Header Ads

Problematika Industri Keuangan Syariah di Indonesia

Problematika Industri Keuangan Syariah di Indonesia

Oleh Kartini Mahasiswa STEI SEBI

Problematika Industri Keuangan Syariah di Indonesia

Melihat pertumbuhan industri keuangan di Indonesia tidak dapat dipungkiri berkaitan dengan sistem perekonomian dunia. Di dalam sebuah negara, tentu terdapat perekonomian yang berguna untuk menyokong kehidupan bernegara. Dibalik perekonomian itu, tentu terdapat sebuah sistem, yang berfungsi untuk mengatur jalannya ekonomi di negara tersebut. Hal ini menunjukan bahwa berjalannya  perekonomian pada suatu negara tidak terlepas dari pengaruh dunia. Dimana saat ini sistem perekonomian kapitalisme menjadi salah satu sistem ekonomi yang diadopsi hampir mayoritas negara di dunia.

Para analis menyimpulkan bahwa sistem kapitalis mempunyai banyak kelemahan dan memiliki ancaman seperti terjadinya krisis moneter yang bisa menghancurkan perekonomian suatu negara apabila tidak cepat diatasi Dengan adanya hal tersebut dapat menimbulkan berbagai kritikan kepada kebijakan ekonomi kapitalis, terlebih ketika hasil yang disuguhkan oleh sistem ini tidak memberikan tatanan ekonomi yang kokoh dan sustainable. Kesenjangan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, jerat hutang, ketimpangan kekuatan ekonomi serta masalah sosial yang muncul seperti, kriminalitas, pelacuran, perjudian dan lain sebagainya, menjadi indikator negatif yang populer dalam fenomena perekonomian kapitalis.

Dengan adanya kegagalan suatu sistem ekonomi kapitalis tersebut dapat menimbulkan minat dunia barat kepada sistem ekonomi syariah yang termasuk kedalam bagian dari ajaran agama islam. Hal ini dapat dibuktikan bahwa negara inggris yang merupakan negara mayoritas non muslim tetapi bisa menjadi pusat keuangan syariah di Barat. Indonesia merupakan negara berkembang dengan penduduk terbanyak di dunia dan menduduki urutan ke empat dengan jumlah penduduknya 260.580.739 (sekitar 260 juta jiwa) atau sekitar 3,5 % dari keseluruhan jumlah penduduk di dunia.


Karena indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dengan demikian seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin dan pusat keuangan syariah global. Tetapi pada kenyataannya industri keuangan syariah di indonesia. masih jauh tertinggal dibanding dengan negara malaysia yang apabila dilihat dari jumlah penduduknya hanya 12 persen dari jumlah penduduk indonesia apabila dibandingkan dari sisi penduduknya.

Sudah hampir 27 tahun industri keuangan syariah beroperasi di indonesia yaitu dengan berdirinya Bank Muamalat pada tahun 1992. Tetapi sampai saat ini pertumbuhan market share perbankan syariah di indonesia benar benar sulit untuk mencapai angka 10 persen yakni baru 5,70 persen dari total market share perbankan indonesia, sementara aset perbankan syariah di Malaysia sudah mencapai 20 persen. Beberapa penulis menyatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan indonesia belum bisa mengoptimalkan potensi yang ada untuk pengembangan industri keuangan syariah yaitu:

Industri keuangan syariah di indonesia memang mengalami peningkatan yang cukup pesat yakni mencapai kisaran 20-30% per tahun tetapi pertumbuhan industri keuangan konvensional juga mengalami pertumbuhan yang sangat cepat

Kurangnya pemahaman masyarakat di indonesia mengenai sistem ekonomi dan keuangan syariah  terutama umat muslim sehingga lebih memilih menggunakan lembaga keuangan konvensional.

Lembaga keuangan syariah terkesan sebagai lembaga keuangan kelas dua di negeri ini, hal tersebut dibuktikan dengan belum adanya lembaga keuangan syariah berbentuk BUMN (milik Negara) baik perbankan syariah maupun lembaga keuangan syariah lainnya, beberapa lembaga keuangan syariah yang ada saat ini beberapa diantaranya hanya merupakan anak usaha perusahaan BUMN konvensional.

Apa Solusi dan Urgensi Industri Keuangan Syariah di Indonesia?

Industri keuangan syariah merupakan suatu kebutuhan bagi warga negara, terutama bagi yang beraga muslim supaya tidak terjebak dengan sistem perekonomian kapitalis. 

Dengan demikian negara perlu hadir dalam menjawab kebutuhan warga negaranya yang muslim sebagai kelompok mayoritas di negara ini yakni untuk melindungi hak dan kewajiban warga negara dalam menjalankan ajaran agamanya. Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar  pengembangan industri keuangan syariah global, sehingga Indonesia sangat berpotensi sebagai pusat keuangan syariah global di dunia.Hal tersebut yang nantinya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kemudian akan meningkatkan kesejahteraan warga negara secara umum. Industri keuangan syariah sudah memiliki daya tarik tersendiri di barat terutama Inggris dan AS yang notabene mayoritas penduduknya non-muslim, sementara Indonesia memang merupakan mayoritas berpenduduk muslim di dunia.