Header Ads

Di Bekasi Budaya Nyorog Mulai Pudar

Bekasi Budaya Nyorog
Kata nyorog tak asing di telinga warga asli Bekasi, Jawa Barat. Nyorog merupakan tradisi mengantar makanan ke orang yang dituakan saat Ramadan dan Idulfitri. Baik berupa sayur-sayuran, ikan bandeng, gabus pucung dan macam-macam kue.

"Nyorog itu memang tradisi sudah amat lama. Apakah itu memang sejak adanya Islam atau sebelum Islam, tapi prinsipnya itu dianut oleh umat Islam," ujar Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, Rabu, 5 Juni 2019.  

Ali mengungkap, tradisi nyorog merupakan ajang uji keahlian memasak untuk anak perempuan, calon menantu dan menantu perempuan. Karena makanan yang diantar akan dinilai oleh penerimanya. 

"Kalau zaman dulu masakan yang dibuat oleh perempuan untuk orang tuanya atau mertuanya, nanti di situ diuji, dinilai. Jadi bukan sekadar diterima, tapi juga dinilai apakah makanannya itu enak atau tidak," tutur Ali.

Dia menilai, dari tradisi itu para perempuan di Bekasi ditantang untuk bisa menyajikan masakan yang enak. Sehingga, perempuan memang bisa memasakan.

"Bukan karena sekadar bisa memasak, tapi juga dia menyadari dia bisa menampilkan yang enak," tuturnya. 

Namun, Ali mengungkap, tradisi nyorog telah  memudar di makan waktu. Bukan hanya memberikan makanan ke orang yang lebih tua, tapi juga harus pandai memasak. [medcom]

Tidak ada komentar