Header Ads

Nurfahroji dan Relawan MNC Sebarkan Leaflet Sosialisasi Bahaya RUU Omnibus Law

Nurfahroji Sebarkan Leaflet Sosialisasi Bahaya RUU Omnibus Law
Aksi Sebarkan Flyer Menolak RUU Omnibus Law
Karang Satria, WAJAHBEKASI.com — Unjuk rasa menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja masih terus terjadi. 

Sabtu pagi, 7 maret 2020 tampak puluhan relawan MNC dan anggota PUK FSPMI PT FSCM melakukan aksi sebar leaflet sosialisasi bahaya RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang menurut mereka akan merugikan kaum buruh dan masyarakat. 

Nurfahroji dan Relawan MNC Sebarkan Leaflet Sosialisasi Bahaya RUU Omnibus Law
M.Nurfahroji bagikan flyer ke pengguna jalan

Aksi sebar leaflet yang dilaksanakan  di Sasak Besi Karang Satria, Prapatan Karang Congok ini dipimpin langsung oleh M.Nurfahroji.SH selaku pimpinan MNC (M. Nurfahroji Center). Nurfahroji mengatakan bahwa tujuan aksi sebar leaflet agar masyarakat mengetahui bahwa RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan sangat merugikan kaum buruh dan masyarakat jika sampai diundangkan.

"Dengan aksi ini kami menyatakan tekad menolak keras RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja karena dapat merugikan buruh dan berpotensi melanggar hak asasi manusia serta berdampak buruk pada lingkungan hidup," ungkap Nurfahroji yang akrab disapa Bang Oji ini.

"Setidaknya kami mencatat ada 9 poin penting yang akan merugikan masyarakat jika RUU ini diundangkan" sambung Nurfahroji.

Nurfahroji dan Relawan MNC Sebarkan Leaflet Sosialisasi Bahaya RUU Omnibus Law

Dalam leaflet yang disebarkan tersebut, berikut 9 isi RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang akan merugikan masyarakat:
  1. Hilangnya upah minimum;
  2. Hilangnya pesangon;
  3. Outsourcing seumur hidup;
  4. Karyawan kontrak seumur hidup;
  5. Waktu kerja yg eksploitatif;
  6. Tenaga kerja asing unskill (buruh kasar) berpotensi bebas ke indonesia
  7. Hilangnya jaminan sosial dengan adanya outsourcing seumur hidup dan karyawan kontrak seumur hidup;
  8. PHK dipermudah;
  9. Hilangnya sanksi pidana untuk pengusaha;


Aksi ini berjalan lancar, karena dibantu warga sekitar dalam menjaga kelancaran lalu lintas jalur pertemuan antara Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi dan Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi ini. [Fai]