Header Ads

Bersahabat dengan Trauma

 Bersahabat dengan Trauma
Pernahkah kamu mengalami trauma? Pernahkah kamu terus menerus terjebak berada dalam bayang-bayang trauma? Bagaimana rasanya? Takut? Marah? Sedih? Merasa bersalah? Sehingga setiap hari terasa bagai mimpi buruk yang menjadi nyata? 

Setiap orang pasti pernah memiliki pengalaman buruk, kita semua pasti pernah mengalami  trauma. Pada batas wajar pengalaman buruk tersebut akan dimaknai sebagai bagian dari pengalaman hidup yang tidak akan membawa dampak buruk berkepanjangan.  

Namun ketika pengalaman buruk tersebut terjadi dalam intensitas waktu yang terlalu sering hingga meninggalkan bekas luka psikologis maka kondisi ini dapat disebut dengan trauma. 
Apapun yang menjadi penyebabnya trauma akan membekas dalam pikiran dan perasaan setiap orang yang mengalaminya.  

Pada dasarnya setiap orang memiliki reaksi yang berbeda atas trauma yang dialaminya. Sebagian orang akan terus-menerus mengingat peristiwa itu bahkan hingga mengalami mimpi buruk yang selalu hadir ketika ia tidur. Sebagian orang akan mengalami ketakutan dan kecemasan berlebihan. Sebagian lagi akan sulit percaya pada orang lain, dan lainnya akan merasa sedih jika teringat dengan peristiwa itu.  

Lalu apa sikap yang seharusnya kita lakukan? Pasrah dan terus menerus tenggelam dalam lubang hitam tersebut? Menghindari setiap hal yang berhubungan dengan peristiwa itu? atau membiarkan semua itu dan bersikap acuh tak acuh? Wake up! Kita harus tentuin sikap! 

So, apa yang harus kita lakukan untuk Bersahabat dengan Trauma


Kita tidak bisa terus menerus terjebak seperti ini, karena trauma akan menjadikan seseorang bagai hidup di masa lalu. Kita memang tidak dapat mencegah burung kesedihan melayang di atas kepala kita, tetapi kita masih dapat mencegahnya bersarang di rambut kita.  

Secara jasmaniah, kita harus menjaga pola hidup sehat yang berimbang, kita harus makan secara sehat serta tidur yang cukup karena tubuh yang letih dapat memberi peluang lebih besar terhadap munculnya serangan kecemasan. Tak lupa kita juga harus berolahraga secara rutin karena tubuh yang sehat akan lebih kuat dalam menahan gempuran ketakutan.  

Secara jiwani, kita harus menjalankan kehidupan yang positif dan kaya mental. Karena jika kita menyikapi hidup ini dengan sikap negatif, maka kita akan terjerumus dalam himpitan beban dan penderitaan yang berkepanjangan. Tetapi jika kita menyikapi dengan sikap positif kita akan bisa menjadikan setiap peristiwa yang terjadi sebagai batu loncatan guna mencapai kesuksesan. 

Dan yang terpenting adalah kita harus terus-menerus berusaha mendekat kepada Sang Pemilik Segala Hal, memohon untuk dikuatkan pundak kita agar kuat menahan seluruh beban yang ada, alih-alih meminta agar dihilangkan beban tersebut. Tak lupa kita harus berserah diri kepada-Nya akan apapun yang menimpa diri kita, serta bersyukur atas seluruh hal yang telah terjadi pada diri kita. 
***

Penulis: Rahmawati Nur Ma'rufah 
Editor: bisot
______________________________________________________
*tulisan merupakan kiriman dari penulis ke email redaksi. Anda dapat berpatisipasi dengan mengirimkan tulisan berupa berita / artikel / opini ke Website WajahBekasi.com. Caranya mudah yaitu dengan cara mengirimnya ke email: redaksiwajahbekasi@ gmail.com 
Tulisan yang sesuai dengan kriteria Website WajahBekasi.com dan visi misi WajahBekasi.com akan diterbitkan.
Cantumkan identitas dan nomor telepon Anda untuk memudahkan WajahBekasi.com mengkonfirmasi berita yang Anda kirimkan.

Tidak ada komentar