Header Ads

Banjir Rob Kembali Genangi Pesisir Bekasi, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Banjir Rob Kembali Genangi Pesisir Bekasi, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan


WAJAHBEKASI.COM - Banjir rob merendam wilayah utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah terendam.

"Ratusan (rumah terendam) dari tiga kecamatan," ujar Koordinator Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bekasi Budi Sutrisno ketika dihubungi media, Kamis (19/11/2020).

Budi menjelaskan banjir rob merendam Desa Samuderajaya di Kecamatan Tarumajaya, Desa Pantai Bakti dan Pantai Sederhana di Kecamatan Muaragembong, dan Desa Hurip Jaya di Kecamatan Babelan. Banjir rob merendam permukiman warga sejak tiga hari lalu.

Saat ini belum ada warga yang dievakuasi. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing.

Budi memastikan belum ada korban jiwa maupun korban luka. BPBD Bekasi masih melakukan monitoring terkait kondisi tersebut.

"Saat ini hanya pemantauan aja, monitoring di masing-masing kecamatan," tutur Budi.

Dalam setahun, banjir rob sudah beberapa kali menerjang permukiman warga di wilayah utara Kabupaten Bekasi. "Dalam satu tahun ini sudah tiga kali (banjir rob)," ucap Budi.

Tiap Tahun Banjir Rob Datang Tanpa Bisa Ditanggulangi


Sementara itu salah satu warga, Heri (42) di Samuderajaya mengeluhkan banjir rob yang terjadi setiap tahun di lingkungannya tinggal. Ironisnya, banjir rob menjadi bencana rutin yang diderita warga Samudrajaya yang tak kunjung tertangani.

Bahkan, tahun ini saja, banjir rob telah dua kali merendam perumahan warga di lokasi tersebut. Alhasil, warga meminta pemerintah untuk segera menanganinya.

”Setiap tahun terjadi. Setiap tahun pasti rob, cuma tahun ini udah dua kali yang pertama bulan empat (April), ada kali empat hari itu rumah kerendem. Ini sekarang kerendem lagi,” kata Heri (42).

Menurut warga RT 01/09 Kampung Sembilangan Desa Samudrajaya ini, banjir rob kali ini terjadi sejak akhir pekan lalu. Air masuk pada siang hari kemudian makin tinggi hingga mencapai 50 sentimeter.

”Paling kenceng itu anginnya pas hari selasa kemarin. Tingginya sampai sebetis, sampai selutut ada, 50 sentimeteran. Soalnya di dalam (rumah) juga tinggi,” ucapnya.

Tidak hanya merendam rumah, air laut pun membanjiri belasan bidang tambak ikan bandeng milik warga. Akibatnya tidak sedikit warga yang merugi lantaran bandeng milik mereka hanyut terbawa air laut.

”Banyak tambak ikan bandeng yang terbawa ke laut, untung punya saya aman karena tanggulnya ditinggiin,” ungkapnya.

Hingga Kamis (19/11/2020) ketinggian air masih merendam permukiman warga hingga selutut orang dewasa. Kemudian beberapa jam kemudian, air laut mulai berangsur surut.