Header Ads

Transaksi E-Commerce dalam Syariah

Transaksi E-Commerce dalam Syariah

Indah sri wahyuningsih mahasiswi STEI SEBI

Transaksi E-Commerce dalam Syariah

Di zaman modern ini teknologi semakin berkembang pesat, tidak sedikit orang yang jago dalam bidang IT dan dengan mudahnya membuat suatu aplikasi. Seiring perkembangan teknologi sekarang ini akan lebih mudah dalam berkomunikasi, beberapa alat komunikasi mengalami perkembangan seperti telepon rumah yang sudah jarang lagi digunakan dan mulai digantikan dengan smartphone yang langsung terhubung dengan internet. 

Dengan adanya perkembangan teknologi, mulai muncul perkembangan teknologi dalam bidang perdagangan elektronik. Di mana antara pihak penjual dan pembeli lebih mudah melakukan suatu transaksi secara langsung, melainkan hanya melalui internet. 

Kemajuan sistem online menjadikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kebutuhan dunia ini sudah dipengaruhi oleh kebutuhan secara elektronik, dan saat ini pun sudah banyak aplikasi yang diawali dengan huruf ‘e’ seperti e-commerce , e-library, e-government, e-medicine, e-biodiversity, e-laboratory, dan masih banyak lagi yang berjenis elektronika (Anggawirya. 2003: 10). 

Dalam revolusi 4.0 ini kemajuan teknologi dalam sistem online mengalami kemudahan dalam mengakses internet baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga aktivitas ekonomi seperti jual-beli atau berbisnis bisa dilakukan secara online. Di sinilah terjadinya transaksi elektronik atau e-commerce atau disebut dengan jual beli online

E-commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang atau jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, link, atau jaringan umum lainnya yang kemungkinan orang lain bisa melihatnya. E-commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

E-commerce sebagai aplikasi dan penerapan e-business (e-bisnis) yang berkaitan dengan transaksi komersial , pencangkupan e-business tidak hanya perniagaan saja akan tetapi juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain sebagainya. E-commerce memerlukan teknologi berbasis data dan surat elektronik (e-mail) dan bentuk teknologi non komputer seperti sistem pengiriman barang dan alat pembayaran.

Hukum Islam telah menjelaskan secara terperinci terkait jual beli, yang merupakan kebutuhan wajar bagi seluruh umat manusia, karena Allah telah menetapkan kebolehan terkait pelaksanaan jual beli, yang artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdirinya yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 275)

Kegiatan jual beli  di era digital yang paling populer adalah e-commerce yang merupakan jenis bisnis yang dijalankan antara pelaku bisnis dengan konsumen secara online. Dalam pandangan islam, hukum transaksi e-commerce ini diperbolehkan berdasarkan prinsip maslahah, yaitu mengambil manfaatnya dan menolak kemudharatan dalam memenuhi tujuan syara’. 

Dilihat dari segi mekanisme, transaksi e-commerce juga diperbolehkan asalkan memenuhi rukun dan syarat sahnya jual beli. Karena dilihat dari bentuknya, e-commerce menggunakan model transaksi jual beli juga, Cuma dikategorikan jual beli modern karena menggunakan teknologi komputer. 

Salah satunya syarat sahnya jual beli adalah objek harus dan diketahui oleh pihak pembeli, khususnya dalam jual beli pesanan atau as-salam. Seperti dalam firman Allah swt yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya... “. (QS. Al-Baqarah: 282). Oleh karena itu, islam memberikan arti penting bagi sektor perdagangan sebagai sumber kekayaan, dan juga untuk pengembangan negara dan ummah secara keseluruhan.