Header Ads

Pemda Jangan Menutup Mata Pada Muara Citarum Yang Sedang Berbenah

Pemda Jangan Menutup Mata Atas Muara Citarum Yang Sedang Berbenah

Belakangan ini viral di media sosial foto-foto pengembangan wisata di muara sungai Citarum Muaragembong, tepatnya di Kampung Muara Bendera Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong. Kegiatan pengembangan untuk membuat kawasan ekowisata mangrove yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alipbata ini ternyata telah dilakukan sejak tahun 2013 secara swadaya.

Pokdarwis Alipbata yang diketuai oleh Sonhaji  ini sudah melakukan beberapa kegiatan yang bersifat pengembangan ekonomi kerakyatan dan pariwisata pesisir pantai, seperti penanaman pohon mangrove, memberikan edukasi kepada warga terkait perburuan liar, penanaman mangrove guna menyelamatkan area pesisir dari erosi dan abrasi serta kegiatan lainnya.

Saya harap pemerintah daerah jangan hanya mengklaim saja ketika semua ini sudah berjalan lancar, jangan hanya mau mengambil retribusinya saja tetapi pada saat pembangunan seolah-olah tutup mata

"Kami berusaha semampu kami secara swadaya untuk mendirikan pariwisata pesisir guna membantu perekonomian warga sekitar dan kami juga memberikan edukasi tentang bahaya perburuan liar, pengrusakan lingkungan dan pencegahan erosi serta abrasi," ujar Sonhaji kepada media, Senin (24/8/2020).

Sonhaji berharap, campur tangan pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi untuk dapat meninjau dan memberikan bantuan agar program pengembangan wisata di Muara Bendera yang merupakan muara sungai Citarum ini dapat berjalan dengan lancar.

Pemda Jangan Menutup Mata Atas Muara Citarum Yang Sedang Berbenah

"Harapan kami Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya Dinas Pariwisata turut serta membantu program pokdarwis agar masyarakat pesisir mendapatkan kesejahteraan. Saya harap pemerintah daerah jangan hanya mengklaim saja ketika semua ini sudah berjalan lancar, jangan hanya mau mengambil retribusinya saja tetapi pada saat pembangunan seolah-olah tutup mata," tegasnya.

Sonhaji menambahkan, selama ini para pihak terkait seolah-olah melupakan kawasan utara dan pesisir pantai, salah satunya akses jalan menuju kawasan pariwisata yang belum tersambung dan jalur lintas air yang juga tidak tertata.

"Saya melihat tidak ada perhatian dari pemerintah dan dinas terkait. Infrastruktur dan akses menuju kawasan pariwisata ini sangat minim bahkan tidak ada, pendangkalan sungai jalur air pun menjadi kendalanya, seharusnya Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi untuk menata kawasan pesisir Muaragembong ini agar kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terbantu dan juga berupaya menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjadi pemasukan juga bagi Pemerintah Daerah," tutup Sonhaji. (Choky)