Header Ads

Kota Bekasi Belum Berencana Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Kota Bekasi Belum Berencana Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Pemerintah Kota Bekasi belum berencana mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan. Namun, pihaknya telah mengimbau warga untuk tidak beraktivitas usai pukul 21.00 WIB sebagai upaya pencegahan penularan covid-19 dengan melakukan social distancing.

"Sampai saat ini Pak Wali Kota belum berkeinginan atau berniat mengusulkan PSBB dan lebih memilih karantina atau isolasi wilayah," ujar Wakil Wali Kota Bekasi Tri Arhianto melalui pesan singkat, Minggu (5/3).

Pasalnya, pembatasan wilayah, kata Tri, dikhawatirkan dapat membatasi ruang gerak masyarakat. Oleh karenanya, ia masih memilih pendekatan isolasi wilayah mandiri. Ia mengklaim beberapa tempat di Bekasi pun diketahui sudah melakukannya.

"Karantina wilayah memang kita harapkan dilakukan mandiri oleh wilayah masing-masing warga masyarakat, seperti di permukiman dan perumahan," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (30/3).

Sementara, Surat Edaran nomor 488/2390/Setda.Hum yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengimbau warga untuk tak beraktivitas setelah pukul 21.00 WIB.

"Agar seluruh masyarakat Kota Bekasi membatasi aktivitas atau kegiatan di luar rumah hanya sampai pukul 21.00 WIB," ujar Pepen, sapaan karib Wali Kota lewat surat edaran yang dipublikasikan di akun instagram resmi @humaskotabekasi, Sabtu (4/3).

"Tidak bepergian ke luar rumah selama 14 hari dan tidak bepergian sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona. Bila mendesak dan harus keluar rumah, saat pergi dan kembali ke rumah wajib memakai masker dan hand sanitizer," tuturnya. [CNN]