Header Ads

Mahasiswa Institut STIAMI Diminta Maksimalkan Sektor Pajak

KOTA BEKASI - wajahbekasi.com ,  Menghadapi masa pandemi Covid-19, banyak sektor yang terdampak. Melihat hal tersebut melalui kuliah umum yang dilakukan melalui aplikasi virtual (Zoom) alias daring dan diikuti sekitar 250 mahasiswa Institut STIAMI Kampus Perluasan Bekasi A, menekankan kepada potensi pajak dimasa mendatang.

Dengan mengedepankan tema 'Belajar Pajak Karir Menanjak', Institut STIAMI Kampus Perluasan Bekasi A, menghadirkan dua nara sumber  profesional di bidang pajak.

Mainita Hidayati, salah seorang nara sumber kuliah umum virtual Institut STIAMI kampus Perluasan Bekasi A, menuturkan yang kami tekankan sebagai tenaga pendidikan selama masa pandemi ini, yaitu tetap semangat untuk belajar, meningkatkan pengetahuan khususnya di bidang perpajakan terkait isu yang ada dan berbagai kondisi kebijakan yang terus berubah terutama kebijakan perpajakan dalam menghadapi kondisi pandemi ini.

"Mengingat mahasiswa sebagai pelopor perubahan harus cermat dalam menyikapi keadaan dan berpikir ideal sebagai kaum pembelajar. Tidak mudah termakan isu atau hoax," tekan Mainita, Minggu (14/6).

Sambung dia, sehingga kesempatan selama LFH ini bisa menambah khasanah keilmuan mereka dengan mengikuti webinar terkait isu-isu perpajakan dan nasional lainnya.

"Tidak hanya menambah wawasan, tapi juga memperluas cara pandang dan cara berpikir dalam menghadapi masalah yang ada saat ini," ungkapnya.

Ia berharap para mahasiswa Institut STIAMI bisa menjadikan pandemi ini sebagai pengalaman berharga untuk melangkah ke depan yang lebih baik.

"Kami juga memberikan pandangan bahwa tenaga ahli di bidang perpajakan masih memiliki peluang yang besar utuk diisi oleh para calon ahli pajak. Mengingat negara kita sangat bergantung pada pajak sebagai sumber penerimaan yang paling potensial," tegasnya.

Pajak merupakan alat penerimaan yang ajeg, murah dan sustainable serta bisa mencakup semua lini kehidupan masyarakat karena berbasis konsumsi dan penghasilan.

"Maka, kalau mau negara kita maju selain infrastruktur dan sumber daya lainnya yang mendukung, juga pajaknya harus kuat didukung dengan sistem dan SDM yang kuat," terangnya.

Terpisah, nara sumber lainnya, Dwikora Harjo, mengatakan saat ini Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga-tenaga terampil di bidang perpajakan untuk membantu pemerintah mengamankan realisasi penerimaan negara melalui pajak. 

Salah satu cara mengamankan penerimaan negara adalah melakukan pelaksanaan kewajiban perpajakan oleh seluruh wajib pajak dengan benar, jujur dan tepat waktu. 

"Dalam kenyataannya masih banyak wajib pajak yang belum melaksanakan kewajibannya ini. Tidak sepenuhnya wajib pajak bisa disalahkan dalam hal ini, bisa saja mereka belum mengerti bagaimana caranya menghitung, menyetor dan melapor pajaknya," ulasnya. 

Kalau mengandalkan dari pelayanan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan masing-masing KPP, tentu tidak akan tercapai.

"Inilah pentingnya Lembaga Pendidikan Tinggi khususnya Institut STIAMI Kampus Perluasan Bekasi A menyiapkan para tenaga perpajakan yang siap pakai dan handal untuk membantu pemerintah dan sekaligus membantu wajib pajak," imbaunya.

Menurut dia, ini adalah peluang kerja yang cukup bisa diharapkan dan diandalkan oleh mereka. 

"Saya pribadi mengharapkan agar Intstitut STIAMI Kampus Perluasan Bekasi A mengutamakan outcome daripada output bagi mahasiswa-mahasiswa konsentrasi perpajakan ini," harapnya.

Ia menjelaskan pula, setidaknya terdapat 7 bidang pekerjaan yang bisa digeluti oleh para lulusan Institut STIAMI ini nantinya, tentu saja calon pembantu pemerintah ini mengerjakannya dengan itikad baik dan berfikiran positif serta penuh kejujuran yang didasari dengan ahlak yang mulia sesuai dengan corporate culture STIAMI nomor 1.

"Setidaknya ada 7 bidang pekerjaan dari sektor pajak yang bisa mereka tekuni nantinya," tukasnya.