Header Ads

ADI -MPD Bekasi Raya Gelar Internasional Webiner dua negara dengan tema "Common Thread of Ideology"

 KOTA  BEKASI - wajahbekasi.com,A Dosen Indonesia( ADI - MPD) Bekasi Raya  membuat gebrakan dan inovasi baru menyelengggarakan  Internasional Webiner dua negara yaitu ; Indonesia  dan Malaysia dengan tema " Common Thread of Ideology (Rukun Negara Malaysia & Pancasila Indonesia)'

ADI -MPD Bekasi Raya Gelar Internasional Webiner dua negara dengan tema "Common Thread of Ideology"


Menhadirkan SPEAKERS ; Prof. Dr.Sarjit S. Gill   (Universitiy Putra Malaysia), Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro

3, Marsda ( Purn) Dr.Koesnadi Kardi (Director of Centre for Innovation Management and Leadership) dan  Moderaror, Assoc.Prof. T. Syahrul Reza

Director of Mandala International Education Institute



Ketua ADI Bekasi Raya, Wawan Hermawansyah skaligus sebagai penanggung jawab Internasional Webiner ini menyampaikan,  pelaksanaan seminar pendidikan internasional tersebut kerjasama ADI MPD Bekasi Raya dengan DPRD Kota Bekasi serta Mandala Internasional, University Putra Malaysia,  yang mana peserta sekitar 150 dari dalam dan luar negeri,


"ini  merupakan bentuk langkah nyata kami untuk melakukan kolaborasi keilmuan, antar dua negara Malaysia dan Indonesia tetap slalu bersinergi dengan baik dalam pertukaran keilmuan dan lain halnya ,"kata Wawan Hermawansyah


Menurut Wawan, ada benang merah terkait konsepsi nilai - nilai  ideologi Pancasila dan Rukun Negara,


" hal ini perlu dikenalkan kepada masyarakat akademisi agar terjadi keeratan persaudaraan,"jelasnya  


kegiatan  Internasional Webiner ini tidak  hanya berhenti di seminar saja, namun akan dilanjutkan ke moment - momen  nyata lainnya. 


"seperti riset bersama antara kampus dan dosen, serta mahasiswa antar dua negara Indonesia dan Malaysia, serta inisiasi mewujudkan konsep sister city,"tuturnya


Ketua DPRD Kita Bekasi, Chairoman J Putro sebagai Narasumber mewakilin akademisi  Indonesia memaparkan, bahwa sisi pancalisa didalam konteks konstitusi  atupun hukum indonesia ,maka pancasila ini tempat sebagin sumber dari acuan paling tinggi.


Tidak ada undang -undang  yang dibentuk, tidak ada bertentangan dengan pancasila ; Dimana ada Ketuhanan yang maha esa,kemanusaan yang beradab, Pesatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh permusyawaratan /perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,


"ini  poin - poin penting harus menjadi pedoman dalam menyusun seluruh  regulasi, baik tataran konstitusi maupun undang -undang dibawahnya ,itu yang paling penting karna ini sudah dibuka dalam UU 1945, kemudia ketetapan MPR RI,"ungkap Chairoman J Putro


Namun masalahnya,kata Chairoman, bagaimana pancasila ini tidak hanya menjadi sandaran,namun ketika menyusun per-undang -undang pasal scara teknis harusnya diuji kembali,

Apakah pasal -pasal sudah dijiwai ? Sesiau nilai palsapah nilai prinsip pancasila,ini yang memang  menjadi problem utama ketika ingin mengkomparasi dan menguji, apakah siap pasal dengan UU itu sudah  selaras  atau harmoni dengan pancasila ?,


"Yang berikutnya terkait Omnibus LAW, memang menjadi problem saat ini. Dimana harus kita akui,  Onmi lbu Law ini menjadi satu  terobosan baru dalam konteks per-undang-undangan di Indonesia," kata Chairoman (are).