Header Ads

PPKM Darurat - Naik KRL Harus Print STRP, Stasiun Bekasi Sepi

Naik KRL Harus Print STRP, Stasiun Bekasi Sepi



WajahBekasi.Com - Kebijakan membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat tugas bagi pengguna KRL telah memasuki hari ketiga. Stasiun Bekasi pada Rabu pagi terpantau lengang.

Pantauan di lokasi, Rabu (14/7/2021), sekitar pukul 07.10 WIB, tidak ada antrean calon penumpang pagi ini. Para calon penumpang yang merupakan pekerja esensial dan kritikal ini telah mengantongi STRP.

Calon penumpang tersebut nantinya hanya tinggal menunjukkan STRP ke petugas sebelum tap in ke dalam stasiun. Mayoritas STRP calon penumpang ini pun telah memiliki tanda stempel dari petugas. 

Penumpang yang telah memiliki STRP dengan stempel petugas hanya menunjukkan surat tersebut tanpa melewati pemeriksaan lagi.

Naik KRL Harus Print STRP, Stasiun Bekasi Sepi

Selain itu, petugas hanya menerima STRP yang telah di-print. Warga yang memiliki soft file STRP diminta mencetak surat tersebut terlebih dahulu.

"Ibu, ini (STRP) harus di-print dulu" kata petugas kepada calon penumpang.

"Kemarin masih bisa (tanpa di-print)," timpal calon penumpang.

"Iya, ini harus yang sudah di-print biar bisa kita berikan stempel," jawab petugas.

Pihak Stasiun Bekasi pun telah menyediakan fasilitas print STRP di kantor customer service. Para calon penumpang nantinya diminta mencetak STRP digital lebih dulu.

Seperti diketahui, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba memberi penjelasan mengapa STRP harus di-print. Anne mengatakan pihaknya membutuhkan STRP dalam bentuk cetak demi menghindari pemalsuan. Sebab, kata dia, masih banyak penumpang yang tidak melengkapi STRP dengan cap dan tanda tangan.

"Dibutuhkan print karena banyak ditemukan yang digital juga belum lengkap cap dan tanda tangannya. Untuk menghindari pemalsuan, kami juga melakukan screening print dengan tanda tangan basah dan cap," kata Anne saat dihubungi, Selasa (13/7).

Dia mengatakan pengecekan dilakukan oleh petugas secara detail. Anne menyebut hal itu dilakukan agar aturan dalam PPKM darurat bisa dijalankan dengan optimal.

"Mengingat persyaratan naik KRL tidak hanya STRP, maka upaya kami adalah mengupayakan pengecekan detail. Tujuannya agar aturan PPKM dapat dijalankan," kata dia.

(ygs/idn/DETIK)