Header Ads

pendirian SMK ITeBe didasari oleh analisis kebutuhan dan animo masyarakat yang dibutuhkan saat ini.



Wajahbekasi.com , Tentunya berkat promosi program Pemerintah Pusat yang mengedepankan pendidikan kejuruan seperti (SMK), menjadi jawaban yang tepat di saat dunia usaha dan industri membutuhkan tenaga kerja yang berkompeten dan terampil. Apalagi meningkatnya animo masyarakat terhadap SMK harus dapat diantisipasi.

Sapriudin mengatakan, pendirian SMK ITeBe berdasarkan SK Wali Kota Bekasi Nomor 421/5097.Dik.2/IX/2007 tanggal 19 September 2007 dengan SK terakhir status sekolah adalah Terakreditasi B.

Sementara saat disinggung soal meningkatkan kompetensi guru SMK ITeBe, Sapriudin mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Sapriudin menyadari untuk menjadikan pendidikan kejuruan menghasilkan lulusan yang berkualitas, guru dituntut memiliki kompetensi yang tinggi dan profesional dalam bekerja.

Guru, sambung dia, harus terus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya, sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus memiliki kemandirian, motivasi yang kuat dalam bekerja, termasuk penguasaan terhadap kaidah-kaidah profesionalisme dalam memperbaiki kompetensi pengajarannya.

“Agar sukses dalam menjalankan profesi sebagai guru, maka guru harus memahami bagaimana karakteristik pendidikan kejuruan,” tukasnya.
pendirian SMK ITeBe didasari oleh analisis kebutuhan dan animo masyarakat yang dibutuhkan saat ini.
Dikatakan pada pendidikan kejuruan, guru harus mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Lulusan SMK harus menguasai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Jadi, kesuksesan siswa terletak pada performa dunia kerja dan bisa merespons serta mengantisipasi kemajuan teknologi. Untuk itu, hubungan erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan,” ujarnya..

Ekstrakulikuler

Lebih jauh Sapriudin mengatakan, SMK ITeBe fokus kepada kelompok teknik industri yakni keahliah mesin industri, otomotif, teknik komputer jaringan, dan akuntansi.

Khusus untuk teknik komputer jaringan, kata Sapriudin, para siswa diajari tentang network designer, network engineer, IT consultant, network operating center, graphic design, dan computer technician.

Tak hanya diajarkan kompetensi keahlian, para siswa SMK ITeBe juga diberi tambahan belajar berupa ekstrakulikuler dan kegiatan. Diantaranya, Pramuka, PMR, Paskibra, Pencak Silat, Futsal, Bulutangkis, Basket, Seni (Musik, Tari, Vocal), dan lainnya.

"Sudah saatnya sekolah, apalagi SMK mengutamakan mutu dengan fasilitas belajar dan pelatihan yang memadai. Tak bisa SMK itu hanya teori sehingga disebut sebagai SMK sastra," ujarnya.

Sapriudin menengarai tak sedikit SMK baik negeri maupun swasta yang kurang memiliki fasilitas pembelajaran, khususnya laboratorium dan bengkel karena membangunnya butuh dana tak sedikit.
pendirian SMK ITeBe didasari oleh analisis kebutuhan dan animo masyarakat yang dibutuhkan saat ini.
"Mendirikan SMK itu tidak mudah karena butuh biaya yang besar sebab membeli satu mesin untuk praktik siswa bisa berharga ratusan juta. Namun, kalau SMK mau meningkatkan mutu ya mau tak mau harus melengkapi dirinya dengan laboratorium dan bengkel," ucapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan salah dalam memilih sekolah terutama SMK. Jargon SMK bisa merupakan lulusan SMK yang lahir dari pembelajaran dengan mengutamakan praktik daripada teori.

"Di SMK ITeBe sebanyak 70 persen materinya adalah praktik dan permagangan di industri. Jadi, saat orangtua mau mendaftarkan anak-anaknya ke SMK coba lihat dulu fasilitas sekolahnya," imbuhnya.(are)