Header Ads

Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha Sosial Sejati

Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha Sosial Sejati

Oleh: Rafly Pirmansyah [Mahasiswa STEI SEBI, Depok]

Kiat-Kiat Menjadi Wirausaha Sosial Sejati

Apakah anda sering mendengar kalimat kewirausahaan sosial atau sociopreneur belakangan ini? Jangan heran. Memang kewirausahaan sosial atau sociopreneur ini telah menjadi perhatian publik dalam 2 dekade terakhir. 

Dengan munculnya kembali tokoh kewirausahaan sosial atas nama Muhammad Yunus yang mendapat Penghargaan Perdamaian Nobel tahun 2006 karena telah mendirikan Grameen Bank di Bangladesh. Bank Grameen adalah sebuah organisasi kredit mikro yang dimulai di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil dan kepada orang yang kurang mampu tanpa membutuhkan jaminan. Sistem ini berdasarkan ide bahwa orang miskin memiliki kemampuan yang kurang digunakan. 

Terdapat enam prinsip yang digunakan oleh Muhammad Yunus dalam mengembangkan Bank Grameen. 
  1. Bahwa kemiskinan tidak dibuat oleh si miskin itu sendiri, namun institusi dan kebijakan yang melingkupi mereka. 
  2. Sumbangan bukanlah solusi untuk kemiskinan sebab hal ini akan menyebabkan adanya ketergantungan.
  3. Sistem Bank Grameen tidak percaya bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan orang miskin dan yang lainnya. Hanya saja, orang miskin tidak mendapat kesempatan untuk mengeksplor dirinya. 
  4. Semakin sedikit materi yang dimiliki, maka mereka akan semakin diprioritaskan. Prinsip ini berkebalikan dengan prinsip bank pada umumnya, bahwa semakin banyak materi yang diinvestasikan nasabah maka semakin besar keuntungan nasabah. 
  5. Bank Grameen percaya bahwa orang miskin pasti akan mengembalikan pinjamannya, meskipun terkadang melebihi waktu jatuh tempo. 
  6. Perempuan lebih diprioritaskan sebab Grameen Bank yakin bahwa perempuan memiliki long-term vision dan siap membawa perubahan pada hidup mereka dan keluarganya.

Menurut Eugenia Mardhanugraha, Kepala UKM Center FEB UI, dalam buku Berani Jadi Wirausaha Sosial?, kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konsep kewirausahaan secara keseluruhan. Yang membedakan adalah manfaat wirausaha sosial yang menekankan pada tujuan lebih mulia, seperti menanggulangi kemiskinan.

Kewirausahaan sosial ini juga telah membuka pikiran orang-orang, baik pejabat, ekonom, politisi, pebisnis, dan lain sebagainya untuk berpikir ke arah perubahan Indonesia yang lebih baik lagi. Karena kewirausahaan sosial ini bukan hanya membantu menyelesaikan masalah ekonomi saja, tetapi juga membantu menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. 

Jadi disini kita bisa menyimpulkan, bahwa kewirausahaan sosial itu bukan hanya sekedar kegiatan ekonomi biasa. Tapi ada nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Yaitu Nilai Sosial (Social Value), Lingkungan Masyarakat (Civil Society), Inovasi (Innovation), Kegiatan Ekonomi (Economic Activity).

Sekarang apakah anda pernah berpikir untuk menebar manfaat dengan kewirausahaan sosial? Bagaimana caranya? 

Di sini akan dibahas bagaimana cara mencari peluang-peluang kewirausahaan sosial yang kemudian bisa dikembangkan oleh kita.

1. Konsep kewirausahaan sosial merupakan konsep bisnis yang realistis.

Konsep kewirausahaan sosial ini bisa menjadi konsep bisnis yang realistis karena bila kita pikirkan selain kita mendapat keuntungan kita pun bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Contoh saja kita mengangkat bisnis daur ulang sampah. Kita bisa memberdayakan masyarakat kecil atau orang yang berprofesi memulung sampah dan kemudian sampahnya kita olah menjadi produk yang bermanfaat. Tinggal bagaimana inovasi kita membuat bisnis ini menjadi menarik. Seperti pemulung berpakaian rapi dan memakai seragam, sistemnya mengikuti perkembangan teknologi, dll. Selain itu pemulung dan masyarakat kita edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dari sini kita bisa melihat, selain kita berbisnis, kita pun telah membantu mengatasi masalah sampah dan kemiskinan.

2. Ubah mainset, seorang wirausaha sosial menilai masalah sosial sebagai peluang

"Bagi sebagian orang, masalah sosial adalah tragedi yang menimpa manusia. Bagi wirausaha sosial, itu adalah peluang untuk melakukan perubahan." (Rhenald Kasali, Penggiat Kewirausahaan dan Pendiri Rumah Perubahan).

Setujukah kita dengan kutipan tersebut? Bila setuju, maka kita memiliki peluang untuk menjadi wirausaha sosial. Memang benar, yang paling penting untuk menjadi lebih baik itu harus berawal dari mindset. Kita dilatih untuk menilai sesuatu dari segi positifnya. Meskipun itu datangnya dari sebuah masalah.  

3. Perbedaan wirausaha sosial dan usaha pada umumnya, yaitu pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Perlu kita sadari ada 2 hal di benak manusia itu, pertama semua manusia fitrahnya memiliki hati nurani yang bersih, sehingga ada kecenderungan bersifat simpati dan empati. Kedua, manusia pun selalu ingin mendapatkan keuntungan materi demi mempertahankan hidupnya. Hal ini bisa saja dikolaborasikan. 

Diibaratkan kedua hal tersebut adalah bumbu makanan, jika kita pandai untuk meraciknya maka akan menghasilkan makanan yang enak. Artinya jika kita bisa memaksimalkan potensi yang ada di diri manusia, maka akan menghasilkan manfaat yang luar biasa.

4. Wirausaha sosial yang memiliki corak beragam


Sumber daya alam yang melimpah, tinggal dimanfaatkan untuk misi sosial apa yang ingin kita capai dan sesuai dengan minat kita Dalam perkembangannya, wirausaha sosial ini diperlukan inovasi-inovasi sebagai pendobrak produk baru yang berkualitas. Sehingga inilah yang menjadikan kewirausahaan sosial memiliki corak beragam. Didukung dengan sumber daya alam yang melimpah, membuat masyarakat harus lebih kreatif dalam memanfaatkannya.

Itulah 4 hal bagaimana cara mencari peluang-peluang kewirausahaan sosial yang kemudian bisa dikembangkan oleh kita.sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar