Header Ads

Ketahanan dan Strategi Bank Syariah Menghadapi Pandemi

 Ketahanan dan Strategi Bank Syariah Menghadapi Pandemi

Oleh : Yulianti (Mahasiswa Akuntansi Syariah STEI SEBI)


Ketahanan dan Strategi Bank Syariah Menghadapi Pandemi


Pada Tahun 1998 krisis ekonomi di indonesia mencapai -13%. Perbedaan krisis ekonomi 2008 dengan krisis ekonomi tahun 1998 adalah pada krisis ekonomi tahun 2008 tidak terlalu berpengaruh terhadap negara diluar Amerika dan Eropa. Indonesia juga merasakan krisis ekonomi akan tetapi hanya merasakan sebentar saja, karena krisis ekonomi ini sudah mulai membaik pada semester 2 tahun 2009. Sekarang akibat Covid-19 Krisis Ekonomi hampir terjadi di seluruh negara. Berawal dari sektor kesehatan (Covid-19) kemudian diberlakukannya Work From Home dan PSBB sehingga sektor rill terganggu, revenue turun dan berdampak pada sektor keuangan.

Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi dunia. Pandemic Covid-19 adalah tantangan bagi dunia bisnis, termasuk industri jasa keuangan perbankan (Ningsih & Mahfudz, 2020). Untuk bertahan di kondisi seperti ini Bank Syariah melakukan stimulus moneter dan stimulus fiskal yang lebih besar dibandingkan 2008. Selain itu bank sentral melakukan pemotongan suku bunga secara signifikan, dan melakukan pembelian berbagai surat berharga yang dilakukan secara masif. Hal ini dilakukan dalam rangka agar liquiditas mengalir besar dan suku bunga tetap bertahan di level yang rendah.

Bank Indonesia harus berjaga-jaga suku bunganya harus tetap positif rill terhadap implasi. Bank Indonesia menurunkan suku bunga ada batasnya. Saat ini implasi indonesia ada diangka 2,7-3,0 %. Dan indonesia masih ada kelonggaran untuk menurunkan policy rate.

Dampak Covid-19 bagi indonesia diantaranya : ada 12.703 penerbangan yang dibatalkan, industri yang terkena dampak ada perbankan syariah dan asuransi syariah, daya beli menurun, Pabrik tutup dan profitnya berkurang, budget asuransi menurun, kriminalitas meningkat, moral hazard meningkat dan juga tarif asuransi naik.

Indonesia terlalu khawatir terhadap covid-19 ini, seolah-olah the end of the world. Akan tetapi pada kenyataannya walaupun ada penurunan produksi barang dan jasa, ada 315 perusahaan yang terdampak Covid-19, ternyata indonesia menempati urutan ke 16 dengan beberapa indikator yang diperlihatkan bahwa indonesia lebih baik dari negara berkembang lainnya. Nilai tukar sudah berada di RP.14.800,- sampai dengan Rp.14.900,- yang tadinya sempat menyentuh Rp.16.000,-. Selain itu, Bank Indonesia banyak mengeluarkan kebijakan ekonomi untuk meningkatkan ekonomi indonesia.

Secara natural Perbankan syariah itu mempunyai konsep adil, seimbang dan maslahat dan mempunyai natural mitigation yang baik karena prinsipnya profit sharing sehingga punya daya tahan income yang sangat baik. Berikut beberapa Srategi yang dilakukan bank syariah dalam menghadapi Covid-19 :

  1. Melakukan manajemen pendapatan
  2. Manajemen pengendalian pengeluaran
  3. Manajemen stakeholder yang didukung dengan infrastruktur yang baik. 
  4. Tetap melakukan mitigasi risiko, salah satunya adalah dengan merestrukturisasi pembiayaan.
  5. Tetap memacu pertumbuhan karena disisi lain bank juga harus mengeluarkan biaya bagi hasil.
  6. Digitalisasi layanan perbankan
  7. Melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan bantuan modal usaha unggulan saat krisis. Di tengah-tengah krisis, tidak sedikit sektor usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berjuang agar tetap eksis (Sa’diyah, 2020).

Kondisi ini menuntut para pemimpin bank syariah harus bisa beradaptasi, tidak bisa menggunakan cara yang lama, harus banyak melakukan inovasi-inovasi agar bisa bertahan. Karena yang menang bukan yang pintar tapi yang mampu beradaptasi dengan segala kondisi.

Referensi:

Ningsih, M. R., & Mahfudz, M. S. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Manajemen Industri Perbankan Syariah: Analisis Komparatif. Point, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.46918/point.v2i1.576

Sa’diyah, D. F. (2020). Strategi Pembangunan Ekonomi Syariah Di Masa Covid-19. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 7(2), 169–180. http://ejurnal.iaipd-nganjuk.ac.id/index.php/es/article/view/86

 (Webinar LPPI) “Ketahanan dan Strategi Bisnis Syariah Menghadapi Dampak Covid-19”