Header Ads

MENGENAL MODEL KOMPETENSI AUDITOR SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH

 MENGENAL MODEL KOMPETENSI AUDITOR SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH

OLEH: ABUANI

MENGENAL MODEL KOMPETENSI AUDITOR SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH

Boyatzis (1982) memperkenalkan konsep kompetensi ke dalam teori yang disebut teori prestasi kerja efektif, Menurut teori ini, kompetensi merupakan komponen yg esensial, kinerja yang optimal akan dicapai ketika kapabilitas individu sejalan dengan tuntutan pekerjaannya dan lingkungan organisasi mereka. Teori ini digunakan untuk memproyeksikan unsur-unsur "kompetensi" dari sudut pandang barat. Maka, Perspektif yang jauh lebih luas diperlukan agar teori tersebut dapat diterapkan dalam ranah Islam.

Dalam konteks IFI Malaysia, SGF atau tata kelola syariah menekankan pada pentingnya kompetensi sebagai karakteristik yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang memikul tanggung jawab. Dimana auditor internal harus memiliki pengetahuan dan pelatihan terkait syariah.

Terdapat tiga unsur komponen dalam teori kompetensi yang diungkapkan oleh Boyatzis, yaitu 

1. Pengetahuan 

Pengetahuan mengacu pada pemahaman dasar seseorang atas sesuatu, baik itu informasi atau proses tertentu. pengetahuan dalam syari'at, perbankan syariah dan fiqh muamalat adalah tiga pengetahuan esensial. Selain itu, Pengetahuan lain yang dianggap penting untuk melengkapi audit dan pengetahuan Syariah adalah pengetahuan tentang operasional perbankan Islam seperti pengetahuan tentang produk yang ditawarkan oleh Islamic Bank.

2. Keterampilan

Keterampilan mengacu pada kemampuan individu untuk menerapkan pengetahuan dimana yang dapat menyelesaikan tugas dan memecahkan masalah. Seperti, keterampilan komunikasi dan keterampilan berpikir analitis. salah satu responden mengungkapkan bahwa keterampilan audit juga diperlukan oleh SAR. 

3. Karakteristik lainnya

Bedasarkan hasil wawancara responden, Selain pengetahuan dan keterampilan, dalam merekrut SAR juga harus melihat karakter lainnya yaitu sikap. karakteristik tersebut mencakup seperti keterampilan interpersonal, keterampilan identifikasi dan pemecahan masalah, serta keterampilan komunikasi verbal dan tertulis. 


Bukti Empiris tentang kompetensi SDM islam 

sudut pandang Islam, kompetensi individu adalah prasyarat menghasilkan para pegawai kompeten dan ahli Syariah yang sangat penting untuk menjadi ujung tombak inovasi produk dan layanan keuangan Islam (Laldin, 2011 ).

Hasyim (2010) juga menguraikan ada empat prinsip Islam dalam pemilihan pegawai yaitu keadilan, kompetensi, kejujuran dan belas kasih.

seorang pekerja muslim sepatutnya memiliki :

  1. nilai akhlak yang baik, 
  2. semangat kerja tim atau amal jama'l, 
  3. kompeten atau ahli (surat al-qasas : 26)
  4.  kualifikasi keterampilan dan pengalaman 

Maka, penting Model kompetensi ini diperlukan dalam kasus SAR dalam konteks Malaysia karena model tersebut berfungsi sebagai pedoman bagi departemen sumber daya manusia di IFIs, dalam proses rekrutmen atau promosi, untuk memastikan bahwa hanya profesional yang kompeten lah yang akan dipilih.

Praktik perekrutan audior syariah saat ini di Bank syariah

Pedoman yang ditetapkan dalam SGF atau tata keola syariah adalah untuk memastikan bahwa IFI akan membentuk tim audit Syari'ah mereka di dalam departemen audit internal mereka dan  mengembangkan kebijakan rekrutmen terkait SAR, dimana SAR harus memiliki pengetahuan audit syariah dg mengikuti sertifikasi tertentu dan  pelatihan berkelanjutan.

Model kompetensi yang diusulkan untuk auditor syariah

MENGENAL MODEL KOMPETENSI AUDITOR SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH

Dapat dilihat Pada gambar tersebut menunjukkan bahwa akar dari blok bangunan ini adalah komponen Perilaku dan Etika Profesional sebagai landasan yang kokoh untuk pelaksanaan audit Syari'ah.

Blok kompetensi pengetahuan mengacu pada pemahaman tentang SAR atas dasar Syariah dan operasional perbankan Islam, serta pedoman atau standar yang terkait dengan LKI.

blok bangunan kedua, kompetensi inti atau keterampilan teknis mengacu pada kemampuan SAR untuk mengidentifikasi proses audit dan potensi risiko ketidakpatuhan syariah IFI.

Blok terkahir adalah keterampilan lainnya, yang mencakup ciri-ciri atau keterampilan berperilaku lain yang berkaitan dengan atribut pribadi seperti sikap positif, kerja tim dan kolaborasi serta manajemen dan kepemimpinan

SAR harus menjalani pelatihan yang tepat untuk memenuhi tanggung jawabnya. Karena efektivitas fungsi audit Syari'ah sebagian besar didasarkan pada kualitas, pelatihan dan pengalaman stafnya, tujuan dari setiap bagian audit Syari'ah harus merekrut staf dari berbagai latar belakang ditambah dengan kualitas pribadi untuk menjadi SAR yang kompeten. 

Salah satu elemen utama dari model ini adalah suplementasi standar etika dan nilai yang kuat di bagian bawah blok bangunan untuk elemen kompetensi. Elemen ini merupakan tambahan dari apa yang biasanya ditawarkan oleh model audit konvensional. 

Kesimpulannya, Model kompetensi SAR ini untuk mengembangkan profesional yang kompeten dengan tujuan menerima pahala di akhirat dan menjaga tidak hanya aset Islamic Bank tetapi yang terpenting menjunjung tinggi sila Syariah, yang kurang dalam model internal yang ada. Yaitu kompetensi.