Header Ads

Meneladani Pola Hidup Sehat Dari Pribadi Rasulullah

Meneladani Pola Hidup Sehat dari Pribadi Rasulullah

(Oleh Indah Sri Wahyuningsih)
Mahasiswi STEI SEBI

Meneladani Pola Hidup Sehat Dari Pribadi Rasulullah

Perihal kesehatan dan masalah penyakit telah disebutkan dalam (QS. Yunus : 57):
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman “. 

Dari firman tersebut bisa kita pelajari bahwa, salah satu sisi kehidupan yang patut diteladani dari pribadi Rasulullah adalah pola hidup sehat. Pendekatan yang digunakan rasulullah adalah pola preventif yang sejalan dengan disiplin ilmu kesehatan masyarakat. 
“Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia“. Sabda Nabi Muhammad SAW.

Pola Hidup sehat ala Rasulullah berpusat pada pengendali gizi/makanan. Makanan yang masuk ke mulut Rasulullah terseleksi secara ketat, baik kehalalannya maupun kebaikannya. Ukuran kehalalan menyangkut cara mendapatkan nya secara halal (legal) dan berkaitan dengan urusan akhirat. Sedangkan kebaikan (thayyib) berkaitan dengan urusan duniawi yang berupa makanan yang bergizi untuk dikonsumsi. Makanan yang kerap dikonsumsi Rasul adalah madu untuk membersihkan pencernaan. Sebagaimana Hadits Nabi, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yakni madu dan Qur’an“.

Pola hidup sehat lainnya ala Rasulullah adalah berhenti makan sebelum kenyang dan tidak makan sebelum lapar. Rasulullah sangat peduli atas kandungan perut yang terdiri atas zat padat, zat cair dan zat gas. Hadist Nabi berbunyi “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, (maka ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan “.

Setelah itu, selain mengatur pola makanannya adapun cara hidup sehatnya yang lain seperti mengatur pola tidur. Mengatur pola tidur adalah kunci hidup sehat ala Rasulullah yakni cepat tidur malam hari dan cepat bangun pada dini hari. Biasanya Rasulullah tidur selepas shalat isya untuk kemudian bangun pada sepertiga malam untuk shalat lail. Lamanya waktu tidur tidak melebihi kebutuhan, demikian pula pada saat ingin tidur tidak menahannya.

Cara tidur Rasulullah memiringkan tubuh ke arah kanan sambil berdzikir hingga matanya terasa berat dan akhirnya tertidur. Kadang badan Rasulullah dimiringkan ke kiri sebentar, lalu kembali miring ke sebelah kanan. 

Model tidur seperti ini sangat baik untuk kesehatan karena merupakan posisi yang pas dengan lambung sehingga makanan mengendap secara proporsional. Ketika beralih ke sebelah kiri sebentar maka proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung (Al jauziyyah 2004). Ketika bangun tidur, Rasulullah langsung bersiwak (sikat gigi), lalu berwudhu dan shalat.

Tuntunan Rasulullah dalam pola hidup sehat adalah kebiasaannya menjalankan puasa sunnah diluar bulan Ramadhan. Beberapa hari puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah puasa pada hari senin dan kamis, puasa enam bulan pada bulan syawal, dan sebagainya. Berpuasa adalah aktivitas sederhana dan efektif bagi diri pribadi agar terhindar dari berbagai macam penyakit jasmani dan rohani. Pada sisi kesehatan jasmani, berpuasa dapat menjaga organ tubuh agar tetap berenergi serta sarana pembersihan racun (detoksifikasi) secara total dalam tubuh.

Berdasarkan sejarah hidup Rasulullah, tercatat hanya dua kali menderita sakit yakni setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira. Saat itu tubuh Rasulullah mendadak demam karena mengalami ketakutan yang amat sangat. Sedang peristiwa yang kedua Rasulullah pada saat menjelang meninggalnya. 

Fakta ini mengidentifikasikan bahwa Rasulullah memiliki ketahanan fisik yang luar biasa. Sementara kondisi alam di jazirah Arab ketika itu sangat keras, tandus, panas di siang hari dan dingin di malam hari. 

Ada dua pola hidup sehat yang menonjol dan relevan dengan disiplin ilmu kesehatan masyarakat yakni kesehatan individu dan masalah pengaturan gizi kesehatan. Pada aspek kesehatan individu, Rasulullah senantiasa menjaga kebersihan dirinya seperti rajin memotong kuku, mencuci dan memotong rambut serta menggosok gigi. Kegiatan memotong kuku dan rambut dilakukan setiap hari kamis atau jum’at setiap pekan.

Hal lainnya terkait dengan kesehatan individu Rasulullah adalah membatasi makanan di dalam perut. Rasulullah menganjurkan umatnya agar menyediakan ruang di dalam perut untuk tiga hal yakni, udara, air dan makanan. Ketiganya harus diisi secara seimbang masing-masing sekitar sepertiga isi perut. Sebagaimana sabda Rasul “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”.

Hidup di zaman sekarang ini serba gampang dan sangat instan dalam mengkonsumsi makan. Apakah kita tau itu makanan sehat apa bukan? Mungkin akan terlihat baik-baik saja ketika di usia muda, tapi tidak untuk di usia 30thn keatas itu sangat berpengaruh besar bagi kita yang akan menginjak masa tua nya. Maka dari itu kita harus tau dan paham sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya untuk selalu berpola hidup sehat jasmani dan rohani.

Referensi Buku : “ Hidup Sehat ala Rasulullah “ Oleh Dr. Zaidul Akbar


Tidak ada komentar