Header Ads

Kota Bekasi Targetkan 10.000 Vaksinasi per Hari

Kota Bekasi Targetkan 10.000 Tiap Hari Vaksinasi Covid-19
 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

WajahBekasi.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menargetkan sebanyak 10 ribu orang divaksin Covid 19 setiap hari di Stadion Patriot Chandrabaga. Vaksinasi di lapangan sepak bola ini mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo.

"Kalau besok vaksinnya dikirimkan, kami akan melakukan per hari itu 10.000 di sini," kata Rahmat Effendi usai mendampingi Presiden Jokowi meninjau vaksinasi massal.

Rahmat secara lansung meminta vaksin Covid-19 kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang juga mendampingi Jokowi. Tak tanggung-tangung, jumlah yang diminta mencapai 300-500 ribu dosis.

Menurut Rahmat, penerima vaksinasi Covid-19 di Stadion Patriot tak hanya khusus untuk penduduk dengan identitas Kota Bekasi. Ia menyebut, semua berhak menerima. Jika vaksin dari pemerintah tersedia.

"Tadi ada beberapa yang sempat ditolak, tapi saya sudah bilang, yang penting ber KTP NKRI. Karena vaksinnya juga dari negara," ucap Rahmat Effendi.

Hari ini, kata dia, ada 2000 orang menerima vaksin di Stadion Patriot. Mereka adalah yang sudah usia lanjut, pelayan publik, penggerak roda ekonomi, hingga disabilitas.

"Tadinya standarnya kita mau buat 300, tapi hari ini yang hadir hampir kurang lebih 2.000," kata Wali Kota Bekasi ini. 

Kota Bekasi Targetkan 10.000 Tiap Hari Vaksinasi Covid-19
 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Kasus Covid-19 Bekasi Terus Naik, BOR Rumah Sakit Mencapai 56 Persen


Rahmat Effendi mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di seluruh rumah sakit terus menanjak seiring peningkatan kasus Covid-19. Data terkini, sudah 56 persen dari 1.706 tempat tidur isolasi di rumah sakit telah terisi.

"Rumah sakit BOR-nya baru 56 persen, masih aman," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 14 Juni 2021.

Dibandingkan data sepekan sebelumnya, tingkat keterisian mengalami kenaikan hingga 21 persen dari angka 35 persen. Padahal, BOR di Kota Bekasi pernah mencapai angka terendah, yaitu 15 persen selama pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat atau PPKM.

"Menurut investigasi kita, ternyata lebih banyak karena ke luar daerah," ucap Rahmat Effendi.

Di Perumahan Taman Harapan Baru, Kecamatan Medansatria, misalnya, hasil penelusuran tim Satgas Covid-19, ada warga terpapar usai menghadiri hajatan dan arisan di luar daerah. Ketika diperiksa secara masif, ditemukan 26 kasus. Data terkini bertambah menjadi 47 kasus Covid-19 di perumahan itu.

"Trackingnya kita tambah, mudah-mudahan cukup sampai di situ, kita bisa meng-cut," kata Rahmat Effendi.

Pemerintah Bekasi tetap memberlakukan lockdown mikro di wilayah tersebut. Karantina wilayah ini diberlakukan untuk memudahkan petugas dari pusat kesehatan masyarakat (pskesmas) dalam melakukan pelacakan kasus pada klaster Covid-19 di Taman Harapan Baru.

"Pokoknya saya minta kepada dua kepala puskesmas di kelurahan itu untuk me-lockdown warga sekitar, trackingnya kita tambah supaya dia jangan ke mana-mana," kata Rahmat Effendi.

[ADI WARSONO/Tempo]