Header Ads

Sisi kehidupan sosial dalam surat Al Fatihah

Sisi kehidupan sosial dalam surat Al Fatihah

Oleh : Hajar Karimah (Mahasiswa STEI SEBI)

Sisi kehidupan sosial dalam surat Al Fatihah
Manusia adalah makhluk sosial yang setiap segi kehidupannya membutuhkan bantuan makhluk hidup yang lain. Baik sesama manusia, atau kepada makhluk hidup yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Namun terkadang sisi egois juga muncul yang membuat seseorang merasa tidak membutuhkan orang lain dalam setiap aktivitasnya. Contohnya ketika seorang anak merasa kesal ketika terus diatur oleh kedua orang tuanya, padahal kehidupan sang anak dari mulai dalam kandungan hingga hari ini dan seterusnya akan terus membutuhkan bantuan orang tua.

Lalu bagaimana jika kita menelisik lebih jauh tentang kehidupan sosial ini? ternyata ada dalam surat yang selalu dibaca ketika rakaat shalat, yaitu Al Fatihah tepatnya di ayat ke 5 yang artinya “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”

Makna yang terkandung dalam ayat ini adalah semua ibadah yang dilakukan seseorang, baik sholat, puasa, sedekah, zakat, haji hanya boleh ditujukan untuk Allah Sang Pencipta, sama halnya ketika meminta pertolongan dalam segala segi kehidupan, hanya boleh kepada Allah SWT tidak kepada makhluk Ciptaan-Nya.

Namun dalam kalimat tersebut, ada 1 hal yang menarik yaitu kata ganti yang digunakan adalah Kami (jamak) bukan Saya (tunggal). Ini berarti seseorang sebagai manusia harus senantiasa mendoakan sesama manusia yang lain karena seseorang tidak bisa menjalani hidup tanpa bantuan dari manusia yang lain.

Di dalam Al Fatihah ayat ke 5 ini juga berarti keikhlasan seseorang dalam beribadah akan terbukti jika dirinya bekerjasama dengan orang lain. Karena ketika bekerjasama dengan orang lain, pastinya akan dihadapkan dengan berbagai macam karakter dan berarti cobaan sabar akan lebih bertambah.

Mari mengambil contoh dari seorang pemimpin yang kesabaran dan keikhlasannya akan selalu diuji, karena harus mengatur banyak bawahan dengan benar yang pastinya para bawahan tersebut berasal dari berbagai macam karakter dan latar belakang. Belum lagi ketika harus dihadapi dengan rekan kerja dari perusahaan lain.

Contoh lainnya ketika seseorang berada di dalam suatu tim, pastinya membutuhkan kekompakan untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama di dalam tim tidak terlepas dari banyaknya silang pendapat yang akan terjadi, namun di situlah Allah akan menguji, apakah setiap anggota dalam tim tersebut benar-benar saling mendoakan seperti yang tertuang dalam surat Al Fatihah ayat 5, ataukah belum bisa mengamalkan sepenuhnya apa yang telah tertuang jelas di dalam ayat tersebut.

***

Penulis: Hajar Karimah (Mahasiswa STEI SEBI)
Editor: bisotisme



Tidak ada komentar