskan dan pertanyaannya direvisi dan dikirimkan Kembali, dan seterusnya sampai menghasilkan consensus.