Header Ads

Jasa Paid Promote dalam Pandangan Islam

Jasa Paid Promote dalam Pandangan Islam

Oleh : Adilia Rahayu, Mahasiswa STEI SEBI

Jasa Paid Promote dalam Pandangan Islam

Dalam dunia bisnis, promosi menjadi hal yang sangat penting bagi produsen agar barangnya dapat dikenal luas di pasaran, terlebih lagi pada zaman sekarang ini dimana tren berbelanja melalui internet (Online Shop) yang semakin diminati membuat para produsen berlomba lomba menggunakan berbagai jenis promosi demi menarik minat masyarakat. 

Dengan adanya pengguna media sosial yang sangat banyak, maka para pebisnis melihat adanya potensi untuk mengiklankan produknya melalui media social, dengan metode paid promote dan endorse misalnya. Terlebih lagi, adanya public figure yang terkenal di dunia maya dapat menjadi sebuah potensi tinggi untuk mempromosikan suatu barang di media sosial. Namun, bagaimanakah ekonomi Islam memandang sistem paid promote?

Sesuai dengan namanya, jasa paid promote merupakan layanan jasa promosi berbayar di media social seperti Instagram, facebook, line dan sebagainya, namun yang lebih populer adalah jasa paid promote di Instagram. Penyedia jasa ini biasanya adalah akun-akun Instagram yang memiliki jumlah followers melimpah, entah milik artis (publik figur), selebgram atau yang lainnya. 

Sementara itu pengguna jasanya adalah para pemilik bisnis/brand atau dari kalangan online shop yang menginginkan produknya untuk dipromosikan. Sedangkan untuk tarif layanan jasa paid promote itu sendiri belum ada patokan maupun standard yang mengaturnya, hanya sesuai dengan kesepakatan dari penyedia jasa dan pengguna jasa tersebut. Yang biasanya, semakin banyak jumlah followers (pengikut) pada Instagram si penyedia jasa maka semakin mahal biaya yang dipasang per postnya.

Untuk prosedur pemakaian jasa paid promote Instagram pertama-tama pebisnis harus mencari penyedia jasa yang terpercaya, bisa dengan mencari management selebgram atau langsung bertanya ke Instagram yang dituju. Lalu setelah menghubungi ke akun Instagram yang dituju biasanya penyedia jasa akan memberikan info tentang syarat dan ketentuan penggunaan jasa seperti harga, cara bertransaksi, lama post disimpan, dan lainnya. Kemudian, setelah fix memilih penyedia jasa paid promote dan melakukan transaksi, pebisnis bisa langsung mengirimkan materi iklan kepada penyedia jasa, dan terakhir tinggal tunggu iklan di post oleh jasa paid promote Instagram sesuai kesepakatan. 

Dari prosedur diatas dapat kita ketahui bahwa paid promote di media social khususnya Instagram adalah membayar kepada pemilik akun-akun instagram yang memiliki followers banyak untuk sekedar mempromosikan produk para pemilik bisnis, dimana semakin banyak followers pada akun si penyedia jasa maka semakin besar pula peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah. Sayangnya, banyak yang menyalah gunakan Instagram sebagai sarana penipuan, baik yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa ataupun dari pihak yang mencari jasa layanan paid promote. 

Bagi penyedia jasa harus berhati hati sebelum menerima permintaan jasa promosi, sebab banyak yang mengaku sebagai pemilik bisnis namun ternyata orang tersebut bukanlah pemilik bisnis dan hanya mencari mangsa untuk tindak penipuannya. Dan bagi para pemilik bisnis bisa berhati hati dalam memilih penyedia jasa layanan, sebab banyak akun yang menawarkan jasa promosi tidak benar benar memiliki followers (pengikut) sungguhan atau followers fiktif dan hal tersebut dapat merugikan anda.

Salah satu cara mempromosikan suatu barang diantaranya adalah iklan, bisa melalui media elektronik bahkan menggunakan media sosial. Dimana fungsi dari adanya promosi adalah untuk memperkenalkan keistimewaan dan karakteristik barang yang dijual agar konsumen dapat mengetahui diferensiasi antar barang dan membuat konsumen lebih mudah menentukan pilihan serta menghilangkan kebingungan mereka sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat ketika akan membeli sebuah produk. 

Dalam Islam, iklan termasuk kedalam perkara muamalah dan adat. Dimana hukum dasar dari muamalah tersebut adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya. Dan secara umum, iklan yang mendatangkan manfaat, diperbolehkan. Bahkan secara khusus, iklan terdapat dalam materi syari’at sendiri. Misalnya mengiklankan pernikahan. dan adzan yang setiap hari berkumandang merupakan “iklan” berkaitan dengan shalat yang akan didirikan. 

Namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam setiap perkara muamalah. Seorang pengusaha muslim sudah sepatutnya mengamalkan hukum-hukum ekonomi Islam dalam bisnisnya, baik dalam bertransaksi, maupun dalam pemasarannya. Hal hal yang harus diperhatikan sebelum mengiklankan produk diantaranya adalah hal tersebut haruslah terbebas dari berbagai hal yang bertentangan dengan hukum syariat, akhlak, dan nilai nilai etika islam. Seperti halnya produk yang diiklankan adalah produk-produk yang halal atau dapat memberikan manfaat baik dan bukan merupakan produk-produk haram atau yang mengandung lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kedua, pihak yang memasang iklan wajib berlaku jujur dan amanah ketika mempromosikan produk ataupun jasa. 

Tidak diperbolehkan memberikan penilaian yang keliru terhadap produk dan jasa yang diiklankan, seperti dengan menyembunyikan cacat, menggambarkan produk dengan berlebihan, ataupun memberitakan fitur-fitur secara berlebihan padahal tidak sesuai dengan keadaan produk sesungguhnya. Ketiga, tidak diperbolehkan menyebarkan iklan yang mengandung unsur penipuan dan kecurangan, seperti mengiklankan produk yang mengandung unsur pengelabuan (barang imitasi) dengan niat menyesatkan konsumen bahwa produk tersebut merupakan produk yang telah terkenal di pasaran atau menyatakan memiliki kualitas yang serupa. Keempat, iklan yang ditampilkan tidak boleh dengan cara membanding bandingkan produk sendiri dan mencela pedagang yang lain.

Selain memperhatikan hal hal diatas, penting untuk diingat bawa penyedia jasa promosi atau pengiklanan termasuk kedalam akad ijarah.  Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau upah, tanpa diikuti pemindahan kepemilikan barang itu sendiri. Dengan demikian ijarah merupakan menukar sesuatu dengan adanya imbalan, dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti sewa-menyewa dan upah-mengupah. Dasar hukum dari ijarah, yaitu firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah/2: 233 sebagai berikut: “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut...”. 

Ayat tersebut menjadi dasar hukum adanya sistem sewa dalam Hukum Islam, seperti yang diungkapkan dalam ayat bahwa seseorang boleh menyewa orang lain untuk menyusui anaknya, tentu saja ayat ini akan berlaku umum terhadap segala bentuk sewa-menyewa. Sebab sewa menyewa akun selebgram atau jasa pengiklanan termasuk ke dalam akad ijarah maka transaksi tersebut harus memenuhi syarat syarat akad ijarah. Diantaranya adalah mengetahui nilai transaksi ijarah, kejelasan manfaat yang akan diberikan harus diketahui kedua belah pihak, dan durasi waktu akad sesuai yang disepakati kedua belah pihak. 

Berdasarkan pemaparan diatas, hukum melakukan jenis promosi ini (paid promote) adalah mubah atau dibolehkan, terutama jika dalam promosi yang dilakukan terdapat usaha untuk menginfokan kepada konsumen akan detail barang maupun jasa yang akan dibeli. Dan selama dalam paid promote tersebut tidak terkandung hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat sehingga dapat mengubah hukum tersebut menjadi terlarang, serta tetap memerhatikan hukum syari’at, dan nilai-nilai etika dalam Islam. 

Selain itu, kita sebagai pengguna social media harus bisa lebih bijak dalam memanfaatkan social media yang ada. Dan ditambah dengan banyaknya orang yang menyalahgunakan social media yang ada sebagai sarana penipuan, kita dituntut untuk pintar memilih milih yang mana yang dapat dipercaya, terutama sebelum kita akan menggunakan social media kita sebagai salah satu media untuk berbisnis. Inilah ketentuan ketentuan iklan yang kami ketahui agar hokum asalnya tetap terjaga. Wallahualam