Header Ads

ES Kelapa Tetap Bertahan Di Musim pandemi Covid 19

Wajahbekasi.com , “Saat situasi pandemik kita tetap buka, hanya saja jamnya yang kita sesuaikan dengan peraturan pemerintah. Biasanya buka jam 8 pagi hingga 9 malam. Tetapi sekarang kita hanya buka dari jam 8 pagi hingga jam 8 Malam” ungkap Budi  salah seorang pengusaha muda Asli warga Bekasi .

Anak muda Tambun Utara yang akrab disapa Bang Butong ini tetap mengikuti aturan pemerintah untuk tetap menjaga protokol kesehatan di tempat usahanya.

Budi  juga membeberkan dampak Pandemi Covid-19 yang ia alami. Adalah tentang pengungjung yang turun drastis dan berdampak kepada pendapatannya.

“Pengunjung yang datang sekarang paling 100 orang sedangkan dulu [sebelum pandemik] bisa sampai 300 hingga 400 orang yang datang ke pondok. Kalau untuk saat ini paling banyak 200 orang yang datang. Tapi kita juga menyediakan opsi lain dengan membungkus es kelapa.” jelas Budi 

Lelaki yang juga seorang Relawan yang begitu ramah saat di ajak bercerita mengakui kalau untuk saat ini terjadi penurunan terhadap usaha es kelapa muda.

“Kalau untuk pendapatannya sendiri memang menurun tidak seperti biasanya.  Dampak yang paling terasa saat pandemik ini adalah penurunan omset,  pelanggan juga jadi di batasi yang ingin datang. Sesuai dengan peraturan pemerintah juga yang harus di patuhi,” tuturnya.

Dampak yang ia rasakan adalah kesulitan bahan baku karena PSBB (Pembatasan Berskala Besar) antar pemasok yang berada di luar Kabupaten Bekasi  dan tempat usaha yang berada di Kota beka si membuat Budi  harus menunggu satu minggu sekali untuk bisa mendapatkannya.

Budi  punya keinginan untuk membuka pesan antar sejak lama. Keinginan itu baru diaplikasikan saat masa Pandemik Covid-19 dimana pelanggan tidak bisa keluar untuk membeli namun tetap dapat menikmati kelapa muda di rumah.

“Kita punya layanan delivery (pesan antar) kalau disini untuk pemesanan dari lima ke bawah kita tidak bisa layani pesan antar kecuali lebih dari lima ke atas. Namun juga ada biaya pengantaran yang di tanggung dari pembelinya dan tergantung jarak atau tempat tinggal pembeli. Paling jauh untuk biaya pengantaran biasanya 2 ribu rupiah. Seperti kearah Babelan dan Tambelang atau ke kota Bekasi  itu bisa 5 ribu sampai 6 ribu rupiah. Walaupun nanti sudah kembali normal, tetap kita jalankan opsi pesan antar. Karena kita melihat pendapatan dari delivery ini sangat membantu. Jadi penerapannya tetap harus ada,” jelasnya.

Budi mengatakan,  mental seorang pengusaha itu sudah terlatih, bisa mencari metode bisnis, bisa memecahkan masalah sendiri dalam bisnis.


“Jadi pesan saya itu tetap semangat berkah itu datang dari Allah SWT  jadi selalu berserah diri dalam segala hal jangan pernah menyerah dan yakin bahwa suatu saat masa pandemic covid 19 berakhir pasti kita punya pendapatan akan kembali seperti semula dan jangan lupa untuk patuhi peraturan pemerintah untuk keselamatan bersama,” pesannya.