Header Ads

Mensejahterakan Masyarakat Melalui Zakat

Mensejahterakan Masyarakat Melalui Zakat

Oleh Kartini Mahasiswi STEI SEBI

Mensejahterakan Masyarakat Melalui Zakat
Krisis yang terjadi di masyarakat bisa terjadi kapan saja dan dimana saja biasanya yang akan merasakan langsung adalah golongan kaum miskin kemudian hal yang terpenting adalah bagaimana untuk mengentaskan kemiskinan. Banyak cara yang diajarkan islam dalam mengentaskan kemiskinan di dunia ini  antara lain dengan adanya zakat.

Salah satu cara supaya hidup ini sejahtera dan merata adalah adanya zakat. Konsep zakat ini seharusnya mampu menjadi pemberdaya si kaya terhadap si miskin sehingga akan mampu tercipta kehidupan yang lebih sejahtera, karena  fungsi dari zakat itu sendiri diberdayakan untuk kepentingan fakir-miskin yang ditunaikan oleh orang-orang kaya di tengah-tengah mereka.

Zakat juga menjadikan fakir mendapat haknya atau bagiannya yang diperoleh dari sebagian kekayaan orang-orang kaya yang ada di sekitarnya, sehingga membantu masyarakat dari segi financial terutama dapat membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhannya  selain itu juga dapat memperkuat tali persaudaraan dan ukhuwah islamiah.

Dengan adanya zakat masyarakat akan merasa mendapat jaminan ketika zakat ini bisa diwujudkan, sehingga fakir miskin tidak perlu khawatir untuk berobat atau mendapatkan pelayanan pendidikan karena tidak adanya uang karena zakat mencakup beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, Zakat, infaq dan sedekah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahiq, terutama fakir-miskin. Termasuk didalamnya membantu di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi.

Sesungguhnya dana zakat juga bisa digunakan sebagai modal pembangunan, juga bermanfaat bagi dana siaga yang siap digunakan setiap saat terutama terhadap kejadian-kejadian di luar dugaan baik bencana alam, kebakaran, banjir dan lain-lain.

Sejumlah study mencoba untuk membuktikan peran zakat dalam masyarakat salah satunya adalah Studi Beik (2010) ini didasarkan pada survei lapangan di mana 1.195 rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta yang terpilih sebagai responden. Ia menemukan bahwa dana zakat telah meningkatkan pendapatan bulanan rumah tangga mustahik sebesar 8.94 persen. Secara umum, kehadiran zakat mampu mengurangi ketimpangan pendapatan rata-rata 0,57 persen. 

Selain itu, keberadaan zakat menurunkan angka kemiskinan rata-rata 16,79 persen. Selain itu, dalam penelitian tahun berikutnya di Provinsi DKI Jakarta, Beik et al., (2011), yang terinci dalam Laporan Zakat dan Pembangunan Indonesia (IZDR) 2011, yang terdiri dari 879 responden, menemukan hasil yang sama, kehadiran program zakat mampu menurunkan jumlah kemiskinan sebesar 10,79 persen. 

Menurut pengamatan dan analisis dari data tersebut menunjukkan bahwa sudah terbukti bahwasannya program zakat yang dilakukan memiliki dampak positif pada pengurangan kemiskinan, buktinya adalah dengan adanya peningkatan pendapatan bulanan rumah tangga mustahik sebesar 8.94 persen kemudian dari dana zakat tersebut mampu menurunkan angka kemiskinan rata-rata 16,79 persen dan dapat disimpulkan bahwasannya dana zakat itu sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan dengan adanya konsep zakat tersebut maka kehidupan masyarakat akan semakin sejahtera dan memiliki kehidupan yang tentram. 

Dengan adanya penyaluran dana zakat tersebut diharapkan nasib fakir miskin terangkat dan sebaiknya bantuan kepada mereka bukan sekedar untuk keperluan hidup, tetapi lebih kepada bantuan yang sifatnya membangun. Sehingga pada masa-masa selanjutnya para fakir miskin naik taraf hidupnya dan tidak bergantung lagi pada bantuan zakat.

***
Penulis: Kartini  (Mahasiswi STEI SEBI)
Editor: Bisotisme



Tidak ada komentar