Header Ads

KPAI Dorong Pemeriksaan SMAN 12 Kota Bekasi Terkait Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Anak

KPAI Dorong Pemeriksaan SMAN 12 Kota Bekasi Terkait Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespon kasus pemukulan siswa SMAN 12 Kota Bekasi, KPAI meminta agar Inspektorat Jawa Barat melakukan pemeriksaan pada pihak sekolah. Selain itu, oknum guru yang melakukan pemukulan dan manajemen sekolah juga dimita untuk di BAP. 

"KPAI mendorong Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk melakukan BAP terhadap pihak sekolah, termasuk pelaku dan manajemen sekolah. Hal ini sebagaimana diatur dalam PP No. 53 tahun 2014 tentang Disiplin PNS, mengingat ada pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak," kata komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan terulisnya, Kamis (13/2/2020). 

Retno menduga, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Bahkan, murid yang menjadi korban mungkin lebih dari lima. Dijelaskan Retno, pihak sekolah mungkin menerapkan sistem kekerasan dalam mendidik siswanya. Sehingga, Retno berpendapat masih ada murid lain yang menjadi korban kekerasan serupa. 

"KPAI juga meyakini bahwa perbuatan yang viral ini bukan sekali, tetapi seringkali dilakukan oleh pihak sekolah atas nama mendidik dan mendisiplinkan siswanya. Diduga kuat, korban tidak hanya 5 siswa jika bentuk pendisiplinkan seperti ini merupakan kebijakan sekolah," sambungnya. 

Diketahui, oknum guru tersebut bernama Idiyanto Muin. Pria yang menjabat sebagai Staf Wakil Guru Bimbingan Kesiswaan itu dikenal temperamen dan pernah ribut dengan guru lain sampai melempar kursi dan komputer. 

Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Bekasi Ade Saeful Bahri mengatakan, bahwa peristiwa pemukulan guru di sekolahnya itu terjadi pada hari Selasa (11/2/2020), sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ada sekitar 120 siswa yang terlambat masuk kelas. 

"Ada siswa yang terlambat sebanyak 120 siswa jam 07.30 WIB. Sedangkan sekolah tutup jam 06.45 WIB. Kemudian yang telat disuruh berbaris di lapangan lingkungan sekolah," kata Ade di SMAN 12 Kota Bekasi, Rabu (12/2/2020). 

Pihak sekolah telah memberi sanksi tegas kepada oknum guru yang bersangkutan berupa non job dari jabatannya di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Namun, untuk statusnya Ade belum dapat mengatakan lebih jauh.

Namun demikian sejumlah siswa SMA Negeri 12 Kota Bekasi menolak mutasi oknum guru tersebut. Penolakan dilakukan dengan berunjuk rasa saat acara OSIS di sekolah itu, Rabu (13/2/2020). Mereka menggelar aneka poster-poster, di antaranya betuliskan “Kami Cinta Guru SMAN 12 Kota Bekasi yang Mendidik”, “Pak Id Tidak Bersalah” dan “Korupsi yang Harusnya Keluar”. Pelajar juga terus meneriakkan yel-yel tuntutannya.