Header Ads

Pentingnya Pengelolaan Manajemen Risiko

Pentingnya Filosofi & Pengelolaan Manajemen Risiko Dengan Baik 


Pentingnya Filosofi dan Pengelolaan Manajemen Risiko Dengan Baik

Sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1992, sebagai salah satu lembaga intermediator yang menghimpun dana dari unit yang mengalami surplus lalu menyalurkan dana tersebut ke unit deficit. Bank Islam diharapkan dapat mengoptimalkan laba serta meningkatkan nilai bagi para stakeholdernya. 

Kita sering sekali mendengar kata manajemen risiko, tidak asing lagi dikuping kita kata kata manajemen risiko yang sering kita dengar, misalnya apapun keputusan yang kita pilih atau kita ambil tentunya ada risikonya. Nah perlu kita ketahui bahwasanya manajemen risiko mempunyai arti atau filosofi yang sesungguhnya. 

Istilah manajemen berasal dari kata to manage berarti control. 

Dalam bahasa indonesia, dapat diartikan mengendalikan, menangani, atau mengelola. Selain itu, kata manajemen dalam  kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang artinya pengguna sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.  Kemudian istilah risiko dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) mendefinisikan resiko adalah segala kemungkinan terjadinya kerugian yang dapat merugikan perusahaan, sebuah organisasi atau perindividuan. Prof Dr.Ir. Solemarno, M.S mengatakan risiko sebagai suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi. 

Risiko dapat juga didefinisikan suatu kemungkinan akan terjadi hasil yang tidak diinginkan, yang akan dapat menimbulkan kerugian apabila tidak diantisipasi serta tidak dikelola dengan baik. Maka dengan perkembangan dunia saat ini manajemen risiko tidak jauh sering dikaitkan dengan sebuah organisasi, perusahaan, bisnis, dan salah satunya lembaga industri keuangan, bagaimana agar industri keuangan bisa memenej risiko-risiko yang timbul dengan baik. 

Dengan pertumbuhan lembaga keuangan yang semakin pesat, maka manajemen resiko terhadap suatu perusahaan atau organisasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk dikelola dengan baik, perlu adanya prinsip kehati-hatian dalam menghadapi risiko. karena apapun pilihan yang diambil pasti ada tantangan yakni sebuah risiko yang akan dihadapinya. bahwasanya kita tau negara kita sedang diguncang dengan merebaknya suatu virus, yakni virus covid-19. Maka penting sekali lembaga keuangan agar mencegah dan mengantisipasi risiko risiko yang akan dihadapi, karena bagaimanapun lembaga keuangan harus terus menjaga keseimbangan atau kestabilan perusahaan agar terus berputar dengan baik. 

Dan perlu diketahui risiko sebagai bagian dari aktivitas bank islam, Oleh karena itu, pelaku sektor perbankan khususnya bank syariah di tuntut mampu secara efektif mengelola resiko yang dihadapinya. Tantangan dunia perbankan yang kini semakin luas, mulai dari teknologi informasi, globalisasi, inovasi, keuangan digital dan lain lain, membuat dunia industri keuangan harus berhati-hati, khususnya bank islam dalam mengelola atau menjalankan bisnis di sektor perbankan. 

Perlu kita ketahui asal muasal resiko bisa saja terjadi dikarenakan ketidaksempurnaan informasi, ketidakpastian dimasa depan, faktor agency (manusia). Selain asal muasal risiko ada pula dimensi risiko yang dimana mencakup adanya biaya peluang (opportunity cost), potensi kerugian atau dampak negatif, ketidakpastian (uncertainty), perolehan hasil yang tidak sesuai harapan. 

Setiap orang berbeda beda dalam mensikapi datangnya risiko, ada yang phopia dan cenderung menghindar, tidak terhindarkan, mitigasi ketika terjadi (pasif), dan hidup bersama risiko, berusaha mencegah dan menghadapinya dengan baik. Selain mensikapi datangnya risiko perlu juga adanya pilihan tindakan yang kita lakukan berusaha mencegah, mitigasi, mentransfer, membagi, menerima. Tidak mungkin serta merta risiko datang begitu saja, adanya risiko pasti didasarkan faktor penyebab bisa saja karna bisnis atau nonbisnis. 

Didalam islam sendiri dijelaskan risiko itu sebagai fitrah bisnis, jadi ketika kita menjalankan sebuah usaha atau bisnis kita harus siap menerima risiko risiko yang akan dihadapi, dan sebisa mungkin berusaha mencegah dan mengantisipasi sebelum datangnya risiko. 

Ada beberapa kaidah yang pernah penulis pelajari yakini, Kaidah “Al-kharaj bidh dhaman” (Pendapatan adalah imbalan atas tanggungan yang di ambil). Kaidah “Al Ghunmu bi al-Ghurmi” (keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian). menekankan keseimbangan antara keuntungan yang didapat dengan risiko yang ditanggung, kewajiban berusaha mengelola risiko “la darara walaa dirara” (wajib meminimalkan kemudharatan).

Dengan perkembangan negara yang semakin pesat, negara sedang tidak baik baik saja, industri keuangan mempunyai tantangan dan risiko, apalagi dengan industri keuangan syariah harus mampu bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan yang lain. Bahwasannya bank konvensional sudah lebih dahulu dan terbiasa dalam penerapan manajemen risiko. Dan Perlu kita ketahui sebenarnya di manajemen risiko ada yang namanya tahapan Internalisasi Nilai yang dimana tahapan ini bisa menjadi proses berkelanjutan, bisa membangun filosofi dan budaya organisasi, membangun komitmen manajemen, menyiapkan sistem data yang memadai. Dari tahapan internalisasi tadi ada proses selanjutnya yakni bisa mengukur, mitigasi, pengawasan praktek manajemen risiko. 

Selain adanya kerugian didalam risiko, adapula benefit manajemen risiko lebih Sustainable, Growth, Best use of resources, focus on service quality and innovatif, Prudent business process, Good reputation.  

Dari opini yang telah penulis uraikan ini kesimpulannya dan solusinya yaitu bahwasannya hidup kita tidak jauh dari risiko atas pilihan-pilihan yang kita ambil, maka penting sekali untuk kita berusaha mencegah atau mengelolah datangnya risiko. tak terlepas dari sebuah lembaga Keuangan Islam harus memulai mengelola risikonya, mulai dari menetapkan tujuan dan strategi manajemen risiko, mengidentifikasi, mitigasi dan melakukan monitoring serta pelaporan implementasi manajemen risiko dengan baik. 


Penulis Lula Amalia
Mahasiswa STEI SEBI